Menu Buka Puasa

Menu Buka Puasa Hangat Dan Manis Favorit Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur

Menu Buka Puasa Hangat Dan Manis Favorit Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur
Menu Buka Puasa Hangat Dan Manis Favorit Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur

JAKARTA - Bagi banyak orang, waktu berbuka puasa selalu menjadi momen yang paling dinantikan setelah menjalani aktivitas seharian. 

Setelah menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, tubuh tentu membutuhkan asupan untuk memulihkan energi. Karena itu, pilihan makanan saat berbuka menjadi hal yang penting bagi setiap orang yang menjalankan ibadah puasa.

Kebiasaan berbuka setiap orang pun berbeda. Ada yang langsung menyantap makanan berat begitu waktu Magrib tiba. Namun, tidak sedikit pula yang memilih memulai dengan menu ringan seperti kurma atau minuman hangat sebelum menyantap hidangan utama. Cara ini dinilai lebih nyaman bagi tubuh setelah berjam-jam tidak menerima asupan makanan dan minuman.

Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur termasuk orang yang memiliki kebiasaan sederhana dalam berbuka puasa. Ia memilih memulai dengan makanan yang hangat dan manis. Menu seperti kurma atau minuman hangat menjadi pilihan pertama sebelum melanjutkan ke hidangan utama setelah menunaikan salat Magrib.

Baginya, kebiasaan tersebut bukan hanya soal selera, tetapi juga kenyamanan tubuh setelah menjalani puasa sepanjang hari. Mengawali berbuka dengan makanan ringan dinilai lebih nikmat dan membantu tubuh beradaptasi sebelum menerima makanan yang lebih berat.

Kebiasaan Berbuka Dengan Menu Hangat Dan Manis

Ali Masykur mengaku memiliki kebiasaan yang hampir selalu sama setiap kali berbuka puasa. Ia lebih memilih makanan dan minuman yang hangat serta memiliki rasa manis. Kebiasaan ini sudah ia jalani sejak lama ketika menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Menurutnya, menu hangat terasa lebih nyaman bagi tubuh yang seharian tidak menerima asupan. Minuman hangat atau takjil manis menjadi pilihan yang sederhana namun tetap memberikan rasa segar setelah menahan lapar dan dahaga selama berjam-jam.

"Didahulukan yang hangat dan manis. Kalau terlalu banyak es batu kurang enak. Kalau yang hangat-hangat lebih nikmat. Kedua, yang manis-manis itu sunah,” kata Ali Masykur.

Setelah menikmati menu pembuka tersebut, ia biasanya melanjutkan dengan salat Magrib terlebih dahulu. Barulah setelah itu hidangan utama disantap bersama keluarga atau orang-orang terdekat. Cara ini membuat momen berbuka terasa lebih tertata dan tidak terburu-buru.

Menu Pembuka Sederhana Sebelum Hidangan Utama

Dalam kesehariannya selama Ramadan, Ali Masykur tidak menyiapkan menu berbuka yang terlalu rumit. Ia lebih memilih menu yang sederhana namun tetap memberikan rasa nyaman saat dinikmati setelah seharian berpuasa.

Biasanya ia memulai berbuka dengan kurma, minuman hangat, atau takjil manis lainnya. Menu tersebut cukup untuk mengembalikan energi tubuh sebelum melanjutkan dengan makanan utama. Pilihan seperti ini juga umum dilakukan banyak umat Muslim saat berbuka puasa.

Selain memberikan energi cepat bagi tubuh, makanan manis juga dianggap sebagai sunnah dalam berbuka puasa. Oleh karena itu, kebiasaan tersebut tetap ia pertahankan setiap kali Ramadan tiba.

Bagi Ali, berbuka puasa tidak harus dengan hidangan yang mewah. Yang lebih penting adalah bagaimana momen tersebut bisa dinikmati dengan penuh rasa syukur setelah menjalani ibadah puasa sepanjang hari.

Sahur Tanpa Permintaan Menu Khusus

Berbeda dengan sebagian orang yang memiliki menu favorit saat sahur, Ali Masykur justru mengaku tidak memiliki permintaan khusus. Ia cenderung menyantap apa pun yang tersedia di rumah tanpa harus memilih hidangan tertentu.

Menu sahur di rumahnya biasanya sederhana dan menyesuaikan dengan apa yang bisa disiapkan oleh keluarga. Baginya, yang paling penting adalah makanan tersebut cukup untuk menjaga stamina selama menjalani puasa.

Kesederhanaan tersebut juga menjadi bagian dari kebiasaannya dalam menjalani Ramadan. Ia tidak ingin merepotkan keluarga dengan permintaan menu tertentu, terutama pada waktu sahur yang biasanya berlangsung sangat pagi.

Dengan pola makan yang sederhana, ia tetap bisa menjalani aktivitas sehari-hari selama Ramadan tanpa merasa terbebani oleh urusan makanan.

Peran Keluarga Dalam Menyiapkan Menu Sahur

Ali Masykur mengaku bahwa urusan menu sahur sepenuhnya ia serahkan kepada sang istri. Apa pun yang telah disiapkan di meja makan selalu ia terima dengan penuh rasa syukur.

Menurutnya, yang paling penting dari sahur bukanlah jenis makanan yang disajikan, melainkan kebersamaan dengan keluarga. Momen sahur menjadi waktu yang singkat namun tetap memiliki makna tersendiri dalam suasana Ramadan.

Ia juga menyadari bahwa tidak semua orang memiliki kesempatan menikmati hidangan sahur yang lengkap. Karena itu, apa pun yang tersedia tetap ia nikmati sebagai bagian dari rasa syukur.

Dengan sikap tersebut, suasana sahur di rumahnya tetap berjalan sederhana namun hangat. Tidak ada tuntutan menu tertentu, yang ada hanyalah kebersamaan sebelum menjalani puasa sepanjang hari.

Kesederhanaan Hidangan Saat Sahur Dan Berbuka

Ali Masykur menilai bahwa esensi puasa bukanlah pada kemewahan makanan yang tersedia di meja makan. Justru kesederhanaan dalam menjalani ibadah Ramadan dapat memberikan makna yang lebih dalam.

Ia mengaku tidak keberatan jika menu sahur yang tersedia hanya berupa makanan sederhana. Bahkan jika hanya ada ikan panggang khas daerah pantura, ia tetap menikmatinya dengan rasa syukur.

"Misalnya hanya ada ikan panggang, makanan khas pantura, ya sudah dimakan apa adanya. Karena orang berpuasa itu yang paling dinanti saat berbuka, bukan sahur. Kadang cukup kurma dan air,” ujarnya sembari tersenyum.

Bagi Ali, berbuka puasa memang menjadi momen yang paling dinanti setelah seharian berpuasa. Namun, ia tetap menjalani semuanya dengan cara yang sederhana tanpa harus berlebihan dalam memilih makanan.

Pada akhirnya, Ramadan bukan sekadar tentang hidangan yang disajikan, melainkan tentang bagaimana seseorang menjalani ibadah dengan penuh keikhlasan. Kesederhanaan dalam sahur maupun berbuka justru membuat momen Ramadan terasa lebih bermakna bagi dirinya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index