JAKARTA - Perjalanan panjang Marc-Andre Ter Stegen bersama Barcelona kini berada di titik krusial.
Setelah hampir satu dekade menjadi sosok sentral di bawah mistar gawang, kiper asal Jerman itu dilaporkan masuk dalam rencana peminjaman pada bursa transfer Januari ini. Situasi tersebut muncul bukan tanpa sebab, melainkan hasil dari kombinasi cedera panjang dan perubahan arah kebijakan tim sejak Hansi Flick mengambil alih kendali.
Musim ini berjalan jauh dari kata ideal bagi Ter Stegen. Cedera lutut serius membuatnya kehilangan momentum, sementara Barcelona memilih jalan baru dengan mempercayakan posisi penjaga gawang utama kepada Joan Garcia. Minimnya menit bermain membuat masa depan Ter Stegen di Camp Nou kian dipertanyakan, sehingga opsi hengkang sementara dianggap sebagai solusi paling rasional.
Perubahan peran signifikan di bawah kebijakan baru
Kedatangan Hansi Flick membawa perubahan mendasar di tubuh Barcelona, termasuk dalam hierarki penjaga gawang. Joan Garcia kini dipercaya sebagai pilihan utama, dengan Wojciech Szczesny menjadi pelapis. Ter Stegen hanya mencatatkan satu penampilan sepanjang musim ini, itu pun di ajang Copa del Rey, yang semakin menegaskan pergeseran perannya di dalam tim.
Kondisi tersebut membuat Ter Stegen berada dalam situasi sulit. Dari kiper utama yang nyaris tak tergantikan, kini ia harus menerima kenyataan tersisih dari rencana utama. Dengan menit bermain yang hampir tidak ada, Barcelona dan sang pemain menyadari bahwa bertahan tanpa kepastian bermain justru bisa merugikan kedua belah pihak.
Selain faktor teknis, pencabutan status kapten juga menjadi penanda jelas adanya perubahan arah. Keputusan itu menunjukkan bahwa klub ingin membangun fondasi baru dengan sosok-sosok yang dianggap lebih relevan untuk masa depan jangka panjang.
Dari simbol kepemimpinan ke bangku cadangan
Agustus 2024 seharusnya menjadi momen istimewa bagi Ter Stegen setelah ia ditunjuk sebagai kapten Barcelona. Namun, harapan tersebut runtuh hanya sebulan berselang ketika cedera lutut serius memaksanya menepi. Sejak saat itu, dinamika tim berubah drastis, dan posisi Ter Stegen tak lagi sekuat sebelumnya.
Hansi Flick mengambil sikap tegas dengan menunjuk Joan Garcia sebagai kiper utama. Keputusan itu disertai pernyataan yang menegaskan kepercayaan penuh kepada Garcia. “Joan adalah nomor satu. Kami percaya padanya dan saya tidak punya niat untuk mengganti Joan,” ujar Flick, dilansir Goal.com.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pintu menuju posisi utama tertutup bagi Ter Stegen. Meski Flick tetap menyebutnya sebagai kiper top, realita di lapangan menunjukkan ruangnya di tim utama semakin sempit.
Girona sebagai solusi sementara yang realistis
Dalam situasi tersebut, Girona muncul sebagai opsi jalan tengah. Menurut laporan Fabrizio Romano, kepindahan Ter Stegen akan berbentuk pinjaman, bukan transfer permanen. Skema ini memberi keuntungan bagi semua pihak, karena Barcelona tetap memegang kendali atas masa depan sang kiper, sementara Ter Stegen mendapat kesempatan bermain reguler.
Bermain di Girona berarti tetap berkompetisi di La Liga, lingkungan yang sudah sangat familiar bagi Ter Stegen. Selain itu, stabilitas proyek dan manajemen Girona dinilai mampu memberikan suasana kondusif untuk memulihkan performanya. Flick sendiri mengakui bahwa komunikasi dengan Ter Stegen tidak selalu berjalan mulus, namun ia tetap menaruh respek terhadap kualitas sang kiper.
“Dengan Joan García, semua orang sepakat dia adalah masa depan Barça,” tegas Flick, dilansir Goal.com. Pernyataan ini menegaskan arah klub, sekaligus menjelaskan mengapa opsi peminjaman dianggap paling masuk akal saat ini.
Menit bermain jadi kunci jelang Piala Dunia
Faktor terbesar di balik rencana kepindahan ini adalah kebutuhan Ter Stegen akan menit bermain menjelang Piala Dunia 2026. Setelah pulih dari cedera, ia membutuhkan pertandingan kompetitif untuk mengembalikan sentuhan terbaiknya. Tanpa jam terbang yang cukup, posisinya di timnas Jerman juga berisiko tergeser.
Direktur olahraga timnas Jerman, Rudi Voller, secara terbuka menyoroti pentingnya hal tersebut. “Ter Stegen harus bermain. Terutama setelah cederanya, dia perlu kebugaran pertandingan untuk mengembalikan performanya,” ucap Voller, dilansir Goal.com.
Peringatan itu menjadi dorongan tambahan bagi Ter Stegen untuk mencari klub yang bisa memberinya peran utama. Girona, dengan kebutuhan dan stabilitasnya, dianggap mampu menyediakan panggung yang ia butuhkan.
Persimpangan karier dan simbol akhir sebuah era
Jika proses pinjaman berjalan lancar, Ter Stegen berpotensi menjalani debut bersama Girona dalam waktu dekat. Bahkan, skenario menghadapi Barcelona sendiri di La Liga bukan hal yang mustahil. Situasi ini akan menjadi simbol kuat bahwa era panjang Ter Stegen di Camp Nou telah memasuki fase persimpangan.
Bagi Barcelona, langkah ini mencerminkan keberanian mengambil keputusan sulit demi masa depan tim. Bagi Ter Stegen, peminjaman ini adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa ia masih layak berada di level tertinggi. Apapun hasil akhirnya, kisah ini menandai babak baru bagi kedua belah pihak, sekaligus menutup satu fase penting dalam sejarah klub dan sang kiper.