JAKARTA - Camilan berbahan sayuran kini semakin diminati, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola makan yang lebih sehat.
Salah satu pilihan yang mulai banyak dilirik adalah keripik daun ubi jalar atau keripik daun telo. Meski kerap dianggap sebagai pelengkap lauk atau bahkan limbah pertanian, daun ubi jalar ternyata menyimpan potensi besar untuk diolah menjadi camilan renyah bernilai gizi tinggi.
Dibandingkan keripik sayuran lain, daun ubi jalar memiliki tekstur yang lebih tebal dan kuat. Karakter ini membuatnya cocok diolah menjadi keripik yang tidak mudah remuk serta relatif lebih tahan lama. Namun, untuk menghasilkan keripik yang hijau cerah, renyah, dan tidak berminyak, diperlukan teknik pengolahan yang tepat sejak tahap awal persiapan.
Karakter Daun Ubi Jalar Sebagai Bahan Keripik
Daun ubi jalar atau Ipomoea batatas selama ini sering dipandang sebelah mata. Padahal, daun ini mengandung nutrisi penting seperti serat, protein nabati, kalsium, zat besi, hingga vitamin A dan C. Kandungan antioksidan polifenol, flavonoid, serta karotenoidnya bahkan disebut lebih tinggi dibandingkan beberapa jenis sayuran hijau populer.
Tekstur daun ubi jalar yang relatif tebal menjadi keunggulan tersendiri. Saat digoreng dengan teknik yang benar, keripik yang dihasilkan terasa lebih “kriuk” dan memiliki struktur yang kokoh. Sensasi ini membuat keripik daun ubi jalar berbeda dari keripik bayam yang cenderung tipis dan mudah patah.
Selain bernilai gizi, pemanfaatan daun ubi jalar sebagai keripik juga menjadi inovasi pangan yang ramah lingkungan. Seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan, sehingga mengurangi limbah sekaligus membuka peluang usaha berbasis bahan lokal yang murah dan mudah diperoleh.
Bahan Utama Dan Komposisi Adonan Pelapis
Bahan utama yang digunakan tentu saja daun ubi jalar segar. Pilih daun yang sudah lebar namun masih muda agar teksturnya empuk dan tidak pahit. Dua ikat daun ubi jalar umumnya cukup untuk satu kali produksi rumahan. Minyak goreng disiapkan secukupnya untuk proses penggorengan.
Untuk adonan pelapis, diperlukan 250 gram tepung beras sebagai sumber kerenyahan utama dan 50 gram tepung tapioka untuk menghasilkan tekstur yang ringan. Penambahan satu butir telur bersifat opsional, tetapi dapat memberikan rasa gurih serta membuat adonan lebih lembut. Santan encer sekitar 200 mililiter berfungsi sebagai pemberi rasa gurih alami.
Bumbu halus terdiri dari bawang putih, kemiri sangrai, ketumbar bubuk, dan kencur segar. Garam serta penyedap rasa digunakan secukupnya untuk menyeimbangkan cita rasa. Perpaduan bumbu ini akan memberikan aroma khas yang menggugah selera.
Tahap Persiapan Daun Hingga Adonan
Langkah awal dimulai dari persiapan daun ubi jalar. Daun dicuci bersih di bawah air mengalir, lalu dipisahkan dari tangkainya. Pastikan daun benar-benar kering sebelum diproses lebih lanjut. Daun yang masih basah akan membuat adonan sulit menempel dan berpotensi menghasilkan keripik yang kurang renyah.
Setelah daun siap, lanjutkan dengan membuat adonan pelapis. Campurkan tepung beras dan tepung tapioka dalam satu wadah besar. Bumbu yang telah dihaluskan dimasukkan ke dalam campuran tepung, kemudian diaduk hingga merata. Santan dituangkan sedikit demi sedikit sambil diaduk agar tidak menggumpal.
Konsistensi adonan sebaiknya tidak terlalu encer maupun terlalu kental. Adonan yang pas akan melapisi daun secara merata tanpa menetes berlebihan, sehingga hasil gorengan tampak rapi dan renyah.
Proses Penggorengan Agar Tetap Hijau Dan Renyah
Panaskan minyak dengan api sedang cenderung kecil. Suhu minyak yang stabil menjadi kunci utama keberhasilan. Ambil satu helai daun, pegang bagian pangkalnya, lalu celupkan ke dalam adonan hingga seluruh permukaan tertutup tipis merata.
Masukkan daun satu per satu ke dalam minyak panas. Hindari menggoreng terlalu banyak daun sekaligus agar suhu minyak tidak turun drastis. Goreng hingga adonan mengeras dan terlihat krispi, namun warna daun tetap hijau cerah.
Setelah matang, angkat keripik dan tiriskan dengan posisi berdiri atau tegak. Cara ini membantu minyak turun dengan sempurna sehingga keripik tidak berminyak. Biarkan dingin sepenuhnya sebelum disimpan.
Tips Tekstur Sempurna Dan Penyimpanan Tahan Lama
Pemilihan daun sangat menentukan hasil akhir. Daun terbaik biasanya berada di urutan ketiga atau keempat dari pucuk tanaman. Daun yang terlalu muda mudah sobek, sementara daun terlalu tua cenderung berserat dan pahit.
Kontrol api selama menggoreng juga tidak boleh diabaikan. Api terlalu besar membuat daun cepat gosong dan kehilangan warna hijaunya. Sebaliknya, api terlalu kecil menyebabkan keripik menyerap minyak berlebih dan menjadi lembek. Beberapa pelaku usaha bahkan menerapkan teknik menggoreng dua kali untuk hasil yang lebih renyah.
Setelah dingin, simpan keripik daun ubi jalar dalam wadah kedap udara. Penyimpanan yang tepat akan menjaga kerenyahan dan memperpanjang umur simpan, sehingga keripik bisa dinikmati dalam waktu lebih lama.
Nilai Gizi Dan Peluang Usaha Keripik Daun Ubi Jalar
Keripik daun ubi jalar bukan hanya lezat, tetapi juga memiliki nilai gizi yang baik. Kandungan seratnya membantu pencernaan, sementara vitamin dan mineralnya mendukung kesehatan tubuh secara umum. Antioksidan di dalamnya berperan menangkal radikal bebas.
Dari sisi ekonomi, keripik daun ubi jalar menawarkan peluang usaha rumahan yang menjanjikan. Modal relatif kecil, bahan mudah didapat, dan proses pembuatan tidak rumit. Dengan pengemasan menarik dan pemasaran yang tepat, camilan ini berpotensi menjadi produk bernilai jual tinggi berbasis pangan lokal.