Ezra Walian

Ezra Walian Kembali Dipanggil Timnas Indonesia Momentum Spesial FIFA Series 2026

Ezra Walian Kembali Dipanggil Timnas Indonesia Momentum Spesial FIFA Series 2026
Ezra Walian Kembali Dipanggil Timnas Indonesia Momentum Spesial FIFA Series 2026

JAKARTA - Kabar pemanggilan pemain untuk memperkuat Timnas Indonesia menghadirkan sorotan tersendiri jelang ajang internasional terdekat. 

Pelatih kepala John Herdman memanggil 41 pemain guna memperkuat skuad Garuda pada FIFA Series 2026. Turnamen tersebut akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 27-30 Maret mendatang.

Dari sekian banyak nama yang masuk daftar, perhatian publik tertuju pada sosok yang sempat lama tak terlihat. Pemain itu adalah Ezra Walian yang kembali mendapat kesempatan membela Merah Putih. Kehadirannya memunculkan antusiasme karena ia pernah menjadi bagian penting lini serang tim nasional. Kembalinya sang penyerang memberi nuansa berbeda dalam komposisi skuad.

Perjalanan Panjang Menuju Panggilan Tim Nasional

Ezra terakhir kali mengenakan seragam Timnas Indonesia saat tampil di Piala AFF 2020 yang digelar pada Desember 2021. Sejak saat itu namanya jarang muncul dalam daftar panggilan tim nasional. Waktu yang cukup panjang membuat comeback kali ini terasa spesial bagi pemain maupun pendukung. Banyak pihak menilai momentum ini sebagai kesempatan emas untuk membuka lembaran baru.

Kembalinya Ezra diharapkan mampu menambah variasi di lini depan Timnas Indonesia. Pengalaman internasional yang pernah ia rasakan menjadi nilai tambah tersendiri. Selain itu, kematangannya sebagai pemain juga dinilai meningkat setelah menjalani banyak pertandingan kompetitif. Harapan publik pun mengarah pada kontribusi nyata di ajang internasional mendatang.

Performa Konsisten Bersama Persik Kediri

Musim ini, Ezra tampil gemilang bersama Persik Kediri. Penyerang yang merupakan jebolan akademi Ajax Amsterdam tersebut menunjukkan konsistensi sepanjang kompetisi. Ia berhasil mengoleksi enam gol serta sembilan assist dari total 23 penampilan. Catatan tersebut menegaskan peran pentingnya dalam skema permainan tim.

Kontribusinya tidak hanya terlihat dari angka statistik semata. Pergerakan tanpa bola, visi bermain, serta kerja sama tim membuatnya menjadi elemen vital. Kehadirannya memberi keseimbangan antara penyelesaian akhir dan kreativitas serangan. Penampilan stabil inilah yang kemudian membuka jalan menuju panggilan tim nasional.

Tanggapan Pelatih Persik Kediri

Pelatih Persik, Marcos Reina, turut memberikan respons atas pemanggilan Ezra Walian. Ia mengaku belum menjalin komunikasi langsung dengan John Herdman terkait pemanggilan tersebut. Meski begitu, dirinya tetap menyampaikan dukungan penuh kepada sang pemain. Reaksi itu menunjukkan kebanggaan klub atas capaian anak asuhnya.

"Saya tidak berbicara dengannya (John Herdman). Saya hanya berbicara dengan Ezra, saya mengucapkan selamat kepadanya," ucap Marcos kepada wartawan, Senin (9/3/2026). Pernyataan tersebut menegaskan fokus komunikasi yang masih sebatas internal antara pelatih dan pemain. Situasi itu dinilai wajar mengingat jadwal kompetisi yang padat.

Bentuk Penghargaan atas Kerja Keras Pemain

Menurut pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut, pemanggilan Ezra merupakan bentuk apresiasi atas kerja kerasnya. Ia menilai sang pemain menunjukkan dedikasi tinggi sepanjang musim kompetisi. Konsistensi performa dianggap sebagai faktor utama yang membuatnya layak kembali berseragam tim nasional. Pengakuan itu menjadi validasi atas usaha yang telah ditunjukkan di lapangan.

"Ini adalah penghargaan yang bagus untuknya, untuk musimnya, karena dia menjalani musim yang sangat bagus, mencetak gol, memberikan assist, jadi dia pantas mendapatkannya, saya senang untuknya. Tapi ya, saya belum berbicara dengan pelatih kepala," ujarnya. Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa performa individu tetap menjadi dasar utama seleksi pemain.

Agenda FIFA Series dan Peluang Ezra Walian

Ezra Walian diproyeksikan tampil dalam dua pertandingan ajang FIFA Series 2026. Skuad Merah Putih dijadwalkan menghadapi Timnas Saint Kitts dan Nevis pada 27 Maret 2026. Laga tersebut menjadi pintu awal perjalanan Indonesia di turnamen persahabatan internasional ini. Kesempatan tampil akan menjadi ajang pembuktian bagi sang penyerang.

Tim yang memenangkan pertandingan akan langsung melaju ke partai final. Sementara tim yang kalah akan bermain dalam perebutan tempat ketiga pada 30 Maret 2026. Di sisi lain, semi final lainnya mempertemukan Timnas Bulgaria melawan Timnas Kepulauan Solomon. Seluruh pertandingan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index