JAKARTA - Akses transportasi udara kembali menjadi perhatian utama bagi masyarakat Aceh Singkil memasuki awal 2026.
Setelah sempat menunggu kepastian jadwal, penerbangan perintis rute Singkil–Medan dipastikan tetap berlanjut dengan dukungan subsidi pemerintah. Kehadiran layanan ini diharapkan mampu menjaga konektivitas wilayah sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat setempat.
Penerbangan perintis memiliki peran penting bagi daerah yang belum sepenuhnya terjangkau penerbangan komersial reguler. Melalui skema subsidi, pemerintah memastikan masyarakat tetap memiliki akses transportasi udara dengan tarif yang terjangkau, meskipun operasionalnya membutuhkan dukungan anggaran negara.
Kepastian layanan penerbangan perintis 2026
Penerbangan menuju Bandara Syekh Hamzah Fansuri dipastikan tetap tersedia sepanjang tahun 2026. Layanan ini masuk dalam kategori penerbangan perintis yang mendapatkan subsidi dari pemerintah pusat. Keberlanjutan layanan tersebut menjadi kabar positif bagi masyarakat yang mengandalkan jalur udara sebagai sarana mobilitas utama.
Kepala Dinas Perhubungan Aceh Singkil, Syam’un, menjelaskan bahwa meskipun masih ada proses penyesuaian kontrak, penerbangan tetap akan berjalan sesuai rencana. Pemerintah daerah terus berkoordinasi agar layanan ini dapat dimulai tepat waktu dan berjalan lancar seperti tahun sebelumnya.
“Ada, masih penyesuaian kontrak. (Mulai penerbangan) Februari,” kata Syam’un, Rabu (21/1/2026). Pernyataan ini menegaskan bahwa secara prinsip tidak ada penghentian layanan, hanya penyesuaian teknis dalam pelaksanaannya.
Jadwal mulai Februari dan rute tetap sama
Meski jenis pesawat dan jadwal detail masih menunggu finalisasi kontrak, pemerintah daerah memastikan penerbangan akan mulai beroperasi pada Februari 2026. Rute yang dilayani tetap sama seperti sebelumnya, yakni Aceh Singkil–Medan dan sebaliknya, melalui Bandara Kualanamu.
Rute ini dinilai strategis karena menghubungkan wilayah barat Aceh dengan pusat transportasi udara utama di Sumatra Utara. Dengan rute tersebut, masyarakat Aceh Singkil memiliki akses lebih cepat menuju kota besar untuk berbagai keperluan, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga urusan ekonomi.
Keberlanjutan rute ini juga memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan instansi pemerintahan yang kerap membutuhkan mobilitas antardaerah secara cepat dan efisien.
Tarif tiket dipastikan tidak berubah
Selain jadwal, aspek biaya juga menjadi perhatian utama masyarakat. Pemerintah daerah memastikan bahwa harga tiket penerbangan perintis pada 2026 tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya. Kebijakan ini diambil agar layanan tetap terjangkau bagi masyarakat luas.
“Harga masih sama,” ujar Syam’un. Dengan demikian, masyarakat dapat merencanakan perjalanan tanpa khawatir adanya kenaikan tarif. Kebijakan tarif tetap ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga aksesibilitas transportasi udara.
Jika mengacu pada tarif tahun 2025, harga tiket rute Medan–Singkil sebesar Rp 461.930 per orang, sedangkan Singkil–Medan sebesar Rp 349.280 per orang. Tarif tersebut dinilai cukup kompetitif untuk penerbangan jarak pendek dengan fasilitas pesawat perintis.
Belajar dari pola penerbangan tahun sebelumnya
Berkaca pada pelaksanaan penerbangan perintis tahun 2025, layanan menuju Bandara Syekh Hamzah Fansuri dilayani oleh pesawat Susi Air. Penerbangan dilakukan secara rutin dua kali dalam sepekan, yakni setiap Rabu dan Sabtu.
Jadwal keberangkatan Medan–Singkil pada tahun lalu tercatat pukul 07.15 WIB dan tiba pukul 08.10 WIB. Sementara itu, penerbangan Singkil–Medan berangkat pukul 08.20 WIB dan tiba pukul 09.15 WIB. Pola jadwal pagi hari ini dinilai efektif karena memungkinkan penumpang melakukan aktivitas lanjutan pada hari yang sama.
Meskipun untuk 2026 jadwal resminya masih menunggu penyesuaian kontrak, masyarakat berharap pola waktu penerbangan tidak jauh berbeda agar tetap sesuai dengan kebutuhan perjalanan.
Peran strategis penerbangan perintis bagi daerah
Penerbangan perintis bukan sekadar sarana transportasi, tetapi juga menjadi penggerak pembangunan daerah. Bagi wilayah seperti Aceh Singkil, keberadaan penerbangan bersubsidi membantu membuka keterisolasian dan mempercepat arus barang serta jasa.
Layanan ini juga berkontribusi dalam mendukung sektor kesehatan, terutama untuk rujukan pasien ke rumah sakit di kota besar. Selain itu, akses udara yang terjaga memudahkan distribusi logistik penting dan mendukung aktivitas pemerintahan.
Dengan adanya kepastian layanan pada 2026, pemerintah daerah berharap manfaat ekonomi dan sosial dari penerbangan perintis dapat terus dirasakan oleh masyarakat secara berkelanjutan.
Harapan masyarakat dan pemerintah daerah
Masyarakat Aceh Singkil menyambut baik kepastian dimulainya kembali penerbangan perintis pada Februari 2026. Kepastian jadwal dan tarif yang tidak berubah memberikan rasa aman bagi warga yang bergantung pada transportasi udara.
Pemerintah daerah pun berharap proses penyesuaian kontrak dapat segera rampung agar operasional penerbangan berjalan tanpa hambatan. Koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan demi memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang.
Dengan beroperasinya kembali penerbangan perintis Singkil–Medan, diharapkan konektivitas wilayah tetap terjaga dan pembangunan daerah dapat berjalan seiring dengan peningkatan akses transportasi udara yang andal.