JAKARTA - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatat kenaikan signifikan pada Selasa, 20 Januari 2026.
Pergerakan ini menandai level tertinggi baru (All Time High/ATH) bagi logam mulia tersebut. Investor dan kolektor emas-perak menyoroti reli harga ini dengan antusias.
Menurut laman Logam Mulia, harga perak Antam naik Rp 500 ke level Rp 58.400 per gram. Kenaikan ini menembus batas psikologis sebelumnya di Rp 58.000 per gram, menegaskan momentum bullish yang kuat di pasar domestik.
Dalam beberapa hari terakhir, harga perak memang bergerak fluktuatif. Pada Senin, logam mulia ini sebelumnya sudah menyentuh Rp 57.900 per gram, naik Rp 1.700 dari perdagangan sebelumnya.
Walau sempat turun Rp 600 pada Sabtu ke Rp 56.200 per gram, perak Antam berhasil bangkit dan kembali mencetak rekor baru. Hal ini menunjukkan permintaan tinggi yang mendorong harga logam mulia.
Rincian Harga Perak Antam Hari Ini
Harga dasar perak Antam dengan berat 250 gram dipatok Rp 15.000.000. Setelah PPN 11%, harga jual mencapai Rp 16.650.000. Sementara untuk perak 500 gram, harga dasar Rp 29.200.000, dan harga termasuk PPN Rp 32.412.000.
Produk Heritage Antam juga mengalami kenaikan signifikan. Perak Heritage 31,1 gram dihargai Rp 2.364.072, atau Rp 2.624.120 setelah PPN. Untuk berat 186,6 gram, harga perak Antam Heritage Rp 13.062.736, termasuk PPN Rp 14.499.637.
Lonjakan harga ini menunjukkan bahwa investor masih mengandalkan logam mulia sebagai aset safe haven. Tren kenaikan harga diikuti oleh minat beli dari investor ritel maupun institusi.
Selain itu, perak Antam menjadi pilihan diversifikasi portofolio bagi mereka yang sudah berinvestasi emas. Keunggulan likuiditas dan nilai jual kembali menjadikan perak semakin diminati.
Harga Perak Dunia Mencatat Rekor Baru
Harga perak global juga melanjutkan penguatan pada hari ini. Dikutip dari CNBC, harga perak naik ke level US$ 93,35 per troy ons dan terakhir terlihat US$ 93,02 per troy ons. Ini menandai kenaikan 5,06% dari posisi sebelumnya.
Sementara harga perak spot naik 3,55% ke US$ 93,16 per troy ons. Kenaikan ini sejalan dengan tren global dan memberi tekanan positif bagi harga logam mulia domestik.
Momentum bullish ini menjadi peluang bagi investor yang ingin menambah kepemilikan logam mulia. Perak, yang harganya lebih terjangkau dibanding emas, kerap menjadi pilihan bagi investor pemula.
Kenaikan ini juga mencerminkan pergeseran fokus pasar terhadap logam industri dan safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik.
Faktor Global Pemicu Kenaikan Perak
Lonjakan harga perak dipicu pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump menaikkan tarif impor terhadap delapan negara Eropa. Kebijakan ini memicu tekanan terhadap kawasan zona euro.
Investor global cenderung mencari aset aman di tengah ketidakpastian politik dan ekonomi. Perak, sebagai logam industri sekaligus aset safe haven, menjadi pilihan utama.
Selain itu, permintaan industri elektronik dan perhiasan ikut mendorong harga naik. Fluktuasi dolar AS juga memberikan efek positif terhadap harga logam mulia.
Sentimen geopolitik yang tidak menentu membuat investor mengalihkan dana ke perak, yang cenderung lebih stabil dibanding saham atau obligasi di kondisi krisis global.
Strategi Investasi Perak di Tengah Reli Harga
Investor disarankan memantau harga perak harian melalui laman resmi Logam Mulia atau platform trading terpercaya. Pergerakan harga yang cepat memerlukan strategi beli dan jual yang tepat.
Diversifikasi portofolio tetap penting. Perak bisa digabungkan dengan emas dan aset lain untuk meminimalkan risiko. Investor juga disarankan mempertimbangkan likuiditas dan biaya transaksi saat membeli logam mulia.
Bagi pemula, membeli perak ukuran kecil seperti 5–10 gram bisa menjadi pilihan. Likuiditas tinggi dan harga terjangkau memudahkan likuidasi saat dibutuhkan.
Tren kenaikan perak hari ini menunjukkan peluang jangka pendek dan jangka menengah yang menarik bagi investor cerdas, sambil tetap memperhatikan faktor risiko global dan domestik.
Outlook Perak dan Prospek Pasar Domestik
Pasar domestik diprediksi tetap stabil dengan tren bullish jika sentimen global dan permintaan investor tetap tinggi. Perak Antam berpotensi mempertahankan level harga baru, terutama di kisaran Rp 58.000–Rp 60.000 per gram.
Likuiditas tinggi di pasar ritel dan institusi akan mendukung pergerakan harga yang sehat. Investor dianjurkan untuk tetap mengikuti perkembangan geopolitik dan kebijakan perdagangan internasional.
Dengan strategi yang tepat, logam mulia tetap menjadi instrumen aman sekaligus peluang investasi yang menarik di tengah ketidakpastian ekonomi global.