JAKARTA - Ketegangan semifinal Copa del Rey menghadirkan drama hingga menit terakhir sebelum satu momen menentukan mengubah arah pertandingan.
Di tengah tekanan dan rivalitas regional yang kental, Real Sociedad menunjukkan ketenangan saat segalanya dipertaruhkan. Laga melawan Athletic Club berlangsung sengit dan penuh intensitas sejak awal. Pada akhirnya, detail kecil di penghujung laga menjadi pembeda yang mengantar tuan rumah ke partai puncak.
Real Sociedad memastikan langkah ke final Copa del Rey setelah menundukkan rival regionalnya, Athletic Club, dalam laga semifinal yang berlangsung sengit. Gol penentu tercipta lewat penalti di fase akhir pertandingan. Kemenangan tersebut sekaligus menegaskan konsistensi Sociedad sepanjang dua leg semifinal. Tiket final pun resmi berada dalam genggaman mereka.
Keunggulan agregat dari leg pertama memberi modal penting bagi Sociedad ketika menjamu Athletic di Estadio Municipal de Anoeta. Namun pertandingan tetap berjalan ketat karena tim tamu datang dengan misi mengejar ketertinggalan. Atmosfer stadion dipenuhi tensi tinggi khas derby Basque. Kedua tim sama-sama bermain disiplin dan berhati-hati.
Keunggulan Tipis Dari Leg Pertama
Real Sociedad sebelumnya membawa keunggulan 1-0 dari leg pertama yang digelar di Estadio de San Mames. Gol tunggal dalam laga tersebut dicetak oleh Benat Turrientes. Keunggulan tipis itu menjadi fondasi penting menghadapi leg kedua. Meski demikian, margin satu gol jelas belum cukup aman.
Athletic Club yang tampil tanpa Nico Williams karena cedera mencoba meningkatkan intensitas serangan sejak awal pertandingan. Meski begitu, mereka kesulitan menciptakan peluang yang benar-benar mengancam gawang tuan rumah. Solidnya lini belakang Sociedad membuat ruang gerak lawan terbatas. Skor tetap imbang tanpa gol dalam waktu yang cukup lama.
Sepanjang babak pertama, kedua tim bermain dalam tempo yang terkontrol. Tekanan demi tekanan dilancarkan, tetapi belum ada peluang bersih yang benar-benar memaksa perubahan skor. Sociedad lebih efektif dalam menjaga ritme permainan. Sementara Athletic tampak kehilangan ketajaman di momen krusial.
VAR Hadirkan Momen Krusial Bagi Sociedad
Ketika duel tampak akan berakhir tanpa gol, momen penentuan muncul di menit-menit akhir. Situasi berubah pada menit ke-87 saat wasit Cesar Soto Grado menunjuk titik penalti setelah meninjau tayangan VAR.
Keputusan itu diambil setelah terjadi pelanggaran tarik kaus terhadap Yangel Herrera yang dilakukan oleh pemain pengganti Athletic Club, Inigo Ruiz de Galarreta. Insiden tersebut langsung memicu reaksi keras dari kubu tim tamu.
Oyarzabal kemudian maju sebagai algojo dan menuntaskan tugasnya dengan tenang. Tendangannya membuat Alex Padilla bergerak ke arah yang salah dan membawa Sociedad semakin dekat ke final. Eksekusi itu sekaligus memecah kebuntuan yang bertahan sepanjang laga. Stadion pun bergemuruh menyambut gol penentu tersebut.
Gol tersebut bukan sekadar mengubah skor, tetapi juga memupus harapan Athletic untuk membalikkan keadaan. Dengan agregat yang semakin menjauh, waktu yang tersisa tak cukup bagi tim tamu untuk merespons. Sociedad menjaga konsentrasi hingga peluit akhir dibunyikan. Kemenangan pun dipastikan dalam suasana penuh emosi.
Athletic Kehilangan Ketajaman Di Laga Penentuan
Sepanjang pertandingan, Athletic Club kesulitan menciptakan peluang yang benar-benar berbahaya. Justru Real Sociedad yang lebih dulu memberikan ancaman melalui tendangan bebas Carlos Soler yang mampu ditepis Alex Padilla. Peluang itu menjadi salah satu momen terbaik tuan rumah di babak pertama. Meski tak berbuah gol, ancaman tersebut menunjukkan inisiatif Sociedad.
Menjelang akhir babak pertama, Goncalo Guedes mencoba peruntungannya dengan sebuah tembakan, tetapi bola hanya menghantam sisi jaring gawang. Babak kedua pun berjalan dengan sedikit peluang bersih dari kedua tim. Permainan lebih banyak berkutat di lini tengah. Ketegangan meningkat seiring waktu yang terus berjalan.
Sociedad sempat mendapatkan kesempatan lewat sundulan Yangel Herrera dari situasi sepak pojok, tetapi bola melambung di atas mistar. Sementara di kubu Athletic, Inaki Williams menjadi pemain yang paling aktif mencoba membuka peluang bagi timnya.
Alex Berenguer juga sempat mendapatkan ruang tembak di dalam kotak penalti, tetapi percobaannya tidak menemui sasaran. Hingga akhirnya penalti Oyarzabal di menit ke-87 memastikan Real Sociedad mengunci tiket ke final.
Menanti Duel Kontra Atletico Madrid Di Final
Kemenangan ini membawa Sociedad mencapai final Copa del Rey untuk ketujuh kalinya sepanjang sejarah klub. Di partai puncak nanti mereka akan menghadapi Atletico Madrid yang lolos dengan agregat 4-3 atas Barcelona meski kalah 3-0 pada leg kedua semifinal. Pertemuan ini dipastikan menyajikan duel menarik antara dua tim dengan karakter kuat. Final akan menjadi panggung pembuktian berikutnya bagi Sociedad.
Sociedad terakhir tampil di final pada edisi 2020, yang digelar tanpa penonton akibat pandemi Covid-19. Final mendatang juga akan menjadi yang pertama bagi mereka di hadapan suporter sejak partai puncak tahun 1988, ketika mereka dikalahkan Barcelona.
Momentum ini memberi nilai emosional tersendiri bagi klub dan pendukungnya. Kini, setelah melewati duel ketat melawan Athletic Club, Real Sociedad bersiap menatap laga final dengan ambisi meraih trofi bergengsi tersebut.