JAKARTA - Komitmen pemerintah untuk memperkuat fondasi olahraga nasional kembali ditegaskan Presiden Prabowo Subianto.
Di tengah agenda global, Prabowo menyampaikan gagasan strategis yang menempatkan sekolah sebagai pusat awal pembinaan sepak bola nasional. Menurutnya, ketersediaan lapangan sepak bola di lingkungan sekolah bukan hanya sarana olahraga, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan kesehatan generasi muda.
Gagasan tersebut mencerminkan pandangan bahwa pembangunan olahraga harus dimulai dari akar rumput. Sekolah dinilai menjadi titik paling efektif untuk menanamkan budaya olahraga sejak dini, sekaligus membuka akses bagi anak-anak di sekitar sekolah agar dapat berlatih secara teratur. Dengan demikian, sepak bola tidak hanya menjadi aktivitas ekstrakurikuler, tetapi bagian dari ekosistem pendidikan.
Pertemuan Prabowo dengan Zidane di Davos
Rencana tersebut disampaikan langsung Presiden Prabowo Subianto kepada legenda sepak bola dunia asal Prancis, Zinedine Zidane. Pertemuan berlangsung di sela-sela World Economic Forum 2026 yang digelar di Davos, Swiss. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menekankan keinginannya untuk mendorong kemajuan sepak bola Indonesia secara berkelanjutan.
“Dalam pertemuan sekitar 45 menit itu, Presiden Prabowo menyampaikan keinginan besarnya untuk terus memajukan sepak bola Tanah air dan Tim Nasional,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dikutip Senin (26/1/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk bertukar pandangan dengan figur yang memiliki pengalaman panjang di dunia sepak bola internasional.
Selain menyampaikan rencana pembangunan fasilitas, Prabowo juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meminta pandangan Zidane terkait pengembangan sepak bola nasional. Masukan dari tokoh global dinilai penting untuk memperkaya perspektif dan strategi pembinaan atlet di Indonesia.
Sekolah Sebagai Basis Pembinaan Sepak Bola
Menurut Prabowo, sekolah memiliki peran strategis dalam mencetak bibit unggul sepak bola. Dengan mewajibkan setiap sekolah baru memiliki lapangan sepak bola, pemerintah ingin memastikan akses latihan yang merata bagi siswa. Lapangan tersebut tidak hanya digunakan oleh siswa sekolah, tetapi juga anak-anak di sekitar lingkungan sekolah.
Kebijakan ini diharapkan dapat mengatasi keterbatasan fasilitas yang selama ini menjadi kendala pembinaan olahraga usia dini. Banyak daerah masih minim lapangan layak, sehingga potensi anak-anak tidak berkembang optimal. Kehadiran lapangan di sekolah diharapkan menjadi solusi jangka panjang.
Selain aspek prestasi, Prabowo memandang lapangan sepak bola sebagai sarana membangun kebersamaan dan disiplin. Olahraga dinilai efektif menanamkan nilai kerja sama, sportivitas, dan semangat pantang menyerah yang relevan bagi pembentukan karakter generasi muda.
Masukan Tokoh Dunia untuk Sepak Bola Nasional
Dalam pertemuan dengan Zidane, Presiden Prabowo secara terbuka meminta saran terkait arah pengembangan sepak bola Indonesia. Zidane dikenal sebagai pemain sekaligus pelatih yang sukses di level tertinggi, sehingga pengalamannya dianggap relevan untuk menjadi referensi.
Pertukaran pandangan ini mencerminkan pendekatan terbuka pemerintah dalam membangun sepak bola nasional. Tidak hanya mengandalkan kebijakan internal, tetapi juga belajar dari praktik terbaik dunia. Hal ini sejalan dengan upaya meningkatkan daya saing sepak bola Indonesia di kancah internasional.
Langkah ini juga menunjukkan keseriusan pemerintah menjadikan sepak bola sebagai bagian penting dari diplomasi olahraga. Kehadiran tokoh-tokoh dunia dalam diskusi strategis diharapkan membuka peluang kerja sama lebih luas di masa depan.
Undangan FIFA dan Piala Dunia 2026
Di sela-sela agenda World Economic Forum, Presiden Prabowo juga bertemu dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino. Dalam pertemuan tersebut, Infantino secara langsung mengundang Prabowo untuk menyaksikan Piala Dunia 2026. Turnamen tersebut akan berlangsung pada Juni hingga Juli mendatang di Amerika Serikat.
“Gianni Infantino turut mengundang Presiden [Prabowo] untuk menyaksikan secara langsung Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung pada Juni hingga Juli mendatang di Amerika Serikat,” dikutip dari akun Instagram @presidenrepublikindonesia, Jumat (23/1/2026). Undangan ini menjadi simbol hubungan baik antara Indonesia dan federasi sepak bola dunia.
Kehadiran Presiden dalam ajang tersebut dinilai strategis untuk memperluas jejaring dan memperkuat posisi Indonesia di kancah sepak bola global. Momentum ini juga dapat dimanfaatkan untuk mempelajari pengelolaan turnamen besar dan sistem pembinaan di negara maju.
Sepak Bola sebagai Investasi Jangka Panjang
Rencana Prabowo agar setiap sekolah memiliki lapangan sepak bola menunjukkan pendekatan jangka panjang dalam pembangunan olahraga. Sepak bola tidak dipandang semata sebagai hiburan, tetapi investasi sosial dan kesehatan. Melalui fasilitas yang memadai, generasi muda diharapkan tumbuh lebih aktif dan produktif.
Kebijakan ini juga berpotensi menciptakan ekosistem ekonomi baru di sekitar sekolah. Lapangan yang aktif digunakan dapat mendorong kegiatan komunitas, turnamen lokal, hingga pembinaan klub usia dini. Dampaknya tidak hanya pada prestasi olahraga, tetapi juga ekonomi lokal.
Dengan sinergi antara kebijakan pemerintah, masukan tokoh dunia, dan dukungan federasi internasional, arah pembangunan sepak bola nasional diharapkan semakin jelas. Rencana ini menjadi sinyal bahwa pemerintah menempatkan olahraga, khususnya sepak bola, sebagai bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia Indonesia.