Arsenal

Arsenal Sapu Bersih Fase Liga Usai Tekuk Kairat Tiga Dua Dramatis

Arsenal Sapu Bersih Fase Liga Usai Tekuk Kairat Tiga Dua Dramatis
Arsenal Sapu Bersih Fase Liga Usai Tekuk Kairat Tiga Dua Dramatis

JAKARTA - Arsenal menutup perjalanan mereka di fase liga Liga Champions 2025/2026 dengan hasil yang menegaskan status sebagai salah satu kandidat kuat juara. 

Bermain di Emirates Stadium pada Kamis, 29 Januari 2026 WIB, The Gunners berhasil menundukkan Kairat Almaty dengan skor tipis 3-2 dalam laga yang berlangsung terbuka dan penuh dinamika.

Meski laga ini tidak lagi memengaruhi kelolosan kedua tim, intensitas pertandingan tetap terjaga sejak awal. Arsenal datang dengan ambisi mempertahankan rekor sempurna, sementara Kairat ingin menutup kiprah mereka di kompetisi elite Eropa dengan kepala tegak. Hasil akhirnya memastikan Arsenal mengoleksi poin sempurna, 24 dari delapan pertandingan.

Tiga gol tuan rumah dicetak oleh Viktor Gyokeres, Kai Havertz, dan Gabriel Martinelli. Di sisi lain, Kairat mampu memberikan perlawanan melalui eksekusi penalti Jorginho serta gol Ricardinho di masa injury time. Pertandingan ini pun menjadi penutup fase liga yang sarat hiburan bagi pendukung Arsenal.

Dengan kemenangan tersebut, Arsenal resmi finis di puncak klasemen fase liga. Konsistensi permainan sepanjang delapan laga menjadi modal berharga bagi pasukan Mikel Arteta untuk melangkah ke babak gugur dengan kepercayaan diri tinggi.

Start Cepat Arsenal Langsung Tekan Lawan

Sejak peluit awal dibunyikan, Arsenal langsung menunjukkan niat menguasai jalannya pertandingan. Tekanan tinggi diterapkan untuk memaksa Kairat bermain lebih dalam. Hasilnya, gol pembuka tercipta ketika laga baru berjalan dua menit.

Viktor Gyokeres memanfaatkan umpan terobosan cerdas dari Kai Havertz. Dengan kontrol yang tenang, penyerang asal Swedia itu melepaskan tembakan mendatar ke sudut gawang yang tak mampu dijangkau kiper Kairat. Emirates Stadium pun langsung bergemuruh menyambut keunggulan cepat tuan rumah.

Namun, keunggulan tersebut tidak membuat Arsenal lengah. Mereka tetap menjaga intensitas serangan dan mencoba memanfaatkan celah di lini belakang Kairat. Meski demikian, respons cepat justru datang dari tim tamu yang tampil tanpa beban.

Kairat mulai berani keluar dari tekanan dan mencoba memanfaatkan momen transisi. Keberanian tersebut berbuah peluang yang akhirnya mengubah jalannya laga di menit-menit awal.

Penalti Kairat Ubah Momentum Sementara

Pada menit ke-5, wasit memberikan penalti kepada Kairat setelah tinjauan VAR. Riccardo Calafiori dinilai melakukan pelanggaran terhadap Jorginho di dalam kotak penalti. Keputusan tersebut sempat memicu protes ringan dari pemain Arsenal, namun tetap tidak berubah.

Jorginho yang menjadi algojo menjalankan tugasnya dengan tenang pada menit ke-7. Ia sukses mengecoh Kepa Arrizabalaga dan membawa skor kembali imbang 1-1. Gol tersebut membuat ritme pertandingan semakin hidup.

Gol balasan itu sempat memberikan suntikan kepercayaan diri bagi Kairat. Mereka mulai lebih berani mengalirkan bola dan mencoba menekan Arsenal di lini tengah. Meski begitu, dominasi penguasaan bola tetap berada di tangan tuan rumah.

Arsenal merespons dengan meningkatkan tempo permainan. Bola lebih cepat dialirkan dari kaki ke kaki, memaksa pertahanan Kairat bekerja ekstra keras untuk menutup ruang.

Havertz Kembalikan Keunggulan Arsenal

Tekanan beruntun Arsenal akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-16. Ben White mengirimkan umpan terukur ke dalam kotak penalti yang dikontrol dengan sempurna oleh Kai Havertz. Tanpa ragu, Havertz melepaskan tembakan kaki kiri yang mengarah tepat ke gawang.

Gol tersebut kembali membawa Arsenal unggul dan membuat permainan semakin condong ke arah tuan rumah. Setelah gol ini, Arsenal tampil lebih lepas dan percaya diri dalam membangun serangan.

Gyokeres hampir mencetak gol keduanya beberapa menit berselang. Mendapat peluang jarak dekat, penyelesaian akhirnya masih melambung tipis di atas mistar gawang. Kairat terlihat mulai kesulitan keluar dari tekanan yang terus dilancarkan Arsenal.

Lini tengah Arsenal mampu mengontrol ritme, membuat Kairat lebih banyak bertahan dan menunggu kesempatan melalui serangan balik cepat.

Martinelli Pastikan Dominasi Babak Pertama

Keunggulan Arsenal semakin diperlebar pada menit ke-38 lewat aksi Gabriel Martinelli. Winger asal Brasil itu memanfaatkan situasi di kotak penalti dan berhasil menceploskan bola ke gawang Kairat. Gol sempat dianulir karena dugaan offside.

Namun setelah wasit melakukan pengecekan VAR, keputusan diubah. Martinelli dinyatakan berada dalam posisi sah, dan gol tersebut disahkan. Emirates Stadium kembali bersorak menyambut gol ketiga tuan rumah.

Hingga babak pertama berakhir, Arsenal tampil dominan dengan keunggulan 3-1. Kairat lebih banyak bertahan dan kesulitan mengembangkan permainan akibat tekanan konstan dari The Gunners.

Keunggulan dua gol di paruh pertama menjadi gambaran jelas perbedaan kualitas dan kedalaman skuad kedua tim di laga ini.

Babak Kedua Lebih Terbuka Hingga Akhir Laga

Memasuki babak kedua, Arsenal tetap mengontrol permainan meski intensitas sedikit menurun. Kairat mencoba tampil lebih agresif untuk mengejar ketertinggalan, membuka ruang yang sebenarnya bisa dimanfaatkan tuan rumah.

Sejumlah peluang tercipta, namun penyelesaian akhir Arsenal tidak setajam di babak pertama. Di sisi lain, Kairat tetap berjuang hingga menit akhir dan berhasil mencetak gol hiburan lewat Ricardinho di masa injury time.

Gol tersebut tidak mengubah hasil akhir. Arsenal tetap menang 3-2 dan memastikan rekor sempurna di fase liga. Kemenangan ini menjadi penutup ideal sebelum The Gunners bersiap menghadapi tantangan yang lebih berat di babak gugur Liga Champions.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index