JAKARTA - Persiapan Timnas Indonesia menghadapi FIFA Series 2026 kian matang dengan dukungan pemain naturalisasi.
Pelatih baru, John Herdman, diprediksi akan tetap mengandalkan beberapa nama kunci yang sudah berkiprah di Eropa. Kualitas dan pengalaman mereka membuat posisi masing-masing sulit tergantikan, sekaligus menjadi harapan Garuda di ajang internasional yang digelar 23 hingga 31 Maret 2026.
Keputusan Herdman mempertahankan pemain naturalisasi bukan tanpa alasan. Selain kemampuan teknis, performa mereka di klub masing-masing menunjukkan konsistensi yang membuat manajer asal Kanada itu yakin bisa membentuk lini inti tangguh. Faktor ini penting untuk menjaga ritme permainan timnas di level kompetitif internasional.
Emil Audero, Pilar di Bawah Mistar
Emil Audero menjadi penjaga gawang utama Timnas Indonesia berkat performanya yang impresif bersama Cremonese di Serie A. Musim ini, kiper berusia 29 tahun itu mencatat lima cleansheet dari 16 laga, sekaligus kebobolan 21 gol. Statistik tersebut cukup mengukuhkan posisi Audero sebagai andalan di bawah mistar.
Perannya tak hanya menjaga gawang, tetapi juga memberi rasa aman bagi lini belakang. Dengan pengalaman di liga top Eropa, Herdman kemungkinan besar akan menaruh kepercayaan penuh pada Emil Audero untuk menjaga stabilitas pertahanan skuad Garuda selama FIFA Series 2026.
Jay Idzes, Kapten dan Pemimpin Pertahanan
Jay Idzes menunjukkan performa solid di Sassuolo, Italia, dengan bermain penuh di 20 pertandingan musim ini. Sebagai kapten Timnas Indonesia, Idzes punya kemampuan memimpin yang penting untuk menata lini belakang. Kehadirannya menjadi kunci bagi Herdman dalam mengatur komunikasi dan disiplin pertahanan tim.
Status kapten serta performa konsisten membuat Idzes hampir pasti menjadi starter utama. Kepemimpinannya akan diuji dalam menghadapi lawan-lawan dari berbagai konfederasi di FIFA Series, sekaligus menjadi panutan bagi pemain muda yang sedang meniti karier internasional.
Ole Romeny, Ancaman dari Lini Depan
Ole Romeny pernah memperkuat tim nasional Belanda U-15 dan U-18 sebelum memutuskan membela Indonesia pada Februari 2025. Debutnya pada Maret 2025 langsung mencetak gol, termasuk gol penentu kemenangan atas Bahrain dan China. Ketajaman Romeny membuatnya sulit tergantikan di lini depan Timnas Indonesia.
Meskipun performanya di Oxford United belum maksimal, kontribusi Romeny bagi Garuda tetap krusial. Herdman bisa memaksimalkan kecepatannya dan naluri mencetak gol dalam situasi kritis, terutama menghadapi lawan-lawan tangguh di FIFA Series mendatang.
Kevin Diks, Konsistensi dan Fleksibilitas di Belakang
Kevin Diks menunjukkan performa konsisten bersama Borussia Monchengladbach di Bundesliga. Pemain berusia 29 tahun ini telah tampil di 18 laga sebagai starter dan mencetak tiga gol. Diks menawarkan opsi solid di lini belakang, sekaligus fleksibilitas untuk mengisi posisi bek tengah atau sayap.
Kemampuan menyerang dari lini belakang juga menjadi nilai tambah. Herdman dapat memanfaatkan pengalaman Diks di Eropa untuk menjaga keseimbangan antara pertahanan dan serangan, sekaligus memperkuat skuad dalam fase transisi permainan.
Calvin Verdonk, Serba Bisa di Lini Belakang
Calvin Verdonk menonjol karena fleksibilitasnya bermain sebagai fullback, bek tengah kiri, dan gelandang bertahan. Saat ini memperkuat LOSC Lille, Verdonk memiliki karakter pekerja keras, cepat, dan tendangan keras. Kualitas ini membuatnya menjadi andalan Herdman di berbagai situasi taktis.
Perkembangan karier Verdonk yang pesat menunjukkan kemampuan adaptasinya di level klub dan internasional. Herdman dapat menempatkannya sesuai kebutuhan, baik di pertahanan kiri, tengah, atau lini tengah bertahan, menjadikannya pemain multifungsi yang sangat bernilai bagi Timnas Indonesia.
Peran Pemain Naturalisasi dalam Strategi Herdman
Herdman tampaknya mengandalkan kombinasi pengalaman Eropa dan kemampuan teknis para naturalisasi untuk membentuk tim tangguh. Pemain seperti Audero, Idzes, Romeny, Diks, dan Verdonk diprediksi menjadi pilar utama. Mereka diharapkan mampu mengimbangi lawan dari berbagai konfederasi, menjaga konsistensi performa, dan memimpin skuad Garuda di FIFA Series 2026.
Kehadiran pemain naturalisasi tidak hanya meningkatkan kualitas tim, tetapi juga memberikan inspirasi bagi pemain lokal untuk menyesuaikan diri dengan standar kompetisi internasional. Herdman pun diyakini akan membangun strategi yang memaksimalkan kemampuan pemain naturalisasi sekaligus memadukannya dengan talenta lokal untuk hasil optimal.