JAKARTA - Manchester United mulai menyusun langkah jangka panjang menjelang bursa transfer musim panas 2026 dengan fokus utama memperkuat lini tengah.
Klub berjuluk Setan Merah itu disebut telah menyiapkan strategi finansial agar bisa merekrut dua gelandang top Liga Inggris. Salah satu skema yang disiapkan adalah dengan mengalihkan beban gaji pemain veteran untuk mendanai transfer baru.
Pendekatan ini menunjukkan perubahan sudut pandang manajemen dalam membangun skuad. Alih-alih mempertahankan pemain berusia senior dengan gaji besar, Manchester United memilih membuka ruang bagi regenerasi tim. Langkah ini juga dinilai selaras dengan kebutuhan taktik dan dinamika kompetisi yang semakin menuntut energi serta mobilitas tinggi di lini tengah.
Laporan dari TEAMtalk mengungkapkan bahwa Casemiro menjadi bagian dari rencana tersebut. Gelandang asal Brasil itu dikabarkan akan dilepas sebagai agen bebas saat kontraknya berakhir. Dana yang dihemat dari gaji besarnya akan dialokasikan untuk mendatangkan pemain baru yang dianggap lebih sesuai dengan rencana jangka panjang klub.
Fokus pembenahan lini tengah jelang musim baru
Manchester United memang telah lama dikaitkan dengan rencana penambahan amunisi di sektor gelandang. Lini tengah dinilai menjadi area krusial yang perlu diperkuat agar tim mampu bersaing konsisten di Liga Inggris dan kompetisi Eropa. Evaluasi internal klub mengarah pada kebutuhan pemain dengan profil dinamis dan usia lebih muda.
Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah nama mulai mencuat sebagai target utama. Klub-klub pemilik pemain tersebut diketahui enggan melepas aset mereka di tengah musim. Karena itu, Manchester United memilih bersabar dan menunggu momen yang tepat di bursa transfer musim panas.
Keputusan ini diambil dengan pertimbangan matang. Manajemen menilai perekrutan di waktu yang tepat akan memberi dampak lebih besar dibanding memaksakan transfer di tengah kompetisi. Dengan perencanaan sejak dini, klub berharap bisa bergerak cepat begitu jendela transfer dibuka.
Tiga target awal dan satu yang mulai menjauh
Sebelumnya, Manchester United dikabarkan membidik tiga gelandang muda potensial, yakni Elliot Anderson, Adam Wharton, dan Carlos Baleba. Ketiganya tampil menonjol bersama klub masing-masing di Liga Inggris dan dinilai cocok dengan kebutuhan Setan Merah.
Namun, upaya merekrut Anderson diperkirakan menemui jalan buntu. Laporan terbaru menyebut sang pemain lebih tertarik bergabung dengan Manchester City. Situasi ini membuat Manchester United harus mengalihkan fokus ke target lain yang dinilai lebih realistis.
Dengan menyisakan Wharton dan Baleba, klub tetap optimistis bisa mendapatkan dua gelandang berkualitas. Keduanya dianggap memiliki karakter permainan yang sesuai dengan gaya sepak bola modern yang ingin diterapkan Manchester United dalam beberapa musim ke depan.
Strategi dana dari kepergian Casemiro
Salah satu faktor kunci dalam rencana transfer Manchester United adalah pengelolaan gaji. Casemiro diketahui menerima bayaran sangat besar di Old Trafford. Gajinya dilaporkan mencapai sekitar 350.000 poundsterling per pekan, atau setara Rp8 miliar.
Kontrak Casemiro akan berakhir pada Juni 2026. Dengan tidak memperpanjang masa baktinya, Manchester United dapat memangkas pengeluaran secara signifikan. Dana tersebut kemudian akan digunakan untuk mendanai perekrutan gelandang baru yang menjadi target utama klub.
Langkah ini dipandang sebagai keputusan strategis. Selain mengurangi beban finansial, Manchester United juga membuka ruang bagi peremajaan skuad. Kebijakan tersebut sejalan dengan upaya klub membangun tim yang lebih seimbang antara pengalaman dan tenaga muda.
Pertimbangan perpanjangan kontrak sempat muncul
Meski demikian, keputusan melepas Casemiro bukan tanpa pertimbangan. TEAMtalk mengonfirmasi bahwa sempat terjadi pembicaraan antara Direktur Sepak Bola Manchester United, Jason Wilcox, dengan pihak sang pemain. Klub bahkan disebut mempertimbangkan opsi perpanjangan kontrak satu tahun.
Wacana tersebut muncul dengan syarat adanya pemotongan gaji yang cukup signifikan. Penampilan Casemiro yang dinilai masih menjanjikan dalam beberapa laga terakhir menjadi alasan munculnya opsi tersebut. Klub tidak menutup mata terhadap kontribusi sang gelandang selama ini.
“Manchester United siap mempertimbangkan untuk menawarkan perpanjangan kontrak satu tahun kepada Casemiro, dengan syarat (gaji) yang jauh lebih rendah sebagai bagian dari usaha perombakan skuad mereka secara keseluruhan,” ungkap jurnalis Graeme Bailey kepada TEAMtalk.
Keinginan Casemiro membuka babak baru
Meski mendapat tawaran untuk bertahan lebih lama, Casemiro disebut telah mengambil keputusan pribadi. Gelandang berusia 33 tahun itu merasa waktunya di Old Trafford sudah mendekati akhir. Ia ingin memulai babak baru dalam perjalanan karier dan kehidupannya.
Sumber yang dekat dengan Casemiro menyebut sang pemain tidak ingin menunda keputusan hingga musim panas. Ia memilih bersikap terbuka sejak awal agar Manchester United dapat menyusun rencana masa depan dengan lebih jelas dan terarah.
“Pemain berusia 33 tahun itu menghargai kesediaan klub untuk mempertahankannya selama satu tahun lagi. Namun, dia merasa sudah saatnya untuk memulai babak baru dalam hidup,” sambung Bailey dalam laporan yang sama.
Langkah strategis demi masa depan klub
Keputusan Manchester United melepas Casemiro dan mengalihkan gajinya untuk mendatangkan gelandang baru mencerminkan perubahan filosofi klub. Fokus tidak lagi semata pada nama besar, melainkan keseimbangan tim dan keberlanjutan performa jangka panjang.
Dengan membidik Adam Wharton dan Carlos Baleba, Setan Merah menunjukkan komitmen membangun lini tengah yang lebih segar dan kompetitif. Jika rencana ini berjalan sesuai harapan, Manchester United berpeluang memasuki musim 2026/2027 dengan fondasi yang lebih kuat.
Kini, perhatian publik tertuju pada realisasi strategi tersebut. Bursa transfer musim panas 2026 dipastikan menjadi momen krusial yang akan menentukan arah Manchester United di masa mendatang.