JAKARTA - Arus balik Lebaran 2026 menjadi momentum penting untuk menguji kesiapan infrastruktur di berbagai daerah, termasuk di Jawa Tengah.
Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, kualitas jalan dan fasilitas pendukung menjadi sorotan utama para pemudik.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan jalan nasional dan provinsi siap dilalui pemudik pada arus balik Lebaran 2026. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa kondisi infrastruktur jalan di wilayahnya berada dalam kondisi prima.
Ia menegaskan bahwa tidak ada keluhan signifikan dari masyarakat terkait kondisi jalan selama periode mudik maupun arus balik. Selain itu, angka kecelakaan lalu lintas juga terpantau mengalami penurunan.
“Ini menunjukkan bahwa bukan hanya faktor jalan, tetapi kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas juga semakin baik,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Selasa 24 Maret 2026.
Kondisi jalan dinilai semakin baik dibanding tahun sebelumnya
Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menyiapkan infrastruktur jalan mendapat apresiasi luas dari para pemudik. Penilaian positif ini datang dari berbagai pengguna jalan yang melintasi wilayah tersebut.
Pemudik asal Grobogan tujuan Jakarta, Haikal Faiz 18 tahun, menilai kondisi jalan di Jawa Tengah kini jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun lalu. Ia melihat adanya perubahan signifikan terutama dalam kualitas permukaan jalan.
“Kalau dibanding dua tahun lalu, sekarang sudah banyak perubahan. Memang masih ada beberapa titik yang berlubang, tapi secara umum sudah bagus,” ucapnya usai mengisi bahan bakar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Jalan Lingkar Weleri Kendal.
Penilaian ini memperkuat bahwa perbaikan infrastruktur berjalan konsisten dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Fasilitas pendukung perjalanan juga mendapat sorotan positif
Selain kondisi jalan, pemudik juga menyoroti fasilitas umum yang tersedia di sepanjang jalur mudik. Kebersihan dan kelayakan fasilitas menjadi faktor penting dalam kenyamanan perjalanan.
Haikal menilai fasilitas seperti masjid dan SPBU dalam kondisi bersih serta layak digunakan untuk beristirahat. Hal ini menjadi nilai tambah bagi para pemudik yang menempuh perjalanan jarak jauh.
“Kebersihannya terjaga, airnya jernih, jadi nyaman untuk istirahat,” ungkapnya.
Meski demikian, ia berharap adanya penambahan posko mudik di titik strategis guna membantu pemudik saat terjadi kepadatan lalu lintas.
Perjalanan lebih lancar berkat peningkatan kualitas jalan
Pemudik lain dari Kudus menuju Jakarta, Edi, juga merasakan dampak positif dari perbaikan infrastruktur jalan. Ia mengaku perjalanan mudiknya kali ini terasa jauh lebih nyaman.
“Sebulan yang lalu saya lihat jalan Semarang Kudus itu banyak rusak dan berlubang, tetapi kemarin kami pulang lancar sekali,” katanya.
Senada dengan itu, Tio Setiawan 36 tahun, pemudik asal Banjarnegara tujuan Jakarta, turut mengapresiasi kualitas jalan selama arus mudik dan balik Lebaran 2026.
“Infrastruktur bagus, jalannya halus, perjalanan relatif lancar,” tuturnya saat singgah di Rest Area KM 424 Jatingaleh Kota Semarang Jawa Tengah.
Ia juga menyebut sempat melihat beberapa insiden di jalan, namun tidak mengganggu kelancaran perjalanan secara keseluruhan.
Jalur utama dinilai mulus dan minim hambatan
Sementara itu, Ken Aditya 40 tahun, pemudik asal Sumenep menuju Jakarta, menilai jalur di Jawa Tengah dalam kondisi sangat baik. Ia merasakan langsung kenyamanan selama melintasi sejumlah ruas utama.
“Sepanjang Solo sampai Semarang bagus, tidak ada lubang. Jadi, perjalanan lancar tanpa kendala,” jelasnya.
Ken juga mengapresiasi fasilitas rest area yang dinilai lengkap dan terawat dengan baik. Mulai dari tempat ibadah hingga area kuliner tersedia dengan kondisi yang memadai.
“Fasilitasnya lengkap dan terawat, jadi pemudik bisa beristirahat dengan nyaman,” katanya.
Ia bahkan menyempatkan diri menginap satu hari di Solo untuk mengunjungi Keraton Surakarta serta menikmati kuliner setempat.
Layanan kesehatan disiagakan selama arus mudik dan balik
Selain infrastruktur jalan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memastikan layanan kesehatan tetap siaga selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026. Hal ini dilakukan untuk menjamin keselamatan pemudik.
Petugas kesehatan di Posko Mudik Exit Tol Weleri Kendal, Marlina, menyampaikan bahwa layanan dibuka selama 16 hingga 25 Maret 2026 dan beroperasi selama 24 jam.
“Setiap shift ada dua petugas. Pemudik yang datang rata rata melakukan pemeriksaan kesehatan ringan seperti cek tekanan darah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tingkat kunjungan di posko exit tol relatif lebih landai karena adanya pengaturan arus lalu lintas satu arah.
Namun demikian, pemudik cenderung lebih banyak memadati rest area sebagai tempat beristirahat.
Dengan seluruh kesiapan infrastruktur dan layanan pendukung tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengimbau para pemudik untuk memanfaatkan fasilitas yang tersedia demi menjaga keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan arus balik Lebaran.