JAKARTA - Lonjakan minat masyarakat terhadap perjalanan kereta api pada masa Angkutan Lebaran 2026 terlihat semakin nyata.
Data terbaru menunjukkan ribuan kursi telah dipesan jauh sebelum puncak arus mudik tiba. Di wilayah operasional Divre III Palembang, antusiasme itu bahkan melampaui kapasitas yang disediakan pada sejumlah relasi favorit.
Angka penjualan tersebut menjadi gambaran bagaimana moda transportasi rel semakin dipercaya sebagai pilihan utama untuk pulang kampung. Selain dianggap aman, kereta api juga dinilai efisien dan terjangkau. Situasi ini mendorong percepatan penjualan tiket dalam periode yang cukup singkat.
Tercatat sebanyak 83.346 tiket telah terjual untuk keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026. Jumlah tersebut merupakan akumulasi tiga kereta yang beroperasi di wilayah Divre III Palembang. Beberapa relasi bahkan sudah melampaui 100 persen dari kapasitas tempat duduk yang disediakan.
Lonjakan Penjualan Tiket Lebih Dari Kapasitas
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menyebut tingginya penjualan menjadi indikator kuat bahwa kereta api tetap menjadi moda favorit masyarakat untuk mudik yang aman dan terjangkau. Pernyataan itu menegaskan kepercayaan publik terhadap layanan yang diberikan selama ini.
Tiga layanan utama yang beroperasi yakni KA Bukit Serelo relasi Kertapati – Lubuk Linggau (PP), KA Rajabasa relasi Kertapati – Tanjungkarang (PP) dan KA Sindang Marga relasi Kertapati – Lubuk Linggau (PP). Ketiganya menjadi tulang punggung mobilitas penumpang di wilayah Sumatera Selatan dan sekitarnya.
Untuk KA Bukit Serelo, penjualan tiket relasi Kertapati – Lubuk Linggau telah mencapai 15.112 tiket atau 108 persen dari kapasitas. Sementara arus sebaliknya menuju Kertapati bahkan menembus 16.347 tiket atau 117 persen. Angka ini menunjukkan tingginya kebutuhan perjalanan dua arah.
KA Rajabasa mencatat angka lebih tinggi. Relasi Kertapati – Tanjungkarang terjual 20.731 tiket (111 persen), sedangkan arah balik mencapai 23.004 tiket atau 123 persen. Persentase tersebut memperlihatkan bahwa minat penumpang melebihi ketersediaan kursi reguler.
Relasi Dengan Sisa Kursi Tersedia
Di tengah tingginya penjualan dua layanan utama, KA Sindang Marga masih memiliki ruang bagi calon penumpang. Relasi Kertapati – Lubuk Linggau baru terjual 4.813 tiket atau 51 persen dari kapasitas. Artinya, peluang mendapatkan kursi masih cukup terbuka.
Untuk arah sebaliknya, penjualan KA Sindang Marga tercatat 3.429 tiket atau 36 persen. Angka ini jauh di bawah dua kereta lainnya, sehingga masyarakat masih dapat memanfaatkan alternatif perjalanan yang tersedia sebelum periode sibuk benar-benar tiba.
Kondisi tersebut menjadi opsi strategis bagi pemudik yang belum mendapatkan tiket di relasi favorit. KAI mengimbau calon penumpang mempertimbangkan jadwal dan ketersediaan kursi secara cermat. Perencanaan perjalanan sejak dini dinilai penting agar tidak kehabisan tiket.
Prediksi Puncak Arus Mudik Dan Balik
KAI memprediksi puncak arus mudik terjadi pada 18 dan 19 Maret 2026. Pada tanggal tersebut, total pelanggan diperkirakan mencapai 9.436 orang atau 123 persen dari kapasitas harian yang tersedia. Lonjakan ini diprediksi menjadi titik tersibuk selama periode keberangkatan.
Sementara itu, arus balik diperkirakan berlangsung pada 27 hingga 29 Maret 2026. Pergerakan penumpang pada fase ini mencapai 11.426 orang atau 100 persen dari kapasitas tersedia. Angka tersebut menunjukkan mobilitas tinggi setelah perayaan Lebaran.
“Capaian ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api semakin baik. KAI memastikan perjalanan selamat, tepat waktu, dan nyaman selama masa Angkutan Lebaran,” tegas Aida. Pernyataan itu menegaskan komitmen pelayanan selama musim mudik.
Momentum Lebaran, kata Aida, bukan sekadar lonjakan mobilitas, melainkan momen kebersamaan yang harus didukung layanan transportasi yang andal. Ia menekankan pentingnya kualitas layanan dalam menjaga kenyamanan seluruh pelanggan sepanjang perjalanan.
Program Mudik Gratis Masih Dibuka
Selain tiket reguler, KAI Divre III Palembang bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Bank Sumsel Babel juga menjalankan program Mudik Gratis 2026. Program ini menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin pulang kampung tanpa biaya tiket.
Hingga 3 Maret 2026, sebanyak 1.872 orang atau 64 persen dari total 2.912 kuota telah mendaftar. Peserta program akan diberangkatkan menggunakan KA Bukit Serelo dan KA Rajabasa sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Untuk keberangkatan 16 Maret 2026, KA Bukit Serelo tujuan Lubuk Linggau dinyatakan kuota habis. Sedangkan KA Rajabasa tujuan Tanjungkarang mencatat 473 pendaftar atau 57 persen dari kapasitas yang disiapkan panitia.
Pada keberangkatan 17 Maret 2026, KA Bukit Serelo mencatat 447 pendaftar atau 72 persen. Sementara KA Rajabasa baru mencapai 328 pendaftar atau 39 persen, sehingga masih tersedia ruang bagi calon peserta tambahan.
KAI mengingatkan masyarakat agar segera memanfaatkan sisa kuota sebelum penutupan pada 5 Maret 2026 atau saat kapasitas terpenuhi. Kesalahan pengisian data disebut bisa menggagalkan penerbitan tiket sehingga peserta diminta teliti saat mendaftar.
“Kami ingin memastikan setiap perjalanan bukan hanya sampai tujuan, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pelanggan,” tutupnya. Komitmen tersebut menjadi penegasan bahwa pelayanan optimal tetap menjadi prioritas utama selama masa mudik Lebaran tahun ini.