JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatatkan kinerja positif pada Triwulan I 2025 dengan membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp13,80 triliun. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan yang solid di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan akibat tensi geopolitik dan perang tarif.
Pertumbuhan Kredit Didominasi Segmen UMKM
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menjelaskan bahwa penyaluran kredit BRI mencapai Rp1.373,66 triliun, tumbuh 4,97% secara tahunan (year-on-year/yoy). Dari jumlah tersebut, sekitar 81,97% atau Rp1.126,02 triliun disalurkan ke segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
"Penyaluran kredit UMKM BRI yang terus tumbuh positif tersebut juga diiringi oleh berbagai inisiatif untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan," ujar Akhmad.
Salah satu inisiatif tersebut adalah pengembangan AgenBRILink yang jumlahnya telah mencapai 1,2 juta agen, tersebar di lebih dari 67 ribu desa atau menjangkau lebih dari 88% dari total desa di Indonesia. AgenBRILink mencatat volume transaksi sebesar Rp423 triliun sepanjang Triwulan I 2025.
Kualitas Aset Meningkat
Direktur Manajemen Risiko BRI, Mucharom, mengungkapkan bahwa rasio Non-Performing Loan (NPL) BRI membaik dari 3,11% pada akhir Triwulan I 2024 menjadi 2,97% pada akhir Triwulan I 2025. Rasio Loan at Risk (LAR) juga menurun dari 12,68% menjadi 11,12% pada periode yang sama.
"Dengan coverage ratio yang sangat memadai ini, BRI tidak hanya mampu menjaga stabilitas neraca secara berkelanjutan, namun juga memberikan keyakinan kepada investor, regulator, dan seluruh stakeholders bahwa perseroan memiliki fundamental yang kuat dalam menghadapi dinamika ekonomi," jelas Mucharom.
Digitalisasi Melalui BRImo
Direktur Network & Retail Funding BRI, Aquarius Rudianto, menyampaikan bahwa pengguna aplikasi BRImo mencapai 40,28 juta pada akhir Maret 2025, meningkat 20,26% yoy. BRImo melayani 1,2 miliar transaksi finansial dengan volume sebesar Rp1.599 triliun, naik 27,79% yoy.
"Dalam menghadapi era digitalisasi, BRI juga aktif membangun infrastruktur pembayaran yang modern dengan memperluas jangkauan layanan transaksi non-tunai di seluruh lapisan masyarakat," ungkap Aquarius.
BRI telah membangun ekosistem pembayaran digital dengan dukungan lebih dari 4,3 juta merchant QRIS dan 344 ribu merchant EDC yang tersebar dari pusat kota hingga pelosok desa.
Likuiditas dan Permodalan yang Kuat
Direktur Finance & Strategy BRI, Viviana Dyah Ayu, menyatakan bahwa kondisi likuiditas dan permodalan BRI tetap kuat dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 86,03% dan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 24,03%, jauh di atas ketentuan batas minimal CAR yang dipersyaratkan.
"Kinerja positif BRI hingga akhir Maret 2025 juga didukung dengan kondisi likuiditas yang memadai dan permodalan yang kuat," ungkap Viviana.
Komitmen Terhadap Ekonomi Kerakyatan
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa BRI akan terus memperkuat perannya sebagai bank yang pro-rakyat dengan fokus pada pemberdayaan UMKM sebagai upaya nyata dalam mendukung pertumbuhan dan ketahanan ekonomi nasional.
"Dengan pijakan kinerja positif pada tiga bulan pertama tahun 2025 ini, ke depan BRI optimis dapat mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang berkelanjutan dengan mengedepankan prinsip-prinsip prudential banking dan risk management yang baik di tengah dinamika kondisi perekonomian global," pungkas Hery.