JAKARTA - Serabi Solo bukan sekadar jajanan tradisional yang hadir di sudut-sudut Kota Surakarta, tetapi juga simbol kehangatan budaya yang diwariskan lintas generasi.
Aroma santan yang menguar saat serabi dimasak kerap membangkitkan kenangan tentang dapur tradisional dan suasana pagi di kota budaya. Teksturnya yang lembut dengan rasa manis gurih seimbang membuat serabi Solo tetap dicari hingga kini.
Keistimewaan serabi Solo terletak pada kesederhanaan bahan dan teknik memasaknya. Tanpa kuah manis seperti serabi dari daerah lain, serabi Solo justru menonjolkan rasa asli adonan tepung beras dan santan. Cara memasaknya yang perlahan di atas api kecil menciptakan pori-pori alami serta pinggiran kering yang menjadi ciri khas.
Kini, menikmati serabi Solo tidak harus menunggu perjalanan ke Kota Bengawan. Dengan mengikuti langkah yang tepat, serabi manis gurih khas Solo bisa dibuat sendiri di rumah. Resep ini dirangkum dari Liputan6.com, Selasa (20/1/2026), dengan tetap mempertahankan cita rasa autentik seperti versi tradisionalnya.
Keunikan serabi solo sebagai jajanan legendaris
Serabi Solo dikenal memiliki karakter berbeda dibandingkan serabi dari daerah lain. Kue ini dibuat dari tepung beras sebagai bahan utama, sehingga menghasilkan tekstur yang lembut namun tidak lengket. Perpaduan santan kental dan gula menciptakan rasa gurih manis yang ringan, tidak berlebihan.
Dalam budaya masyarakat Surakarta, serabi bukan hanya camilan, tetapi juga suguhan dalam berbagai momen kebersamaan. Mulai dari sarapan hingga teman minum teh sore, serabi selalu hadir sebagai makanan yang merakyat. Kesederhanaannya justru menjadi daya tarik utama yang membuatnya tak lekang oleh waktu.
Popularitas serabi Solo juga didukung oleh metode memasak tradisional menggunakan wajan tanah liat. Teknik ini menghasilkan aroma khas yang sulit ditiru oleh peralatan modern. Meski kini banyak yang menggunakan wajan anti lengket, prinsip memasaknya tetap sama, yaitu perlahan dan penuh kesabaran.
Bahan utama yang menentukan cita rasa
Untuk menghasilkan serabi Solo manis gurih yang autentik, pemilihan bahan menjadi langkah awal yang penting. Tepung beras digunakan sebagai dasar adonan, memberikan tekstur khas yang lembut. Gula pasir berfungsi sebagai pemanis utama yang menyatu dengan santan.
Santan kental dari kelapa segar menjadi kunci aroma dan rasa gurih serabi. Santan yang dimasak hingga hangat akan lebih mudah menyatu dengan adonan tanpa pecah. Soda kue ditambahkan secukupnya untuk membantu adonan mengembang dan membentuk pori-pori di permukaan.
Sebagai pelengkap, topping seperti cokelat meses, irisan pisang, atau nangka dapat digunakan sesuai selera. Meski demikian, serabi Solo klasik tetap mempertahankan topping sederhana demi menjaga keaslian rasa.
Langkah membuat adonan serabi yang halus
Proses pembuatan dimulai dengan mencampurkan tepung beras dan air sedikit demi sedikit. Aduk perlahan hingga adonan tercampur rata dan tidak menggumpal. Tahap ini penting agar tekstur serabi nantinya halus dan tidak bergerindil.
Setelah adonan licin, masukkan gula pasir dan aduk kembali hingga larut sempurna. Tambahkan soda kue secukupnya untuk membantu proses pengembangan saat dipanggang. Sementara itu, santan kental dimasak terpisah hingga hangat sambil terus diaduk agar tidak pecah.
Persiapan adonan yang tepat akan memudahkan proses memasak dan menghasilkan serabi dengan tekstur lembut serta rasa seimbang. Pastikan adonan tidak terlalu kental atau terlalu encer.
Teknik memasak agar serabi berpori cantik
Panaskan wajan kecil anti lengket atau wajan tanah liat, lalu olesi tipis dengan minyak. Gunakan api kecil agar serabi matang perlahan dan tidak gosong. Tuang satu sendok sayur adonan ke tengah wajan, biarkan menyebar secara alami.
Saat adonan mulai setengah matang dan pori-pori muncul di permukaan, tuang sedikit santan kental di atasnya. Tutup wajan agar uap panas membantu proses pematangan. Teknik ini membuat bagian tengah serabi tetap lembut.
Tambahkan topping sesuai selera sebelum serabi matang sempurna. Serabi Solo matang ditandai dengan pinggiran yang kering, sementara bagian tengahnya masih empuk. Angkat dan sajikan selagi hangat.
Sejarah serabi solo dalam tradisi jawa
Serabi telah dikenal sejak masa Kerajaan Mataram dan tercatat dalam Serat Centhini, naskah sastra Jawa awal abad ke-19. Dalam catatan tersebut, serabi disebut sebagai hidangan dalam berbagai prosesi adat, seperti pernikahan dan ruwahan. Hal ini menunjukkan peran serabi dalam kehidupan sosial masyarakat Jawa.
Menurut Bondan Winarno (alm.), serabi diyakini sebagai hasil perkembangan kue apem yang mendapat pengaruh kuliner India. Di Solo, penggunaan santan yang lebih banyak membuat teksturnya lebih lembut dan aromanya khas.
Perkembangan serabi Solo semakin dikenal sejak munculnya Serabi Notosuman pada tahun 1923. Dari sinilah serabi Solo menjadi identitas kuliner Surakarta yang bertahan hingga sekarang.
Tips agar serabi solo lembut dan gurih
Agar serabi berhasil sempurna, gunakan santan segar dari kelapa tua karena aromanya lebih kuat. Pastikan api tetap kecil dan stabil selama proses memasak. Hindari membuka tutup wajan terlalu sering karena uap panas berperan penting dalam pematangan.
Dengan mengikuti langkah dan tips di atas, cara membuat serabi Solo manis gurih dapat menghasilkan sajian yang lembut, harum, dan bercita rasa autentik. Serabi pun siap dinikmati sebagai camilan tradisional yang tetap relevan di berbagai generasi.