JAKARTA - Persib Bandung harus melalui laga yang penuh kesabaran dan ketegangan sebelum akhirnya mengamankan tiga poin penting di kandang sendiri.
Menjamu PSBS Biak pada lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu malam WIB, Maung Bandung menang tipis 1-0 lewat gol penentuan yang tercipta di menit-menit akhir pertandingan. Kemenangan ini menjadi penegasan mental juara Persib di hadapan puluhan ribu Bobotoh.
Hasil tersebut bukan hanya berarti tambahan tiga poin, tetapi juga membawa Persib kembali ke puncak klasemen sementara. Tim asuhan Bojan Hodak kini mengoleksi 41 poin, unggul satu angka dari Borneo FC yang harus rela turun ke posisi kedua. Sementara itu, PSBS Biak semakin tertekan di papan bawah karena masih tertahan di peringkat ke-15 dengan raihan 16 poin.
Meski berstatus tuan rumah dan unggul kualitas di atas kertas, Persib tidak mendapatkan kemenangan dengan mudah. PSBS tampil disiplin, bertahan rapat, dan beberapa kali merepotkan lini belakang Maung Bandung. Laga ini menjadi bukti bahwa konsistensi Persib di kandang tetap terjaga, meski harus ditebus dengan kerja keras hingga peluit akhir dibunyikan.
Tekanan awal Persib di depan Bobotoh
Didukung atmosfer luar biasa dari Bobotoh yang memadati stadion, Persib langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit pertama. Penguasaan bola lebih banyak berada di kaki tuan rumah, dengan Thom Haye menjadi motor permainan di lini tengah. Pergerakannya kerap membuka ruang dan memancing pertahanan PSBS keluar dari posisinya.
Peluang berbahaya pertama hadir pada menit ke-17 melalui Berguinho. Gelandang serang Persib itu melepaskan sepakan spekulatif yang mengarah ke gawang, tetapi kiper PSBS, Kadu, tampil sigap dan menepis bola dengan susah payah. Bola muntah yang tercipta gagal dimanfaatkan pemain Persib lainnya.
Tekanan terus berlanjut. Kakang Rudianto hampir membawa Persib unggul pada menit ke-24 lewat tembakan keras dari luar kotak penalti. Namun lagi-lagi, Kadu menjadi tembok kokoh yang menggagalkan peluang tersebut. Kepercayaan diri Persib meningkat, tetapi efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah.
Peluang demi peluang belum berbuah gol
Pada menit ke-32, giliran Beckham Putra yang mengancam gawang PSBS. Aksi individunya yang lincah diakhiri dengan sepakan ke tiang jauh, tetapi bola masih melenceng tipis dari sasaran. Persib terlihat semakin frustrasi karena dominasi mereka belum mampu diubah menjadi gol.
PSBS perlahan mulai keluar dari tekanan di pertengahan babak pertama. Tim tamu mengandalkan serangan balik cepat, dan dua kali peluang dari Barbosa memaksa kiper Persib, Teja Paku Alam, bekerja ekstra keras. Refleks Teja menjadi penyelamat Persib agar tidak tertinggal lebih dulu.
Menjelang turun minum, Persib kembali mendapat kesempatan emas. Beckham Putra melepaskan tembakan jarak jauh yang kembali mengarah ke gawang, tetapi Kadu tampil konsisten menjaga mistarnya tetap perawan. Hingga wasit meniup peluit akhir babak pertama, skor kacamata 0-0 masih bertahan.
Perubahan strategi usai jeda pertandingan
Tidak ingin mengulangi kebuntuan, Bojan Hodak melakukan perubahan setelah turun minum. Andrew Jung dimasukkan untuk menambah variasi serangan dan meningkatkan daya gedor di lini depan. Persib tetap tampil menekan, berusaha memanfaatkan lebar lapangan dan umpan-umpan silang.
Keuntungan besar datang pada menit ke-56. PSBS harus bermain dengan sepuluh pemain setelah kapten tim, Heri Susanto, menerima kartu kuning kedua dari wasit. Situasi ini membuat peta permainan berubah, dengan Persib semakin dominan dan PSBS terpaksa bertahan total.
Unggul jumlah pemain, Persib mengurung pertahanan PSBS. Namun, rapatnya barisan belakang tim tamu membuat Maung Bandung kembali kesulitan menembus kotak penalti. PSBS memilih bertahan rendah dan hanya mengandalkan serangan balik sporadis untuk mencuri peluang.
Kesabaran Persib diuji hingga menit akhir
Waktu terus berjalan, tetapi gol yang dinantikan Bobotoh belum juga tercipta hingga memasuki menit ke-80. Bojan Hodak kembali mengambil langkah berani dengan memasukkan Ramon Tanque dan Robi Darwis. Pergantian ini bertujuan menambah energi dan memaksimalkan duel-duel udara di area pertahanan PSBS.
Tekanan Persib semakin intens. Umpan-umpan silang mulai diarahkan ke kotak penalti, memanfaatkan postur Ramon Tanque. PSBS yang kelelahan mulai kehilangan konsentrasi, sementara Persib terus menekan tanpa henti.
Kesabaran akhirnya terbayar pada menit ke-88. Ramon Tanque memenangkan duel udara dan menyundul bola ke arah Berguinho. Tanpa ragu, Berguinho menyambar bola tersebut dan menggetarkan gawang PSBS. Stadion GBLA pun bergemuruh menyambut gol yang sangat krusial.
Puncak klasemen kembali dalam genggaman
Gol dramatis tersebut memastikan kemenangan 1-0 untuk Persib hingga laga berakhir. Tambahan tiga poin membuat Persib kembali ke puncak klasemen BRI Super League 2025/2026 dengan 41 poin. Rekor sempurna di kandang pun tetap terjaga, menjadi modal penting dalam perburuan gelar musim ini.
Bagi PSBS Biak, kekalahan ini menambah tekanan di papan bawah klasemen. Meski tampil disiplin dan sempat merepotkan Persib, mereka harus pulang tanpa poin. Sementara itu, Persib menunjukkan karakter kuat sebagai kandidat juara, mampu menang meski harus menunggu hingga menit-menit terakhir pertandingan.