JAKARTA - Penerbangan perintis dari Bandara Syekh Hamzah Fansuri, Singkil, menuju Bandara Kualanamu, Medan, dipastikan tetap tersedia sepanjang 2026.
Pemerintah menegaskan operasional rute ini menjadi bagian dari program transportasi yang disubsidi.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Singkil, Syam’un, menyatakan bahwa meskipun masih ada penyesuaian kontrak, layanan penerbangan ini akan segera dimulai. Keberlanjutan rute diharapkan menjaga konektivitas wilayah terpencil.
Rute Singkil-Medan menjadi penting untuk mobilitas warga lokal dan pengembangan ekonomi daerah. Penerbangan ini memungkinkan akses lebih cepat dibanding transportasi darat yang memakan waktu lebih lama.
Penerbangan tetap menjadi alternatif utama bagi masyarakat dan pelaku usaha yang membutuhkan perjalanan rutin antara Singkil dan Medan.
Jadwal Penerbangan Masih Dalam Penyesuaian
Meskipun kepastian rute sudah ada, jenis pesawat dan jadwal penerbangan masih dalam tahap penyesuaian kontrak. Pemerintah menargetkan operasional resmi mulai awal Februari 2026.
Pihak Dishub menekankan proses ini untuk memastikan keselamatan, efisiensi, dan kesesuaian dengan standar penerbangan nasional. Semua aspek teknis dan operasional diawasi ketat sebelum penerbangan resmi dibuka.
Pendekatan bertahap ini memungkinkan maskapai menyesuaikan armada dan jadwal sesuai dengan permintaan penumpang. Hal ini juga menjaga kenyamanan dan ketepatan waktu layanan.
Dengan jadwal yang fleksibel namun terstruktur, masyarakat bisa merencanakan perjalanan lebih mudah dan nyaman pada awal tahun 2026.
Tarif Kemungkinan Tetap Sama
Syam’un menyebutkan kemungkinan besar tarif penerbangan Singkil-Medan dan sebaliknya akan sama seperti tahun sebelumnya. Kebijakan ini bertujuan menjaga keterjangkauan bagi masyarakat.
Jika tarif tidak berubah, harga tiket dari Singkil menuju Medan dipatok Rp349 ribu. Sementara tiket sekali terbang dari Medan ke Singkil akan berada di kisaran Rp461 ribu.
Harga yang stabil diharapkan membantu warga merencanakan perjalanan rutin, termasuk keperluan pendidikan, bisnis, maupun urusan keluarga.
Tarif yang terjangkau juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal karena memudahkan pergerakan orang dan barang di kawasan terpencil.
Manfaat Penerbangan Perintis untuk Singkil
Rute perintis Singkil-Medan tidak hanya memfasilitasi mobilitas warga, tetapi juga membuka potensi investasi dan pariwisata. Akses yang lebih mudah dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Aceh Selatan.
Selain itu, konektivitas yang baik memungkinkan distribusi barang dan jasa lebih efisien. Pedagang lokal dapat menjangkau pasar lebih luas tanpa hambatan transportasi darat yang panjang.
Penerbangan ini juga memberi dampak positif bagi sektor pendidikan dan kesehatan. Warga bisa mengakses fasilitas yang lebih lengkap di Medan dengan waktu tempuh lebih singkat.
Program penerbangan perintis menjadi contoh bagaimana pemerintah mengintegrasikan transportasi udara untuk pembangunan daerah terpencil.
Subsidi Pemerintah Menjadi Kunci Keberlanjutan
Keberadaan penerbangan Singkil-Medan didukung subsidi dari pemerintah, sehingga tetap layak dijalankan meski volume penumpang belum sebesar rute komersial. Subsidi ini memastikan tiket tetap terjangkau bagi warga lokal.
Pendanaan pemerintah membantu maskapai menutupi biaya operasional awal, sehingga rute perintis bisa bertahan hingga permintaan meningkat. Strategi ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi regional.
Subsidi menjadi jaminan bagi keberlanjutan transportasi udara di wilayah yang sulit dijangkau. Hal ini sejalan dengan program konektivitas nasional untuk merata distribusi pembangunan.
Dengan dukungan ini, penerbangan perintis dapat terus menjadi solusi transportasi vital bagi Singkil dan sekitarnya.
Persiapan Awal Tahun 2026
Dishub dan maskapai menargetkan operasional penerbangan perintis dimulai pada awal Februari. Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi terkait jadwal dan prosedur pembelian tiket.
Pemantauan ketat dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang. Setiap perubahan jadwal akan diinformasikan melalui kanal resmi pemerintah dan maskapai terkait.
Dengan persiapan yang matang, penerbangan Singkil-Medan diharapkan memberikan layanan andal dan konsisten sepanjang 2026.
Masyarakat juga diingatkan untuk membeli tiket melalui kanal resmi agar terhindar dari praktik penjualan tidak resmi yang merugikan.