Listrik

Tarif Listrik Nasional Stabil Januari 2026, Begini Hitungan Token PLN

Tarif Listrik Nasional Stabil Januari 2026, Begini Hitungan Token PLN
Tarif Listrik Nasional Stabil Januari 2026, Begini Hitungan Token PLN

JAKARTA - Pemerintah menegaskan bahwa tarif listrik di Indonesia untuk periode 26–31 Januari 2026 tetap sama. 

Seluruh pelanggan PT PLN (Persero) baik bersubsidi maupun nonsubsidi masih menggunakan tarif yang berlaku sejak awal Januari. Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

Evaluasi tarif dilakukan secara berkala setiap tiga bulan, dan untuk periode Januari–Maret 2026, tarif listrik masih mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024. Penetapan tarif mempertimbangkan empat indikator ekonomi makro, yaitu kurs rupiah, harga minyak mentah Indonesia, inflasi, dan Harga Batubara Acuan (HBA).

Tarif Listrik Rumah Tangga Nonsubsidi

Golongan rumah tangga nonsubsidi memiliki tarif berbeda berdasarkan daya listriknya. Untuk R-1/TR daya 900 VA, tarif sebesar Rp1.352 per kWh. Golongan 1.300 VA dan 2.200 VA menggunakan tarif Rp1.444,70 per kWh. Sementara rumah tangga dengan daya lebih besar, R-2/TR 3.500–5.500 VA dan R-3/TR di atas 6.600 VA, menggunakan tarif Rp1.699,53 per kWh.

Dengan tarif ini, PLN menyesuaikan harga token agar proporsional dengan daya listrik yang digunakan konsumen. Tarif stabil memberi kepastian perencanaan biaya bulanan bagi rumah tangga yang menggunakan listrik nonsubsidi.

Tarif Listrik Rumah Tangga Bersubsidi

Untuk pelanggan bersubsidi, tarif listrik jauh lebih rendah. Golongan R-1/TR daya 450 VA dibebankan Rp415 per kWh, sedangkan R-1/TR daya 900 VA Rp605 per kWh. Subsidi ini penting untuk menjaga akses energi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Dengan adanya subsidi, daya listrik tetap terjangkau, sementara pemerintah dapat mengatur alokasi anggaran untuk memastikan distribusi listrik tepat sasaran. Golongan bersubsidi juga mendapatkan kemudahan dalam pembelian token dengan nominal lebih kecil, sesuai kebutuhan rumah tangga.

Simulasi Token Listrik Rp50 Ribu

Konsumen kerap bertanya berapa kWh yang didapat dari token tertentu. Untuk token senilai Rp50 ribu, rumah tangga 900 VA (Rp1.352/kWh) memperoleh sekitar 37 kWh. Golongan 1.300 VA/2.200 VA (Rp1.444,70/kWh) mendapatkan 34 kWh, sedangkan golongan 3.500 VA ke atas (Rp1.699,53/kWh) memperoleh 29 kWh.

Simulasi ini membantu konsumen menghitung kebutuhan listrik bulanan. Dengan estimasi yang jelas, masyarakat dapat membeli token secukupnya, menghindari pemborosan, dan memastikan pemakaian listrik sesuai anggaran keluarga.

Simulasi Token Listrik Rp100 Ribu

Token Rp100 ribu memberikan daya listrik dua kali lipat dibanding Rp50 ribu. Rumah tangga 900 VA mendapatkan sekitar 74 kWh, golongan 1.300 VA/2.200 VA sekitar 69 kWh, dan golongan 3.500 VA ke atas memperoleh 58 kWh.

Estimasi kWh ini bersifat perkiraan karena nilai final bisa berbeda akibat potongan pajak, biaya admin, dan kanal pembelian token. Namun, simulasi tetap menjadi panduan praktis bagi rumah tangga dalam mengatur konsumsi listrik bulanan.

Manfaat Stabilitas Tarif Listrik bagi Masyarakat

Kestabilan tarif listrik memberi kepastian biaya bagi rumah tangga dan usaha kecil. Konsumen bisa merencanakan pengeluaran energi tanpa khawatir lonjakan harga mendadak. Sementara itu, pemerintah dapat memantau penggunaan listrik secara efisien.

Selain itu, tarif stabil juga mendorong masyarakat menggunakan energi secara lebih bijak. Konsumen dapat membandingkan daya listrik dengan kebutuhan nyata, memilih token sesuai kapasitas rumah, dan mengurangi risiko kelebihan bayar atau pemakaian listrik boros.

Tips Mengatur Pembelian Token Listrik

Pelanggan disarankan membeli token sesuai estimasi kebutuhan bulanan. Untuk rumah tangga kecil, token Rp50 ribu mungkin cukup, sedangkan rumah tangga dengan daya besar dapat menyesuaikan nominal token dengan perkiraan kWh.

Selain itu, perhatikan potongan pajak dan biaya admin ketika membeli token. Dengan perhitungan tepat, rumah tangga dapat mengoptimalkan penggunaan listrik, tetap hemat biaya, dan menghindari kehabisan listrik di tengah bulan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index