Carrick Dipuji Usai Kalahkan City Arsenal Namun MU Diminta Tak Terburu Putuskan

Senin, 26 Januari 2026 | 09:58:54 WIB
Carrick Dipuji Usai Kalahkan City Arsenal Namun MU Diminta Tak Terburu Putuskan

JAKARTA - Euforia tengah menyelimuti Manchester United setelah dua kemenangan beruntun yang diraih di bawah arahan caretaker Michael Carrick. 

Dalam waktu singkat, mantan gelandang andalan Setan Merah itu mampu menghadirkan perubahan signifikan, baik dari sisi hasil maupun performa permainan. Situasi ini membuat optimisme kembali tumbuh di Old Trafford setelah periode yang penuh tekanan sebelumnya.

Namun, di balik sorotan positif tersebut, muncul pula peringatan keras agar klub tidak larut dalam euforia sesaat. Sejumlah pihak menilai dua kemenangan saja belum cukup menjadi dasar untuk mengambil keputusan besar. Pandangan ini menekankan pentingnya kehati-hatian Manchester United dalam menentukan arah jangka panjang klub.

Awal manis Carrick bersama Manchester United

Michael Carrick menjalani start yang nyaris sempurna sebagai caretaker Manchester United. Dua laga awal yang dipimpinnya berakhir dengan kemenangan, sebuah pencapaian yang langsung menarik perhatian publik sepak bola. Carrick dipercaya menggantikan Ruben Amorim, dan langsung mampu memberikan dampak instan bagi tim.

Kemenangan pertama diraih saat Manchester United menundukkan Manchester City dengan skor meyakinkan 2-0. Hasil tersebut tidak hanya berarti tiga poin, tetapi juga suntikan moral besar karena diraih atas rival sekota. Permainan solid dan disiplin membuat City kesulitan mengembangkan permainan.

Momentum positif itu berlanjut pada laga berikutnya. Manchester United kembali tampil impresif dengan mempermalukan Arsenal di Emirates Stadium pada Minggu (25/1/2026). Kemenangan di kandang lawan menegaskan bahwa performa MU di bawah Carrick bukan sekadar kebetulan.

Dukungan suporter dan wacana kontrak permanen

Dua kemenangan dahsyat atas tim besar langsung memicu antusiasme suporter Manchester United. Banyak fans mulai mendorong manajemen klub untuk mempertimbangkan Michael Carrick sebagai manajer permanen. Mereka menilai Carrick berhasil menciptakan suasana tenang di ruang ganti.

Carrick juga dinilai mampu membangkitkan performa sejumlah pemain yang sebelumnya tampil kurang maksimal. Sentuhan taktik sederhana namun efektif membuat permainan MU terlihat lebih cair. Kondisi ini membuat sebagian pihak melihat Carrick sebagai solusi internal yang ideal.

Wacana mempermanenkan Carrick pun mulai ramai diperbincangkan di media. Bagi sebagian pendukung, kemenangan atas City dan Arsenal dianggap sebagai bukti kapasitas Carrick dalam menangani tekanan besar. Namun, pandangan ini tidak sepenuhnya disepakati semua pihak.

Peringatan keras Roy Keane untuk Manchester United

Legenda Manchester United, Roy Keane, menjadi salah satu sosok yang paling vokal mengingatkan klub agar tidak terburu-buru mengambil keputusan. Keane menilai kemenangan atas Manchester City dan Arsenal memang impresif, tetapi belum bisa dijadikan ukuran mutlak.

Keane menegaskan bahwa dua pertandingan bukanlah indikator cukup untuk menilai kualitas seorang manajer. Menurutnya, siapa pun bisa memenangkan dua laga, termasuk melawan tim besar, dalam kondisi tertentu. Oleh karena itu, Manchester United diminta menahan diri dari keputusan emosional.

“Anda sekarang bersikap konyol. Dua penampilan hebat, tetapi siapa pun bisa memenangkan dua pertandingan. Itulah yang dia harus lakukan sampai akhir musim, dan bahkan jika mereka berhasil naik ke posisi keempat, saya tidak yakin dia orang yang tepat untuk pekerjaan itu. Sama sekali tidak,” kata Keane kepada Sky Sports.

Tantangan bagi Carrick menjaga konsistensi

Roy Keane secara terbuka menantang Michael Carrick untuk membuktikan kemampuannya dalam jangka panjang. Menurut Keane, tantangan sesungguhnya bukan pada dua laga besar, melainkan menjaga konsistensi hingga akhir musim. Konsistensi itulah yang membedakan manajer sementara dan manajer top.

Keane menilai Carrick harus mampu menghadapi berbagai situasi, termasuk saat tim berada dalam tekanan atau hasil tidak berpihak. Liga Inggris dikenal kompetitif dan penuh dinamika, sehingga kestabilan performa menjadi kunci utama. Dua kemenangan awal dinilai belum cukup menjawab tantangan tersebut.

Bagi Carrick sendiri, periode ini menjadi kesempatan emas untuk menunjukkan kapasitas kepemimpinannya. Setiap pertandingan ke depan akan menjadi ujian penting bagi kredibilitasnya sebagai calon manajer jangka panjang Manchester United.

MU disebut butuh pelatih berpengalaman

Dalam pandangan Roy Keane, Manchester United seharusnya mencari manajer dengan nama besar dan pengalaman matang. Ia menilai klub sebesar MU membutuhkan sosok pelatih yang sudah teruji di level tertinggi. Hal ini dianggap penting demi menjaga stabilitas dan ambisi klub.

“Saya pikir mereka membutuhkan manajer yang lebih besar dan lebih baik. Tetapi dia memiliki kesempatan. Kesempatan yang luar biasa baginya dan dia telah memanfaatkannya, jadi salut untuknya,” imbuh Keane. Pernyataan ini menunjukkan Keane tetap memberi apresiasi pada Carrick, meski ragu dengan prospeknya sebagai manajer permanen.

Pernyataan Keane mencerminkan dilema yang tengah dihadapi Manchester United. Di satu sisi, Carrick memberikan hasil instan dan dukungan suporter. Di sisi lain, klub harus berpikir rasional untuk masa depan. Keputusan yang diambil akan sangat menentukan arah Setan Merah ke depan.

Terkini