JAKARTA - Pergantian pelatih di Manchester United membawa angin segar di tengah musim yang penuh tekanan.
Penunjukan Michael Carrick sebagai caretaker langsung menghadirkan hasil positif, namun manajemen dan staf pelatih menyadari bahwa satu kemenangan saja belum cukup untuk mengubah arah musim. Karena itu, rencana memperkuat skuad di sisa bursa transfer Januari 2026 tetap berjalan, termasuk membidik gelandang dari Barcelona.
Michael Carrick dipercaya menangani Manchester United setelah Ruben Amorim didepak dari kursi pelatih. Pemecatan tersebut terjadi usai rentetan hasil kurang memuaskan serta adanya ketegangan antara Amorim dan manajemen klub. Carrick datang dengan status sementara, tetapi debutnya langsung mencuri perhatian publik Old Trafford.
Debut manis Carrick bersama Setan Merah
Laga pertama Carrick sebagai caretaker berlangsung impresif. Manchester United sukses menundukkan rival sekota, Manchester City, dengan skor 2-0 di Stadion Old Trafford. Kemenangan tersebut terasa spesial karena diraih dalam Derby Manchester yang sarat gengsi dan tekanan.
Dua gol kemenangan United dicetak oleh Bryan Mbeumo dan Patrick Dorgu. Permainan MU dinilai lebih rapi, solid, dan disiplin dibandingkan beberapa laga sebelumnya. Carrick mampu memaksimalkan potensi pemain yang ada dan mengembalikan kepercayaan diri tim.
Meski demikian, Carrick dan manajemen menyadari kemenangan itu belum mencerminkan kekuatan sesungguhnya MU. Konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah utama, sehingga tambahan pemain dinilai penting untuk menjaga performa di sisa musim.
Kebutuhan tambahan amunisi di lini tengah
Di balik euforia kemenangan atas Manchester City, Manchester United tetap bergerak aktif di bursa transfer. Carrick disebut ingin menambah kedalaman skuad, khususnya di sektor gelandang. Posisi tersebut dianggap krusial untuk menjaga keseimbangan permainan MU.
Laporan media Spanyol, Mundo Deportivo, pada Senin 19 Januari 2026, menyebutkan bahwa Manchester United tertarik merekrut gelandang Barcelona, Marc Casado. Pemain muda tersebut masuk radar Setan Merah untuk didatangkan pada Januari ini.
Minat MU terhadap Casado muncul seiring kebutuhan akan gelandang yang mampu bekerja dinamis. Carrick ingin pemain yang bisa membantu distribusi bola sekaligus menjaga stabilitas lini tengah dalam berbagai skema permainan.
Situasi Casado di Barcelona kurang ideal
Marc Casado memang berpeluang meninggalkan Barcelona pada bursa transfer Januari 2026. Klub asal Catalunya itu masih berkutat dengan masalah Financial Fair Play, sehingga perlu melepas beberapa pemain untuk menyeimbangkan keuangan.
Selain faktor finansial, Casado juga tidak menjadi pilihan utama di skuad Barcelona musim ini. Di bawah arahan pelatih Hansi Flick, posisi gelandang lebih sering diisi oleh Pedri dan Fermin Lopez. Alhasil, menit bermain Casado cukup terbatas.
Kondisi tersebut membuat Barcelona terbuka untuk menjual Casado jika ada tawaran yang sesuai. Situasi ini dimanfaatkan oleh Manchester United yang sedang mencari tambahan tenaga di lini tengah.
Persaingan ketat dari sesama klub Eropa
Langkah Manchester United untuk mendapatkan Casado tidak akan mudah. Klub Spanyol lainnya, Atletico Madrid, juga dikabarkan meminati jasa gelandang muda tersebut. Atletico membutuhkan pengganti Conor Gallagher yang telah pindah ke Tottenham Hotspur.
Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, disebut tertarik pada karakter permainan Casado. Simeone menilai Casado cocok dengan gaya permainan agresif dan disiplin yang selama ini diterapkan Atletico di lini tengah.
Manchester United kabarnya sudah melakukan pendekatan awal kepada Barcelona untuk menanyakan nilai transfer Casado. Namun, dengan adanya minat dari Atletico, persaingan dipastikan berlangsung ketat hingga akhir jendela transfer.
Catatan performa Casado bersama Blaugrana
Dari sisi performa, kontribusi Marc Casado di Barcelona musim ini memang belum terlalu menonjol. Pada musim 2025/2026, Casado baru mencatatkan 13 penampilan di ajang LaLiga tanpa mencetak gol. Ia hanya menyumbangkan satu assist untuk tim.
Jumlah tersebut menurun dibandingkan musim sebelumnya. Pada musim lalu, Casado tampil dalam 23 pertandingan LaLiga bersama Barcelona. Saat itu, ia mampu mencetak satu gol dan menyumbang tiga assist, menunjukkan potensi yang cukup menjanjikan.
Meski statistiknya tidak terlalu mencolok, Casado tetap dipandang sebagai pemain dengan kualitas teknik dan visi permainan yang baik. Hal inilah yang membuat Manchester United dan Atletico Madrid tertarik untuk memberinya kesempatan lebih besar.
Arah kebijakan MU di era Carrick
Minat terhadap Casado juga mencerminkan pendekatan Carrick sebagai caretaker. Ia tampak ingin membangun permainan berbasis penguasaan bola dan keseimbangan lini tengah, sesuatu yang sangat ia pahami sebagai mantan gelandang.
Dengan pengalaman panjangnya di Manchester United, Carrick dinilai tahu betul karakter pemain yang dibutuhkan klub. Meski hanya menjabat sementara, ia tetap berusaha meletakkan fondasi yang kuat bagi tim.
Apakah Manchester United mampu memenangkan persaingan mendapatkan Marc Casado masih menjadi tanda tanya. Namun yang jelas, era Carrick sudah dimulai dengan sinyal positif, baik dari hasil di lapangan maupun langkah aktif di bursa transfer.