Kripto

Harga Kripto Turun Signifikan Pasar Altcoin Undervalued Jadi Fokus Trader Global

Harga Kripto Turun Signifikan Pasar Altcoin Undervalued Jadi Fokus Trader Global
Harga Kripto Turun Signifikan Pasar Altcoin Undervalued Jadi Fokus Trader Global

JAKARTA - Tekanan jual yang berlangsung selama beberapa pekan terakhir membuat pasar kripto berada dalam fase koreksi yang cukup dalam. 

Penurunan harga yang terjadi hampir merata memunculkan pandangan baru di kalangan pelaku pasar, bahwa sejumlah aset kripto kini mulai memasuki area harga yang secara historis dianggap murah. Kondisi ini kerap menjadi titik awal bagi trader untuk kembali mencermati peluang jangka menengah hingga panjang.

Berdasarkan data on-chain terbaru, indikator valuasi menunjukkan banyak aset kripto berada di bawah nilai wajarnya. Salah satu indikator yang banyak digunakan adalah Market Value to Realized Value atau MVRV 30 hari. Indikator ini membantu melihat apakah harga aset cenderung overvalued atau justru undervalued dibandingkan harga rata-rata kepemilikan investor dalam periode tertentu.

Bitcoin Memimpin Zona Undervalued Pasar Kripto

Bitcoin masih menjadi acuan utama dalam membaca arah pasar kripto secara keseluruhan. Berdasarkan indikator MVRV 30 hari dari Santiment, Bitcoin saat ini berada di kisaran -3,7%. Angka ini menandakan bahwa harga Bitcoin diperdagangkan sedikit di bawah nilai wajarnya, sebuah kondisi yang secara historis sering dikaitkan dengan peluang akumulasi.

Dalam beberapa siklus sebelumnya, zona MVRV negatif kerap menjadi fase transisi sebelum pasar kembali membentuk tren naik. Meski demikian, kondisi undervalued tidak selalu berarti harga akan langsung berbalik naik dalam waktu singkat. Faktor sentimen makro dan pergerakan aset berisiko global masih memegang peranan penting.

Dengan Bitcoin memimpin zona undervalued, pergerakan altcoin pun ikut terdampak. Banyak altcoin besar hingga menengah kini mencatatkan valuasi yang semakin menarik untuk dicermati oleh trader.

Chainlink Dan Potensi Tekanan Lanjutan Harga

Chainlink menjadi salah satu altcoin yang saat ini berada dalam sorotan. Menurut data Santiment, indikator MVRV 30 hari untuk Chainlink berada di sekitar -9,5%. Angka tersebut menunjukkan bahwa aset ini berada dalam kondisi undervalued yang cukup dalam dibandingkan nilai wajarnya.

Secara fundamental, Chainlink merupakan altcoin kelas menengah dengan valuasi penuh terdilusi sekitar 11,8 miliar dolar AS. Dalam sepekan terakhir, harga Chainlink tercatat turun lebih dari 8% dan diperdagangkan di kisaran 11,8 dolar AS saat artikel ini ditulis.

Namun dari sisi teknikal, grafik mingguan pasangan LINK/USD masih membuka peluang penurunan lanjutan. Level support berikutnya diperkirakan berada di sekitar 8,5 dolar AS sebelum potensi pemantulan harga dapat terjadi.

Cardano Dan Tekanan Bearish Jangka Menengah

Cardano juga masuk dalam daftar altcoin yang dinilai undervalued berdasarkan indikator MVRV. MVRV 30 hari Cardano tercatat berada di angka -7,9%, menandakan bahwa harga saat ini berada di bawah nilai wajarnya.

Sebagai altcoin berkapitalisasi besar, Cardano memiliki valuasi penuh terdilusi lebih dari 12,4 miliar dolar AS. Dalam tujuh hari terakhir, harga Cardano turun hampir 7% dan saat ini berada di kisaran 0,34 dolar AS.

Dari sudut pandang teknikal, pasangan ADA/USD masih berada dalam tekanan bearish jangka menengah. Target penurunan selanjutnya diperkirakan mengarah ke area sekitar 0,27 dolar AS sebelum potensi pemulihan harga mulai terbentuk.

Ethereum Dan XRP Masuk Radar Trader

Ethereum sebagai aset kripto terbesar kedua juga mencatatkan kondisi serupa. Indikator MVRV 30 hari Ethereum berada di angka -7,6% setelah mengalami penurunan signifikan dalam sepekan terakhir. Aset ini memiliki valuasi terdilusi penuh sekitar 348 miliar dolar AS.

Harga Ethereum tercatat turun lebih dari 10% dalam tujuh hari terakhir dan saat ini diperdagangkan di sekitar 2.887 dolar AS. Tekanan jual yang terjadi membuat Ethereum ikut masuk dalam radar trader yang mencari aset kripto undervalued.

Sementara itu, XRP mencatatkan indikator MVRV 30 hari di kisaran -5,7%. Kondisi ini mengindikasikan bahwa XRP juga berada di area undervalued. Dari sisi teknikal, pasangan XRP/USD diperkirakan akan menguji ulang level puncak tahun 2021 yang kini berfungsi sebagai area support sejak tahun 2025.

Gambaran Besar Pasar Dan Sentimen Global

Secara keseluruhan, pasar kripto telah kehilangan hampir seluruh keuntungan yang sempat dibukukan pada pekan pertama tahun 2026. Tekanan ini terjadi seiring meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai seperti emas dan perak, yang tengah mengalami reli parabola.

Perpindahan dana ke komoditas tersebut membuat aset berisiko, termasuk kripto, mengalami tekanan tambahan. Meski demikian, sejumlah analis menilai kondisi ini bersifat sementara dan membuka peluang pembalikan tren dalam jangka menengah.

Harapan pemulihan pasar juga didorong oleh faktor makroekonomi. Komunitas kripto menantikan pengesahan CLARITY Act yang bertujuan memberikan kepastian hukum bagi industri kripto di Amerika Serikat. Selain itu, sinyal dari Presiden Donald Trump terkait fokus Ketua Federal Reserve yang baru untuk menurunkan suku bunga hingga 1% turut menjadi sentimen positif.

Dengan meningkatnya permintaan dari investor institusional seperti Strategy dan BlackRock, altcoin yang saat ini berada di zona undervalued dinilai layak mendapat perhatian. Bagi trader dan investor, fase pasar seperti ini kerap menjadi momentum untuk menyusun strategi investasi menuju tahun 2026.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index