Harga Mobil Listrik Terbaru Januari 2026, BYD Atto 1 Naik Signifikan

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:38:28 WIB
Harga Mobil Listrik Terbaru Januari 2026, BYD Atto 1 Naik Signifikan

JAKARTA - Memasuki akhir Januari 2026, produsen mobil listrik di Indonesia mulai menyesuaikan harga jual produknya. 

Kenaikan harga ini terjadi pada beberapa model Changan, Wuling, dan BYD, termasuk mobil listrik terlaris BYD Atto 1. Penyesuaian harga ini menandai tren baru dalam pasar kendaraan listrik domestik.

Peningkatan harga mobil listrik terjadi hampir di seluruh merek. Model Changan Deepal S07 naik Rp50 juta, sedangkan Lumin naik Rp21 juta. Sementara itu, hampir semua model Wuling mengalami penyesuaian harga antara Rp30 juta hingga Rp56 juta. BYD Atto 1 Dynamic mengalami kenaikan dari Rp195 juta menjadi Rp199 juta, sementara varian Premium tetap.

Kenaikan harga di berbagai merek mobil listrik

Selain Changan, Wuling, dan BYD, beberapa merek internasional juga melakukan penyesuaian harga. Hyundai Ioniq 5 dan Ioniq 6 mengalami kenaikan, begitu pula model Lexus UX 300e dan RZ 450e. BMW, Mercedes-Benz, dan Volvo tetap mempertahankan harga beberapa model, namun sebagian lain mengalami perubahan menyesuaikan biaya produksi dan logistik.

Penyesuaian harga ini dipengaruhi oleh faktor biaya bahan baku, inflasi, serta strategi pasar. Pabrikan menyesuaikan harga untuk tetap menjaga profitabilitas, sekaligus menyeimbangkan permintaan konsumen yang terus meningkat terhadap kendaraan ramah lingkungan.

BYD Atto 1 tetap menjadi model favorit masyarakat

Meskipun mengalami kenaikan harga, BYD Atto 1 tetap menjadi pilihan favorit konsumen. Varian Dynamic dan Premium menawarkan spesifikasi menarik dengan harga kompetitif, menjadikannya salah satu model yang paling dicari di segmen mobil listrik menengah. Popularitas BYD Atto 1 turut mendorong pertumbuhan pasar mobil listrik di Indonesia.

Kenaikan harga ini dinilai wajar oleh pengamat otomotif, karena mencerminkan tren global. Permintaan yang tinggi ditambah biaya produksi dan distribusi yang meningkat membuat produsen harus menyesuaikan harga. Konsumen masih menunjukkan minat kuat terhadap kendaraan ramah lingkungan, terutama model yang terjangkau dan efisien.

Dampak penyesuaian harga terhadap pasar mobil listrik

Perubahan harga memengaruhi strategi pembelian konsumen dan perencanaan produsen. Bagi calon pembeli, kenaikan harga mungkin mendorong keputusan membeli lebih cepat sebelum harga naik lebih lanjut. Sementara produsen menggunakan momentum ini untuk meningkatkan margin dan menyesuaikan target produksi.

Selain itu, kenaikan harga mobil listrik turut memengaruhi persepsi pasar terhadap nilai investasi jangka panjang. Konsumen yang mempertimbangkan efisiensi energi, insentif pemerintah, dan biaya operasional akan menilai kembali pilihan kendaraan mereka.

Daftar harga lengkap mobil listrik per akhir Januari 2026

Berikut beberapa harga terbaru:

▪ BYD Atto 1 Dynamic: Rp199 juta, Premium: Rp235 juta

▪ Changan Deepal S07: Rp649 juta, Lumin: Rp199 juta

▪ Wuling Air ev Lite: Rp214 juta, Lite LR: Rp251 juta, Pro: Rp307 juta

▪ Hyundai Ioniq 5 N: Rp1,3 miliar, Batik: Rp911,2 juta, Prime SR: Rp809 juta

▪ BMW i4 eDrive35: Rp1,84 miliar, i5 eDrive40: Rp2,22 miliar

▪ Lexus UX 300e: Rp1,57 miliar, RZ 450e: Rp2,28 miliar

▪ Mercedes-Benz EQB 250+ Progressive Line: Rp1,69 miliar

Harga lainnya dari merek seperti Citroen, Denza, DFSK, Geely, GWM, Jaecoo, Kia, MG, Nissan, Polytron, Seres, Toyota, Vinfast, dan Volvo juga mengalami penyesuaian. Model entry-level hingga premium tercakup, mencerminkan variasi pasar yang terus berkembang.

Prospek pasar mobil listrik Indonesia 2026

Dengan kenaikan harga ini, pasar mobil listrik diperkirakan tetap stabil karena minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan tinggi. Dukungan pemerintah melalui insentif pajak dan fasilitas kendaraan listrik memperkuat minat pembeli. Tren ini menunjukkan mobil listrik akan menjadi pilihan utama dalam jangka menengah.

Penyesuaian harga juga mendorong produsen untuk meningkatkan kualitas, layanan purna jual, dan fitur kendaraan. Konsumen diuntungkan dari inovasi teknologi, jaminan baterai, dan efisiensi energi yang terus meningkat. Hal ini diperkirakan akan mempercepat adopsi mobil listrik di Indonesia, sejalan dengan target transisi energi nasional.

Dengan kenaikan harga BYD Atto 1 dan model lainnya, pasar mobil listrik menunjukkan dinamika yang sehat. Produsen menyesuaikan strategi, konsumen mulai menimbang efisiensi jangka panjang, dan pemerintah tetap mendukung pertumbuhan melalui kebijakan insentif. Tren ini menegaskan bahwa mobil listrik semakin menjadi bagian penting dari transportasi modern di Indonesia.

Terkini