JAKARTA - Kemenangan atas Kirgistan di Piala Asia Futsal 2026 membawa timnas futsal Indonesia ke situasi ideal sekaligus menantang.
Ideal karena tiket perempat final telah diamankan, namun menantang karena laga penentuan melawan Irak sudah menanti di depan mata. Pelatih Hector Souto menilai hasil positif tersebut tak boleh membuat timnya lengah, sebab lawan berikutnya dinilai memiliki kualitas berbeda dan potensi bahaya yang lebih besar.
Bermain di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Kamis malam WIB, skuad Garuda kembali menunjukkan daya saing tinggi. Namun di balik skor kemenangan 5-3, Souto melihat sejumlah catatan penting yang harus segera diperbaiki. Fokusnya kini bukan lagi pada euforia kemenangan, melainkan pada bagaimana menyiapkan tim agar tampil lebih disiplin dan efektif saat menghadapi Irak.
Timnas futsal Indonesia tergabung di Grup A bersama Korea Selatan, Kirgistan, dan Irak. Dua laga awal berhasil dilewati dengan sempurna, tetapi pertandingan terakhir fase grup akan menentukan posisi akhir klasemen. Situasi inilah yang membuat Souto mulai menggeser perhatian penuh ke calon lawan berikutnya.
Langkah Indonesia Kian Mantap Di Fase Grup
Dua kemenangan beruntun menjadi modal berharga bagi timnas futsal Indonesia. Setelah membuka turnamen dengan kemenangan telak 5-0 atas Korea Selatan, pasukan Merah Putih kembali tampil tajam saat menghadapi Kirgistan. Meski sempat terlibat kejar-mengejar skor, Indonesia mampu menjaga keunggulan hingga peluit akhir dibunyikan.
Hasil tersebut memastikan Indonesia mengoleksi enam poin dari dua pertandingan. Raihan ini cukup untuk mengunci satu tempat di perempat final Piala Asia Futsal 2026. Capaian tersebut kembali menegaskan bahwa timnas futsal Indonesia mampu bersaing di level Asia.
Meski sudah lolos, Indonesia belum sepenuhnya aman dalam hal posisi klasemen akhir. Selisih gol menjadi faktor pembeda dengan Irak, yang juga meraih dua kemenangan. Oleh karena itu, laga terakhir akan sangat menentukan apakah Indonesia keluar sebagai juara grup atau tidak.
Irak Jadi Tantangan Terberat Berikutnya
Hector Souto menilai Irak sebagai lawan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Dari seluruh tim di Grup A, Singa Mesopotamia disebut memiliki karakter permainan yang paling kompleks. Kekuatan individu pemain Irak menjadi perhatian utama sang pelatih.
“Pertandingan yang sangat rumit. Saya katakan dalam konferensi pers sebelum turnamen bahwa Irak memiliki lima atau enam pemain hebat dalam duel satu lawan satu,” ujar Souto selepas laga melawan Kirgistan.
Menurutnya, gaya bermain Irak lebih mendekati futsal barat yang mengandalkan kecepatan dan kemampuan individu. Pola ini berbeda dengan Kirgistan atau Korea Selatan, sehingga membutuhkan pendekatan taktik yang lebih matang.
“Irak lebih bergaya futsal barat. Mereka cepat, mereka bermain sangat terampil dan selalu dekat dengan gol dalam situasi individu,” imbuhnya. Pernyataan tersebut menegaskan tingkat kewaspadaan yang kini mulai dibangun oleh tim pelatih.
Penguasaan Bola Jadi Kunci Antisipasi
Sebagai langkah antisipasi, Souto menyoroti pentingnya penguasaan bola. Ia menilai timnas futsal Indonesia masih terlalu sering kehilangan bola, terutama saat membangun serangan. Situasi ini dinilai berbahaya jika kembali terulang saat melawan Irak.
“Kita perlu waspada terhadap keterampilan individu (Timnas Irak) dan mencoba untuk lebih menguasai bola dibanding hari ini,” kata Souto.
Dalam pertandingan melawan Kirgistan, Indonesia memang beberapa kali kehilangan momentum akibat kesalahan sendiri. Souto menilai hal tersebut tidak boleh terulang, sebab Irak memiliki kualitas yang lebih baik dalam memanfaatkan celah.
“Hari ini kita kehilangan banyak bola dalam serangan. Di pertandingan berikutnya, kita harus membuat mereka menderita dalam pertahanan,” tegasnya. Pernyataan ini menandakan perubahan pendekatan yang kemungkinan akan diterapkan pada laga berikutnya.
Situasi Klasemen Beri Keuntungan Tipis
Saat ini Indonesia berada di puncak klasemen sementara Grup A, unggul selisih gol atas Irak. Kondisi tersebut memberi keuntungan tersendiri, karena hasil imbang sudah cukup bagi skuad Garuda untuk mengamankan status juara grup.
Meski demikian, Hector Souto menegaskan bahwa target tim bukan sekadar bermain aman. Ia tetap menginginkan performa maksimal agar momentum positif tetap terjaga hingga fase gugur. Menurutnya, kemenangan akan memberi kepercayaan diri tambahan bagi para pemain.
Pertandingan melawan Irak juga dipandang sebagai ujian mental dan taktik sebelum memasuki babak perempat final. Hasil laga ini diharapkan bisa menjadi gambaran sejauh mana kesiapan Indonesia menghadapi lawan-lawan kuat di fase selanjutnya.
Apresiasi Pelatih Untuk Kerja Keras Tim
Di tengah fokus memikirkan laga berikutnya, Hector Souto tetap memberikan apresiasi kepada anak asuhnya. Dua kemenangan beruntun dinilai bukan hasil yang mudah, mengingat besarnya ekspektasi publik terhadap timnas futsal Indonesia.
“Selamat untuk para pemain saya. Saya pikir, jika saya tidak salah, ini adalah kali kedua atau ketiga Indonesia lolos ke perempat final,” ucapnya.
Souto mengakui bahwa tekanan selalu menyertai setiap pertandingan. Harapan besar dari publik menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain. Namun sejauh ini, tim dinilai mampu menjawab kepercayaan tersebut dengan performa positif.
“Itu tidak pernah mudah. Orang-orang memiliki harapan besar pada kami,” tutupnya. Pernyataan tersebut mencerminkan keseimbangan antara rasa bangga atas pencapaian tim dan kewaspadaan menghadapi tantangan yang masih menunggu di Piala Asia Futsal 2026.