JAKARTA - Pemerataan akses listrik menjadi salah satu prioritas penting dalam pembangunan daerah.
Upaya ini tidak hanya berkaitan dengan penyediaan energi, tetapi juga berhubungan langsung dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah pedesaan.
Di Kalimantan Timur, langkah nyata dalam memperluas akses listrik terus dilakukan oleh pemerintah daerah bersama PT PLN. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, sejumlah desa yang sebelumnya belum terjangkau jaringan listrik kini mulai menikmati pasokan energi yang stabil.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mencatat perkembangan signifikan dalam program pemerataan listrik desa. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan infrastruktur energi hingga ke wilayah terpencil.
Dalam satu tahun masa kepemimpinan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud dan Wakil Gubernur Seno Aji, sebanyak 38 desa baru berhasil terhubung dengan jaringan listrik PLN.
Capaian ini menjadi bagian dari implementasi Program Listrik Desa atau Lisdes yang dijalankan selama tahun anggaran 2025 hingga 2026. Program tersebut dirancang untuk memperluas akses listrik ke wilayah pedesaan yang sebelumnya belum tersentuh jaringan listrik nasional.
Keberhasilan ini juga menunjukkan kerja sama yang kuat antara pemerintah daerah dan PLN dalam mempercepat pembangunan infrastruktur energi di Kalimantan Timur.
Perluasan Jaringan Listrik Hingga Wilayah Pedesaan
Program Listrik Desa menjadi salah satu strategi penting dalam pemerataan pembangunan di Kalimantan Timur. Melalui program ini, pemerintah berupaya memastikan bahwa seluruh masyarakat memiliki akses terhadap energi listrik.
Selama ini, sebagian desa di wilayah pedalaman masih bergantung pada sumber listrik non-PLN. Kondisi tersebut membuat pasokan listrik sering kali terbatas dan tidak stabil.
Melalui program Lisdes, jaringan listrik mulai dibangun secara bertahap hingga menjangkau daerah yang sebelumnya sulit dijangkau. Pembangunan infrastruktur ini membutuhkan koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah dan PLN.
Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan jaringan listrik semata. Namun juga mencakup penguatan sistem distribusi agar pasokan listrik dapat berjalan secara stabil dan berkelanjutan.
Dengan adanya listrik dari PLN, masyarakat desa kini dapat menikmati akses energi yang lebih andal untuk mendukung berbagai aktivitas sehari-hari.
Jumlah Desa Berlistrik Terus Meningkat
Berdasarkan data terbaru, Kalimantan Timur memiliki total 1.038 desa yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Dari jumlah tersebut, sebagian besar desa kini telah menikmati layanan listrik dari PLN.
Sebelumnya tercatat sebanyak 928 desa telah teraliri listrik PLN. Sementara itu, masih ada 110 desa yang belum terhubung dengan jaringan listrik nasional.
Dalam satu tahun terakhir, sebanyak 38 desa baru berhasil terhubung dengan jaringan listrik PLN. Dengan pencapaian tersebut, jumlah desa yang belum teraliri listrik PLN kini berkurang secara signifikan.
Saat ini tercatat hanya tersisa 72 desa yang masih belum mendapatkan layanan listrik dari PLN. Pemerintah daerah terus berupaya mempercepat pembangunan jaringan listrik agar desa-desa tersebut segera teraliri listrik.
Perkembangan ini menunjukkan adanya kemajuan nyata dalam program pemerataan energi di Kalimantan Timur.
Target Rasio Desa Berlistrik Mencapai Penuh
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memiliki target ambisius dalam program pemerataan listrik desa. Pemerintah optimistis rasio desa berlistrik PLN dapat mencapai seratus persen dalam beberapa tahun ke depan.
Target tersebut diharapkan dapat tercapai pada tahun 2027. Dengan demikian seluruh desa di wilayah Kalimantan Timur dapat menikmati layanan listrik yang stabil.
Program Lisdes dipandang sebagai langkah strategis untuk mewujudkan pembangunan yang merata. Infrastruktur listrik menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan daerah.
Kehadiran listrik juga membuka peluang pengembangan berbagai sektor ekonomi di pedesaan. Usaha kecil dan kegiatan produktif masyarakat dapat berkembang dengan dukungan energi yang memadai.
Selain itu, akses listrik yang merata juga mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah pedesaan.
Manfaat Listrik Bagi Kehidupan Masyarakat Desa
Hadirnya jaringan listrik PLN di desa-desa membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Energi listrik menjadi kebutuhan penting dalam mendukung berbagai aktivitas sehari-hari.
Dengan adanya listrik yang stabil, masyarakat dapat menjalankan kegiatan ekonomi dengan lebih produktif. Berbagai usaha rumahan maupun kegiatan perdagangan dapat berkembang lebih baik.
Akses terhadap pendidikan juga semakin terbuka dengan adanya listrik. Anak-anak di desa kini dapat belajar pada malam hari dengan penerangan yang memadai.
Selain itu, layanan kesehatan di pedesaan juga dapat meningkat dengan dukungan listrik yang stabil. Fasilitas kesehatan dapat menggunakan berbagai peralatan medis yang membutuhkan pasokan listrik.
Tidak hanya itu, masyarakat desa juga mulai memiliki akses yang lebih luas terhadap teknologi informasi. Kehadiran listrik memungkinkan penggunaan perangkat komunikasi serta internet yang sebelumnya sulit dijangkau.
Dengan berbagai manfaat tersebut, program pemerataan listrik desa menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pemerintah berharap pembangunan infrastruktur energi ini dapat terus berlanjut hingga seluruh desa terhubung dengan jaringan listrik nasional.
Ke depan, kerja sama antara pemerintah daerah dan PLN diharapkan semakin kuat. Upaya ini diperlukan agar target pemerataan listrik dapat tercapai sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Dengan semakin luasnya jaringan listrik di wilayah pedesaan, pembangunan di Kalimantan Timur diharapkan dapat berjalan lebih merata. Masyarakat di desa maupun kota dapat merasakan manfaat pembangunan secara bersama-sama.