JAKARTA - Masyarakat yang berencana mudik menggunakan kereta api pada Lebaran 2026 kini sudah bisa mulai menyusun rencana perjalanan.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) membuka penjualan tiket Angkutan Lebaran lebih awal sebagai bentuk antisipasi lonjakan penumpang. Langkah ini diharapkan memberi kepastian sekaligus kenyamanan bagi calon penumpang.
Pembukaan tiket lebih dini juga menjadi strategi KAI untuk mengurai kepadatan pemesanan pada waktu tertentu. Dengan jadwal yang sudah diumumkan, masyarakat memiliki kesempatan lebih luas memilih tanggal dan jam keberangkatan sesuai kebutuhan. Transparansi jadwal pemesanan menjadi kunci agar perjalanan mudik dapat direncanakan dengan baik.
Penjualan Tiket Lebaran Dimulai Sejak Januari
PT KAI mulai membuka pemesanan tiket kereta api Lebaran 2026 untuk keberangkatan H-10 Lebaran atau 11 Maret 2026. Tiket tersebut sudah dapat dipesan masyarakat mulai 25 Januari 2026. Pembukaan ini mengikuti jadwal pemesanan resmi yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
Manajer Humas PT KAI Divisi Regional IV Tanjungkarang, Azhar Zaki Assjari, menjelaskan bahwa penjualan tiket dilakukan secara bertahap. Penjualan akan berlangsung hingga keberangkatan H+10 Lebaran atau 1 April 2026. Pola bertahap ini diterapkan untuk memberi kesempatan yang merata bagi seluruh calon penumpang.
“Penjualan tiket dilakukan secara bertahap hingga H+10 Lebaran. Kami mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan mudik sejak dini melalui pemesanan tiket yang transparan dan mudah diakses,” ujar Zaki, Minggu 25 Januari 2026. Pernyataan ini menegaskan komitmen KAI dalam mengatur arus mudik secara tertib.
Komitmen KAI Beri Kepastian dan Kenyamanan
Zaki menyampaikan bahwa pembukaan penjualan tiket lebih awal merupakan bentuk komitmen KAI kepada pelanggan. Dengan kepastian jadwal pemesanan, masyarakat dapat menyusun rencana perjalanan jauh hari sebelum puncak arus mudik. Hal ini dinilai penting untuk mengurangi stres dan ketidakpastian saat Lebaran.
Menurutnya, pemesanan lebih awal memberi keuntungan berupa lebih banyak pilihan jadwal dan rute. Calon penumpang tidak perlu berebut tiket pada waktu-waktu tertentu. Selain itu, peluang kehabisan tiket pada tanggal favorit dapat diminimalkan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mencatat jadwal pemesanan tiket dan membeli tiket hanya melalui kanal resmi. Dengan pemesanan lebih awal, pelanggan memiliki lebih banyak pilihan jadwal dan dapat menghindari kehabisan tiket pada tanggal favorit,” katanya.
Dengan strategi ini, KAI berharap arus pemesanan dapat tersebar merata. Hal tersebut juga memudahkan perusahaan dalam mempersiapkan operasional angkutan Lebaran secara optimal.
Jadwal Pemesanan Tiket Hingga Awal April
Adapun jadwal pemesanan tiket Lebaran 2026 telah disusun secara rinci. Pemesanan dimulai pada 25 Januari 2026 untuk keberangkatan 11 Maret 2026. Selanjutnya, pemesanan dibuka setiap hari sesuai tanggal keberangkatan yang diinginkan.
Jadwal ini berlanjut hingga 15 Februari 2026 untuk keberangkatan 1 April 2026 atau H+10 Lebaran. Dengan rentang waktu tersebut, masyarakat memiliki waktu cukup panjang untuk menyesuaikan rencana mudik dengan ketersediaan tiket.
KAI menilai kepatuhan terhadap jadwal pemesanan menjadi faktor penting. Calon penumpang diimbau aktif mencari informasi agar tidak tertinggal jadwal pembelian. Dengan demikian, proses pemesanan dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Perencanaan yang matang juga membantu mengurangi potensi penumpukan pemesanan pada satu waktu. Hal ini sejalan dengan upaya KAI meningkatkan kualitas layanan selama periode Lebaran.
Kanal Resmi Jadi Pilihan Aman Pembelian Tiket
KAI menyediakan berbagai kanal resmi untuk pembelian tiket kereta api Lebaran 2026. Masyarakat dapat membeli tiket melalui aplikasi Access by KAI, situs booking.kai.id, serta Call Center 121. Selain itu, KAI juga bekerja sama dengan mitra resmi penjualan dan online travel agent.
Ketersediaan berbagai kanal ini bertujuan mempermudah akses bagi pelanggan. Dengan sistem yang terintegrasi, proses pembelian dapat dilakukan secara aman dan nyaman. KAI memastikan harga tiket yang tercantum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain, KAI mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap pihak tidak resmi. Penawaran jasa tambahan dengan biaya tidak wajar berpotensi merugikan calon penumpang. Oleh karena itu, pemesanan melalui kanal resmi menjadi langkah paling aman.
“Kami mengajak seluruh pelanggan untuk selalu menggunakan kanal dan mitra resmi KAI. Selain aman dan nyaman, harga tiket juga sesuai ketentuan yang berlaku,” tutup Zaki.
Imbauan Rencanakan Mudik Lebih Awal
Dengan dibukanya pemesanan tiket lebih dini, KAI mengimbau masyarakat untuk segera merencanakan perjalanan mudik. Perencanaan awal memberikan fleksibilitas dalam memilih jadwal yang sesuai kebutuhan keluarga. Selain itu, calon penumpang dapat mengatur akomodasi dan transportasi lanjutan dengan lebih baik.
KAI berharap masyarakat tidak menunda pembelian tiket hingga mendekati hari keberangkatan. Selain risiko kehabisan tiket, pembelian mendadak juga berpotensi menimbulkan kepadatan sistem. Dengan perencanaan yang baik, perjalanan mudik dapat berlangsung lebih nyaman.
Langkah ini sekaligus mencerminkan kesiapan KAI menghadapi Angkutan Lebaran 2026. Melalui sistem pemesanan yang transparan dan terjadwal, perusahaan berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Dengan dukungan perencanaan dari pelanggan, mudik Lebaran diharapkan berjalan aman, tertib, dan lancar.