Laba Bersih BRI Kuartal I 2025 Rp13,80 Triliun, Bukti Kinerja Keuangan Bank yang Kokoh dan Fokus pada Pengembangan Kredit UMKM serta Digitalisasi

Laba Bersih BRI Kuartal I 2025 Rp13,80 Triliun, Bukti Kinerja Keuangan Bank yang Kokoh dan Fokus pada Pengembangan Kredit UMKM serta Digitalisasi

JAKARTA — Di tengah tekanan ekonomi global akibat tensi geopolitik dan kebijakan perang tarif internasional, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) tetap membukukan kinerja yang solid. Laba bersih konsolidasian pada kuartal I 2025 mencapai Rp13,80 triliun, ditopang oleh kekuatan konsumsi domestik dan keberpihakan pada sektor UMKM.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyebutkan bahwa meskipun tekanan global masih tinggi, Indonesia memiliki keunggulan struktural yang memungkinkan stabilitas tetap terjaga.

“Kami optimistis karena konsumsi domestik masih menjadi motor utama ekonomi nasional, dan BRI sebagai bank yang berfokus pada UMKM mampu memanfaatkan momentum tersebut,” ujar Hery.

Kredit UMKM Jadi Kontributor Utama

Penyaluran kredit BRI mencapai Rp1.373,66 triliun, tumbuh 4,97% secara tahunan. Sebesar Rp1.126,02 triliun atau hampir 82% disalurkan ke sektor UMKM. Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menegaskan bahwa peningkatan tersebut menunjukkan peran aktif BRI dalam menjaga daya tahan ekonomi rakyat.

“Kami tidak hanya menyalurkan kredit, tapi juga memberdayakan melalui edukasi, digitalisasi, dan pembukaan akses layanan keuangan di tingkat desa,” ungkap Akhmad.

Salah satu inisiatif unggulan adalah AgenBRILink yang kini telah mencapai 1,2 juta agen dengan pertumbuhan 49,48% yoy, menjangkau lebih dari 88% desa di Indonesia.

Kualitas Kredit Membaik, Risiko Terkelola

Direktur Manajemen Risiko BRI, Mucharom, menyampaikan bahwa BRI tidak hanya tumbuh, tapi juga membenahi kualitas portofolio kredit. NPL turun menjadi 2,97%, dan Loan at Risk (LAR) membaik menjadi 11,12%.

“Peningkatan ini buah dari penerapan prinsip kehati-hatian serta strategi pencadangan yang kuat, tercermin dari rasio NPL Coverage yang mencapai 200,60%,” katanya.

Dana Murah Naik, BRImo Pacu Digitalisasi

Dari sisi pendanaan, BRI menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.421,60 triliun. Direktur Network & Retail Funding BRI, Aquarius Rudianto, menyebut dana murah (CASA) mendominasi dengan porsi 65,77%.

“Kinerja ini ditopang digitalisasi layanan lewat BRImo. Saat ini ada 40,28 juta pengguna aktif dengan volume transaksi mencapai Rp1.599 triliun,” ucapnya.

BRI juga memperkuat ekosistem digital dengan 4,3 juta merchant QRIS dan 344 ribu EDC yang tersebar dari kota hingga desa.

Modal Kuat, Siap Tumbuh Lebih Tinggi

Direktur Finance & Strategy BRI, Viviana Dyah Ayu, menyebut kondisi likuiditas BRI sangat memadai dengan LDR di 86,03% dan CAR sebesar 24,03%.

“Dengan modal dan likuiditas yang kuat, kami memiliki ruang besar untuk ekspansi dan tetap adaptif menghadapi tantangan ekonomi ke depan,” tutur Viviana.

Jaringan Terluas dan Ekosistem Besar Jadi Keunggulan BRI

Saat ini BRI memiliki lebih dari 36.600 tenaga pemasar yang tersebar dari kota hingga pedesaan. Selain itu, basis pelanggan BRI juga sangat besar, yakni 221 juta rekening simpanan dan 211 ribu pengguna QLola untuk layanan korporasi.

“Ekosistem besar ini adalah kekuatan strategis kami dalam menciptakan inklusi keuangan dan mendukung transformasi menuju bank modern dan inklusif,” tutup Hery.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index