Infrastruktur

Tinjau Akses Bandara Singkawang AHY Dorong Penguatan Infrastruktur Perbatasan Kalbar

Tinjau Akses Bandara Singkawang AHY Dorong Penguatan Infrastruktur Perbatasan Kalbar
Tinjau Akses Bandara Singkawang AHY Dorong Penguatan Infrastruktur Perbatasan Kalbar

JAKARTA - Upaya memperkuat konektivitas kawasan perbatasan kembali ditegaskan pemerintah melalui peninjauan langsung proyek strategis di daerah. 

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono melakukan kunjungan kerja ke Singkawang untuk melihat progres pembangunan Jalan Akses Bandara Singkawang.

Peninjauan tersebut dilakukan pada Senin 2 Maret 2026 terhadap ruas sepanjang sekitar 10 kilometer yang menghubungkan jalan nasional dengan pusat Kota Singkawang. Infrastruktur ini dinilai memiliki peran vital dalam mempercepat mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan Kalimantan Barat.

AHY mengatakan, keberadaan jalan tersebut berperan penting dalam memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Singkawang dan wilayah sekitarnya di Kalimantan Barat. Kehadiran akses yang memadai menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitas perdagangan, pariwisata, hingga logistik.

“Bandara Singkawang kini menjadi salah satu tulang punggung konektivitas di Kalimantan Barat, terutama untuk Singkawang dan sekitarnya. Jalan akses ini sangat penting karena memangkas waktu tempuh secara signifikan,” kata AHY dalam siaran pers.

Percepatan Waktu Tempuh dan Dampak Ekonomi

Sebelum jalan dibangun, waktu tempuh dari jalan nasional menuju bandara mencapai sekitar 30 menit. Kondisi tersebut kerap menjadi hambatan bagi masyarakat maupun pelaku usaha yang membutuhkan mobilitas cepat.

Kini, perjalanan dapat ditempuh sekitar 5 menit setelah ruas sepanjang 10 kilometer tersebut tersambung penuh. Efisiensi waktu ini dinilai memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan kenyamanan perjalanan.

Pembangunan dilakukan bertahap sejak 2023 hingga 2025 dengan total anggaran sekitar Rp115 miliar. Tahapan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menyelesaikan proyek secara terukur dan berkelanjutan.

Pada 2023, akses dibuka dalam bentuk jalan tanah. Selanjutnya, 4 kilometer diaspal pada 2024 dan 6 kilometer sisanya dirampungkan pada 2025 hingga seluruh ruas beraspal.

Tantangan Teknis dan Penguatan Struktur Jalan

AHY menjelaskan tantangan utama proyek ini terletak pada kondisi tanah gambut dan rawa. Karakteristik tanah tersebut membutuhkan perlakuan khusus agar konstruksi jalan tetap stabil dan aman digunakan.

Karena itu, dilakukan penguatan struktur melalui pemasangan cerucuk sedalam 4 sampai 6 meter dengan jarak sekitar 40 sentimeter. Selain itu, digunakan geotekstil stabilisator sebelum proses pengaspalan dilakukan.

“Secara umum jalan ini dua lajur, meskipun idealnya empat lajur. Saat ini baru sekitar 150 meter mendekati bandara yang sudah empat lajur. Ke depan akan dikembangkan sesuai kebutuhan dan harapan masyarakat, tentu dengan perhitungan anggaran yang matang,” katanya.

Untuk pelebaran menjadi empat lajur di seluruh ruas, dibutuhkan tambahan anggaran sekitar Rp50 miliar. Perluasan ini akan dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan lalu lintas dan kemampuan pendanaan.

Kondisi Jalan Nasional dan Perbatasan Kalbar

Selain meninjau akses bandara, AHY menerima paparan mengenai kondisi jalan nasional di Kalimantan Barat yang panjangnya sekitar 2.000 kilometer. Ia menyebut 95 sampai 97 persen dalam kondisi baik, meski sebagian ruas masih memiliki lebar 4,5 sampai 5 meter dari ideal 7 meter.

Ia juga menyoroti pembangunan jalan di kawasan perbatasan Kalimantan Barat Malaysia sepanjang sekitar 600 kilometer, dari Temajuk hingga Putussibau. Kawasan ini memiliki nilai strategis baik dari sisi pertahanan maupun ekonomi.

Saat ini sekitar 300 kilometer telah beraspal, sementara penyelesaian seluruh ruas diperkirakan memerlukan anggaran sekitar Rp8 triliun. Pembangunan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah memperkuat beranda terdepan negara.

Menurutnya, pembangunan jalan perbatasan memiliki nilai strategis, tidak hanya dari sisi pertahanan dan keamanan sebagai beranda terdepan negara, tetapi juga dari sisi ekonomi karena kawasan tersebut dikelilingi perkebunan kelapa sawit dan aktivitas produktif lainnya.

Sinergi Pusat dan Daerah Serta Dukungan Pariwisata

“Kami datang untuk mendorong sekaligus memastikan pembangunan infrastruktur terus berjalan dan ada progresnya. Memang selalu ada tantangan anggaran, baik di pusat maupun daerah. Tugas kami adalah menjembatani dan memastikan sinergi antara Kementerian PU secara teknis dengan pemerintah daerah agar pembangunan tetap berjalan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pemeliharaan infrastruktur yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. “Perawatan juga penting. Jangan sampai kita membangun yang satu, sementara yang lain rusak. Infrastruktur harus dijaga agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.

Kunjungan AHY ke Singkawang bertepatan dengan rangkaian Festival Cap Go Meh yang menjadi agenda budaya tahunan berskala nasional dan internasional. Ia menilai infrastruktur yang memadai menjadi fondasi dalam mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

Peninjauan tersebut turut dihadiri Direktur Pembangunan Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU Asep Syarip Hidayat, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalbar Chandra S, serta Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie. AHY juga didampingi Staf Khusus Menko Agust Jovan Latuconsina, Herzaky Mahendra Putra, Irjen Pol Arif Rachman dan Tenaga Ahli Yudhi Prasetyo.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index