JAKARTA - Tahun 2025 menjadi momentum bagi Volkswagen untuk menyalip Tesla di pasar mobil listrik Eropa.
Pabrikan asal Jerman ini berhasil menjual 274.417 kendaraan listrik murni, naik 56 persen dibanding 2024.
Sementara Tesla mengalami penurunan 27 persen, dari 326.714 unit menjadi 238.765 unit. Penurunan ini terjadi meski Model Y masih menjadi mobil listrik terlaris di benua biru.
Volkswagen kini menegaskan diri sebagai pemain dominan di segmen kendaraan listrik, memanfaatkan jajaran model yang beragam dan daya tarik harga yang kompetitif.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa strategi diversifikasi produk dan penetrasi pasar VW berjalan efektif, sekaligus menantang posisi Tesla sebagai raja mobil listrik.
Model Listrik Volkswagen Tunjukkan Kinerja Menonjol
Beberapa model Volkswagen mencatat pertumbuhan signifikan. VW ID.4 terjual 80.123 unit, naik 23,8 persen, sementara VW ID.3 mencatat 78.667 unit, meningkat 44,4 persen.
ID.7 mencatat pertumbuhan paling spektakuler, melonjak 137,2 persen dengan total penjualan 76.368 unit sepanjang 2025. Angka ini memperkuat portofolio VW di segmen BEV.
Meski Tesla Model 3 terjual 86.261 unit, angka ini menurun 23,6 persen dibanding tahun sebelumnya. Kinerja masing-masing model VW lebih stabil dan menunjukkan permintaan pasar yang merata.
Keberagaman model Volkswagen memberi konsumen pilihan sesuai kebutuhan, dari city car hingga SUV, yang semakin menarik minat pembeli Eropa.
Volkswagen Kuasai Segmen Plug-In Hybrid
Volkswagen juga unggul di segmen plug-in hybrid (PHEV) dengan penjualan 159.173 unit, melonjak 205 persen dibanding 2024. Angka ini lebih tinggi dibanding BMW 142.285 unit dan Mercedes-Benz 135.878 unit.
Kesuksesan ini menunjukkan VW tidak hanya mengandalkan mobil listrik murni, tetapi juga memanfaatkan pertumbuhan pasar kendaraan hibrida.
Dominasi di PHEV menambah posisi VW sebagai pemimpin inovasi mobil ramah lingkungan di Eropa. Strategi ini semakin memperkuat citra merek sebagai pilihan modern dan berkelanjutan.
VW memanfaatkan teknologi terbaru dan opsi baterai efisien untuk memastikan daya tarik produk tetap tinggi di tengah persaingan sengit.
Kekuatan Volkswagen di Mobil Konvensional
Selain kendaraan listrik, Volkswagen tetap menguasai pasar mobil bensin dan diesel. Penjualan mobil bensin mencapai 737.821 unit, jauh di atas Peugeot yang mencatat 492.133 unit.
Mobil diesel VW terjual 269.277 unit, meski turun 19,4 persen dibanding 2024, tetap unggul dibanding Mercedes 250.326 unit.
Dominasi di segmen konvensional ini menunjukkan kemampuan VW menjaga pangsa pasar meski tren mobil listrik meningkat.
Kombinasi kekuatan di mobil listrik, PHEV, dan konvensional membuat Volkswagen menjadi pemain multifaset yang sulit disaingi.
Tesla Tertekan di Eropa Meskipun Model Y Laris
Tesla Model Y tetap menjadi mobil listrik terlaris di Eropa dengan penjualan 151.331 unit. Namun, angka ini turun 28 persen dibanding 2024, saat terjual 210.265 unit.
Penurunan penjualan Model 3 dan Model Y menandakan Tesla menghadapi tantangan serius dari produsen Eropa yang memahami kebutuhan lokal lebih baik.
Faktor harga, jaringan layanan purna jual, dan variasi model membuat Tesla kehilangan pangsa pasar, meski merek tetap populer.
Strategi diversifikasi VW dan penetrasi pasar lokal terbukti lebih efektif dibanding pendekatan Tesla yang fokus pada beberapa model andalan.
Prospek Volkswagen dan Tesla ke Depan
Volkswagen berencana meluncurkan T-Roc baru dengan sistem penggerak hybrid untuk memperkuat portofolio. Langkah ini memungkinkan VW menyaingi Toyota di segmen hybrid konvensional.
Di sisi lain, Tesla perlu beradaptasi dengan kebutuhan pasar Eropa, termasuk menyesuaikan harga, menambah model, dan memperluas layanan.
Ke depan, persaingan mobil listrik di Eropa diperkirakan semakin sengit, dengan konsumen menuntut teknologi lebih efisien, harga kompetitif, dan layanan purna jual yang memadai.
Volkswagen kini berada di posisi strategis untuk memperluas dominasi, sementara Tesla harus melakukan penyesuaian agar tetap kompetitif di pasar yang terus berkembang.