JAKARTA - Transportasi udara kembali menjadi perhatian penting bagi masyarakat di wilayah kepulauan, terutama daerah yang memiliki jarak antar pulau cukup jauh.
Kehadiran layanan penerbangan yang rutin dinilai sangat membantu mobilitas masyarakat sekaligus mempercepat konektivitas antar wilayah di kawasan perbatasan.
Di Kabupaten Kepulauan Sangihe, langkah penting dalam penguatan transportasi udara mulai direalisasikan dengan dioperasikannya dua unit pesawat yang akan melayani rute penerbangan di kawasan tersebut. Kehadiran armada ini diharapkan dapat memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang ingin bepergian maupun menjalankan aktivitas ekonomi.
Transportasi udara selama ini menjadi salah satu kebutuhan utama bagi daerah kepulauan seperti Sangihe. Selain mempercepat waktu perjalanan, keberadaan pesawat juga mampu membuka peluang pertumbuhan sektor pariwisata serta memperlancar distribusi barang dan jasa.
Dengan beroperasinya dua pesawat tersebut, masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat transportasi yang lebih cepat dan efisien. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan konektivitas wilayah Nusa Utara dengan daerah lainnya.
Operasional Pesawat Di Wilayah Kepulauan
Mulai 10 Maret 2026, dua unit pesawat terbang resmi beroperasi di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kehadiran armada transportasi udara ini diharapkan mampu meningkatkan pelayanan perjalanan bagi masyarakat yang berada di kawasan kepulauan tersebut.
Pesawat yang beroperasi akan melayani rute penerbangan yang menghubungkan beberapa bandara penting di wilayah tersebut. Rute yang dilayani meliputi Bandara Samratulangi, Naha, dan Melonguane dengan sistem perjalanan pulang pergi.
Kepala Dinas Perhubungan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Drs. Decky Surudani, menyampaikan informasi tersebut kepada RRI.CO.ID pada Senin, 9 Maret 2026. Ia menjelaskan bahwa operasional pesawat ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat di wilayah kepulauan.
Kehadiran layanan penerbangan ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan akses transportasi di daerah yang secara geografis terpisah oleh laut. Dengan demikian, perjalanan antar pulau dapat ditempuh dengan waktu yang jauh lebih singkat.
Jadwal Penerbangan Yang Telah Ditentukan
Menurut keterangan dari pihak Dinas Perhubungan, penerbangan akan dilayani oleh dua maskapai yang beroperasi secara bergantian. Maskapai yang dimaksud adalah Susi Air dan Wings Air yang akan melayani rute penerbangan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Ia menyatakan, penerbangan dua unit pesawat terbang yaitu susi air dan wings air secara bergantian sesuai jadwal yang sudah ditentukan selama lima hari dalam seminggu. Jadwal tersebut telah disusun untuk memastikan layanan penerbangan dapat berjalan secara teratur.
"Untuk susi air setiap senin dan rabu. Sedangkan wings air Selasa, kamis, dan sabtu," ujarnya. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kedua maskapai akan melayani rute penerbangan secara bergantian sesuai jadwal yang telah disepakati.
Dengan sistem jadwal yang telah ditentukan tersebut, masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan rencana perjalanan mereka dengan lebih mudah. Kejelasan jadwal juga memberikan kepastian bagi pengguna jasa transportasi udara di wilayah tersebut.
Peran Pemerintah Daerah Dalam Membuka Penerbangan
Beroperasinya transportasi udara ini tidak terlepas dari upaya pemerintah daerah dalam memperjuangkan akses penerbangan bagi masyarakat kepulauan. Pemerintah daerah terus berupaya membuka jalur transportasi yang dapat meningkatkan konektivitas wilayah.
Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui komunikasi dan kerja sama dengan pihak maskapai penerbangan. Langkah ini bertujuan untuk menghadirkan layanan transportasi udara yang dapat menjangkau daerah kepulauan secara lebih optimal.
Beroperasinya transportasi udara dimaksud tidak lepas dari kerja keras Bupati Kepulauan Sangihe pasca audensi dengan PT. Wings Air di Jakarta. Pertemuan tersebut menjadi bagian penting dalam proses menghadirkan layanan penerbangan di wilayah Nusa Utara.
Dengan adanya dukungan dari pemerintah daerah, diharapkan layanan penerbangan ini dapat terus berkembang di masa mendatang. Kehadiran transportasi udara juga diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Harga Tiket Dan Peluang Penerbangan Perdana
Untuk membuka peluang pada penerbangan perdana di wilayah Nusa Utara, tiket bagi pengguna jasa ditawarkan dengan harga yang relatif terjangkau. Langkah ini diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk memanfaatkan layanan transportasi udara tersebut.
Harga tiket yang disiapkan untuk perjalanan menggunakan layanan ini berada di kisaran Rp800 ribu per orang. Tarif tersebut dianggap cukup kompetitif mengingat perjalanan udara mampu menghemat waktu dibandingkan transportasi laut.
Kehadiran layanan penerbangan ini juga diharapkan mampu meningkatkan konektivitas wilayah Sangihe dengan daerah lain di Sulawesi Utara. Selain itu, sektor pariwisata serta kegiatan ekonomi masyarakat juga berpotensi mengalami peningkatan.
Dengan mulai beroperasinya dua unit pesawat di wilayah tersebut, masyarakat kini memiliki alternatif transportasi yang lebih cepat dan efisien. Hal ini menjadi langkah penting dalam memperkuat jaringan transportasi di wilayah kepulauan Indonesia.