BRI Manfaatkan Sistem Digital untuk Menjaga Kualitas Penyaluran KUR dan Meminimalkan Risiko Kredit Bermasalah

BRI Manfaatkan Sistem Digital untuk Menjaga Kualitas Penyaluran KUR dan Meminimalkan Risiko Kredit Bermasalah

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menegaskan perannya sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga akhir Triwulan I tahun 2025, BRI berhasil menyalurkan KUR senilai Rp42,23 triliun, atau setara 24,13 persen dari total alokasi KUR nasional yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp175 triliun.

Penyaluran dana sebesar itu telah menjangkau 975 ribu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai penjuru Tanah Air. Hal ini sekaligus memperkuat posisi BRI sebagai lembaga keuangan yang paling aktif dalam mendorong pemberdayaan ekonomi akar rumput.

Dalam keterangan resminya, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menyatakan bahwa program KUR merupakan instrumen penting dalam memperluas akses pembiayaan secara inklusif, terutama bagi pelaku usaha di sektor produktif. Menurutnya, pembiayaan yang tepat sasaran mampu memberi efek berganda (multiplier effect) terhadap pertumbuhan ekonomi secara nasional.

“Penyaluran KUR yang berfokus pada sektor produktif merupakan bentuk keberpihakan nyata BRI terhadap pembangunan ekonomi nasional. BRI meyakini bahwa pembiayaan yang tepat sasaran dapat menciptakan multiplier effect yang signifikan, khususnya dalam mendorong kemandirian usaha dan membuka lapangan pekerjaan,” ungkap Hendy, Sabtu 18 Mei 2025.

Sektor Pertanian Dominasi Penyaluran KUR

Dari total penyaluran KUR BRI selama kuartal pertama 2025, sebanyak 62,43 persen atau sekitar Rp26,38 triliun diarahkan ke sektor-sektor produksi seperti pertanian, perikanan, industri pengolahan, dan perdagangan produktif. Dari angka tersebut, sektor pertanian menjadi yang paling dominan dengan realisasi penyaluran mencapai Rp18,09 triliun.

Angka ini menunjukkan bahwa BRI tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga turut mendorong ketahanan pangan nasional dan keberlanjutan sektor pertanian. Langkah ini dinilai sangat strategis, terutama di tengah ancaman krisis pangan global dan dinamika ekonomi dunia yang tak menentu.

“Dukungan terhadap sektor pertanian tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan, serta mendukung upaya pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan,” ujar Hendy.

Ia menambahkan bahwa fokus BRI dalam pembiayaan sektor pertanian merupakan bagian dari strategi besar membangun fondasi ekonomi nasional yang tangguh, mandiri, dan inklusif.

Jaga Kualitas Kredit dengan Prinsip Kehati-hatian

Meskipun ekspansi penyaluran KUR dilakukan secara agresif, BRI tetap menerapkan prinsip kehati-hatian (prudent banking) dalam pengelolaan portofolio kredit. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) BRI yang per Maret 2025 tercatat hanya sebesar 2,29 persen. Angka ini masih jauh di bawah ambang batas risiko yang ditetapkan regulator perbankan nasional.

Pencapaian tersebut tidak lepas dari strategi manajemen risiko yang efektif, serta penggunaan sistem monitoring berbasis teknologi digital yang semakin diperkuat. Melalui pendekatan digital dan analisis data yang komprehensif, BRI mampu mengidentifikasi potensi risiko sejak dini dan menjaga kualitas penyaluran kredit tetap sehat.

BRISPOT Permudah Proses Penyaluran KUR

Dalam era digitalisasi perbankan, BRI telah memanfaatkan berbagai inovasi teknologi untuk mempercepat sekaligus memperluas jangkauan program KUR. Salah satu instrumen andalan yang digunakan BRI adalah aplikasi BRISPOT, yaitu sistem digital yang memungkinkan proses pengajuan KUR dilakukan secara cepat, akurat, dan efisien.

Dengan BRISPOT, petugas lapangan BRI dapat melakukan verifikasi data calon debitur secara real-time, bahkan di daerah-daerah terpencil. Hal ini memungkinkan pelaku UMKM yang sebelumnya tidak terjangkau layanan perbankan kini bisa memperoleh akses pembiayaan formal dengan mudah.

“BRI mengoptimalkan teknologi digital agar proses pengajuan dan pencairan KUR menjadi lebih terukur, cepat, dan inklusif,” ujar Hendy. “Dengan demikian, pelaku UMKM di desa sekalipun tetap bisa menikmati layanan keuangan yang adil dan merata.”

Jangkauan BRI hingga Pelosok, UMKM Tak Terlewatkan

Keunggulan lain dari BRI adalah jaringan distribusi yang sangat luas, dengan ribuan unit kerja dan agen BRILink yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Jangkauan ini menjadi kekuatan utama dalam menjangkau pelaku UMKM di pelosok negeri yang selama ini belum terlayani secara maksimal oleh perbankan konvensional.

Melalui skema penyaluran KUR yang menjangkau desa-desa, BRI berhasil mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pembiayaan informal seperti rentenir. Ini sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan literasi keuangan dan memberdayakan ekonomi desa secara berkelanjutan.

Peran Strategis UMKM dalam Ekonomi Nasional

Program KUR yang dijalankan oleh BRI selaras dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis UMKM. Hingga kini, UMKM terbukti menjadi sektor penyerap tenaga kerja terbesar dan penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) nasional secara signifikan.

Dengan realisasi penyaluran sebesar Rp42,23 triliun pada awal tahun ini, BRI masih memiliki ruang yang cukup besar untuk merealisasikan sisa target KUR 2025. Dengan sisa kuartal yang tersedia, BRI optimistis mampu memaksimalkan alokasi Rp175 triliun yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Komitmen Jangka Panjang BRI untuk Ekonomi Kerakyatan

Lebih dari sekadar penyaluran kredit, program KUR BRI merupakan bagian dari strategi jangka panjang membangun ekosistem ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berdaya saing. Dalam implementasinya, BRI tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga menyediakan pendampingan usaha, pelatihan kewirausahaan, dan edukasi keuangan bagi debitur UMKM.

Langkah ini membuktikan bahwa BRI tidak sekadar mendorong pelaku UMKM bertahan dalam situasi ekonomi sulit, melainkan juga mempersiapkan mereka naik kelas dan siap bersaing di pasar nasional maupun global.

Dengan menyalurkan KUR senilai Rp42,23 triliun kepada 975 ribu pelaku UMKM hingga Maret 2025, BRI telah menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional dari akar rumput. Fokus pada sektor produktif, khususnya pertanian, menjadi bukti nyata kontribusi BRI dalam mendukung ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi rakyat.

Melalui pendekatan berbasis teknologi, prinsip kehati-hatian, serta jaringan distribusi yang luas, BRI bertekad terus memperluas akses pembiayaan produktif bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Upaya ini menjadikan BRI sebagai motor utama dalam mewujudkan ekonomi kerakyatan yang kuat, tangguh, dan inklusif menuju masa depan Indonesia yang lebih sejahtera.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index