JAKARTA - Keamanan pribadi kini berkembang jauh melampaui pagar tinggi dan kamera pengawas.
Di kalangan superkaya, proteksi menjadi bagian dari gaya hidup, bahkan identitas. Dari kebutuhan itulah, bisnis anjing penjaga terlatih kelas atas tumbuh pesat dan menawarkan nilai ekonomi yang mengejutkan.
Di Montana, Amerika Serikat, seorang perempuan berusia lima puluh satu tahun memilih meninggalkan karier mapan demi jalur yang sama sekali berbeda. Kim Greene, mantan penasihat kebijakan internasional, kini sukses membangun perusahaan anjing penjaga elite dengan harga fantastis, mencapai USD 175.000 atau setara Rp2,9 miliar per ekor.
Greene saat ini menjabat sebagai Presiden sekaligus salah satu pendiri Svalinn, perusahaan pembiakan dan pelatihan anjing penjaga premium. Anjing-anjing yang dilatih Svalinn bukan sekadar pelindung, tetapi juga disiapkan hidup berdampingan dengan keluarga kaya dalam keseharian mereka.
Anjing Penjaga Sebagai Proteksi dan Gaya Hidup
Salah satu anjing andalan Svalinn bernama Ruin, seekor Dutch Shepherd campuran berusia lima belas bulan. Dalam aktivitas harian, Ruin terlihat ramah seperti anjing keluarga pada umumnya, bahkan nyaman berada di sekitar anak-anak dan tamu.
Namun, di balik sifat tenangnya, Ruin memiliki kemampuan proteksi tingkat tinggi. Dalam hitungan detik, ia bisa berubah menjadi penjaga agresif yang sepenuhnya patuh pada perintah pelatihnya.
“Mampu mengerahkan anjing Anda dan mengembalikannya ke kepatuhan, hanya dalam sepersekian detik, adalah seni yang benar-benar terlatih,” ujar Kim Greene, Jumat (16/1/2026).
Svalinn beroperasi di lahan seluas seratus tujuh puluh hektare di Livingston, Montana. Dalam satu waktu, perusahaan ini dapat membesarkan hingga empat puluh enam ekor anjing yang semuanya menjalani proses seleksi dan pelatihan ketat.
Setiap anjing dilatih selama dua tahun penuh. Program tersebut mencakup kepatuhan, perlindungan, stabilitas emosi, hingga sosialisasi intensif dengan anak-anak dan lingkungan keluarga.
Selektif dan Berorientasi Kualitas
Dengan harga jual yang sangat tinggi, Svalinn bukan bisnis massal. Greene menegaskan bahwa tidak semua orang bisa menjadi kliennya, meski memiliki kemampuan finansial.
“Ini bukan produk massal. Kami selektif demi kualitas dan keselamatan,” tegasnya.
Pendekatan tersebut terbukti efektif secara bisnis. Pada tahun dua ribu dua puluh empat, Svalinn membukukan pendapatan sebesar USD 2,97 juta dan berhasil mencetak laba bersih.
Klien perusahaan ini berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pengusaha besar, profesional kelas atas, hingga pensiunan pejabat militer. Mereka mencari sistem keamanan yang tidak hanya efektif, tetapi juga terintegrasi dengan kehidupan keluarga.
Bagi para klien, anjing penjaga elite dianggap sebagai solusi proteksi non senjata yang tetap memberikan rasa aman maksimal tanpa kesan agresif berlebihan.
Berawal dari Zona Konflik Dunia
Kesuksesan Svalinn tidak lahir dalam semalam. Sebelum terjun ke bisnis ini, Greene memiliki pengalaman panjang di wilayah konflik. Ia pernah bekerja sebagai penasihat kebijakan untuk mantan Presiden Afghanistan, Hamid Karzai.
Setelah itu, Greene pindah ke Nairobi, Kenya, dan mendirikan perusahaan keamanan bernama Ridgeback. Fokus awal bisnis tersebut adalah pengawalan diplomat dan pelatihan keamanan di daerah rawan konflik.
Ide melibatkan anjing penjaga muncul secara personal. Saat hamil, Greene mengadopsi seekor Dutch Shepherd bernama Banshee untuk melindungi dirinya. Kehadiran Banshee menarik perhatian banyak orang dan memunculkan kesadaran baru.
Greene melihat potensi anjing sebagai alat perlindungan non senjata yang efektif. Namun, perjalanan bisnis ini tidak selalu mulus. Selama bertahun-tahun, Ridgeback belum menghasilkan keuntungan dan nyaris bangkrut.
Titik balik datang ketika Greene dan keluarganya pindah ke Amerika Serikat pada dua ribu tiga belas. Mereka menetap di Montana dan mulai memusatkan bisnis di sana.
Pada dua ribu lima belas, Ridgeback resmi berganti nama menjadi Svalinn dan sepenuhnya fokus pada pembiakan serta pelatihan anjing penjaga elite.
Magnet Baru bagi Kalangan Superkaya
Keputusan pindah ke Montana terbukti tepat. Kawasan Amerika Barat kini menjadi magnet bagi kalangan superkaya, baik sebagai tempat tinggal maupun tujuan investasi jangka panjang.
Menurut sosiolog Universitas Yale, Justin Farrell, wilayah ini menarik karena menawarkan gaya hidup alam terbuka serta kebijakan pajak warisan dan properti yang relatif rendah.
Di sisi lain, meningkatnya kekerasan terhadap tokoh publik turut mendorong lonjakan investasi di sektor keamanan pribadi. Anjing penjaga kini menjadi bagian penting dari sistem keamanan modern.
Mantan agen FBI dan pendiri Hamilton Security Group, James Hamilton, menyebut bahwa anjing penjaga elite memberikan efek pencegah yang kuat sekaligus fleksibilitas tinggi dibanding sistem keamanan konvensional.
Bagi Kim Greene, Svalinn lebih dari sekadar bisnis bernilai jutaan dolar. Setelah bercerai pada dua ribu sembilan belas dan mengambil alih kendali penuh perusahaan, ia justru menemukan kembali makna hidupnya.
“Svalinn adalah cerita saya. Ini tentang hidup, anak-anak saya, dan melakukan apa yang saya cintai,” katanya.
Kini, di tengah pegunungan bersalju Montana, Greene menjalani kehidupan yang jauh dari hiruk-pikuk zona konflik dunia. Meski demikian, ia tetap berada di jantung industri keamanan bernilai jutaan dolar.
Bisnis anjing penjaga elite mungkin terdengar tidak lazim. Namun, bagi Kim Greene, inilah bukti bahwa peluang besar bisa lahir dari pengalaman ekstrem, bahkan berawal dari seekor anjing.