JAKARTA - Tekanan pasar yang terjadi pada awal pekan menjadi perhatian utama pelaku investasi di Bursa Efek Indonesia.
Koreksi tajam yang menimpa Indeks Harga Saham Gabungan memunculkan kehati hatian sekaligus peluang bagi investor yang jeli membaca arah pergerakan. Di tengah pelemahan tersebut, sejumlah analis tetap merilis daftar saham pilihan untuk dicermati pada perdagangan hari ini.
Kondisi pasar yang fluktuatif sering kali membuka ruang strategi berbeda antara trader jangka pendek dan investor jangka panjang. Sebagian pelaku pasar memilih menunggu konfirmasi teknikal, sementara lainnya memanfaatkan koreksi sebagai momentum akumulasi. Dengan latar belakang pelemahan kemarin, rekomendasi saham hari ini menjadi referensi penting sebelum mengambil keputusan transaksi.
Arah IHSG pada sesi sebelumnya menunjukkan tekanan yang tidak ringan. Namun, di balik pelemahan tersebut, masih terdapat saham saham tertentu yang dinilai memiliki potensi melanjutkan tren positif. Analisis sektoral dan volume transaksi menjadi indikator utama dalam menentukan pilihan.
Berikut rangkuman kondisi pasar sekaligus daftar rekomendasi saham dari sejumlah broker untuk perdagangan Selasa 3 Maret 2026.
IHSG Ditutup di Level Terendah Harian
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin, Senin (2/3/2026), turun 2,66% di posisi 8.016,8. Lantas bagaimana dengan rekomendasi saham hari ini?
IHSG menutup perdagangan dengan berada di posisi terendah sepanjang hari 8.016,8 intraday. Adapun level tertinggi sempat menyentuh 8.133,6 yang terjadi pada perdagangan pagi hari.
Pergerakan tersebut menunjukkan adanya tekanan jual yang berlanjut hingga akhir sesi kedua. Kenaikan di pagi hari tidak mampu dipertahankan sehingga indeks berbalik melemah cukup dalam.
Level penutupan di titik terendah mengindikasikan dominasi aksi jual menjelang akhir perdagangan. Situasi ini menjadi sinyal penting bagi pelaku pasar dalam membaca potensi pergerakan selanjutnya.
Sektor Pemberat dan Data Perdagangan
Saham–saham konsumen non primer, saham perindustrian, dan saham properti menjadi pemicu dan pemberat IHSG pada tren penurunan dengan masing–masing melemah mencapai 7,59%, 5,95% dan juga 4,13%.
Tekanan pada sektor konsumen non primer menjadi yang paling signifikan. Disusul sektor perindustrian dan properti yang turut memperdalam koreksi indeks secara keseluruhan.
Volume perdagangan yang didominasi penjualan 56,6 miliar saham dengan nilai transaksi total mencapai Rp29,83 triliun. Serta frekuensi yang terjadi sejumlah 3,65 juta kali diperjualbelikan.
Sebanyak–banyaknya 671 saham melemah, sedang masih adanya 108 saham menguat. Sisanya 41 saham enggan melaju alias stagnan. Komposisi ini mencerminkan sentimen negatif yang meluas di hampir seluruh sektor.
Peluang Saham Potensial di Tengah Koreksi
Biarpun IHSG terpeleset di zona merah pada perdagangan kemarin, masih ada sejumlah saham potensial dan saham pilihan yang menarik dicermati melanjutkan tren bullish saham uptrend, telisik rekomendasi saham hari ini Selasa.
Koreksi yang terjadi tidak selalu berarti seluruh saham kehilangan daya tariknya. Dalam kondisi seperti ini, investor biasanya mencari saham dengan pola teknikal kuat atau fundamental solid yang mampu bertahan di tengah tekanan pasar.
Strategi selektif menjadi kunci utama. Dengan memantau pergerakan volume serta area support dan resistance, peluang rebound pada saham tertentu tetap terbuka.
Rekomendasi dari berbagai sekuritas dapat menjadi referensi awal sebelum melakukan analisis lanjutan secara mandiri.
Daftar Rekomendasi Saham dari Sejumlah Broker
Berikut rekomendasi saham hari ini yang dirangkum dari sejumlah broker.
BRI Danareksa Sekuritas
MEDC
APEX
DOID
BNI Sekuritas
ELSA
ANTM
BRMS
ESSA
BIPI
SMDR
Phillip Sekuritas
PSAB
HRUM
MNC Sekuritas
HRTA
EXCL
PSAB
BMRI
CGS International Sekuritas
PSAB
BRMS
EMAS
ANTM
RAJA
RATU
Phintraco Sekuritas
ANTM
ESSA
PTBA
LSIP
INDY
Panin Sekuritas
HRUM
JPFA
DSSA
Mirae Asset Sekuritas
PTRO
RATU
UNTR
Semesta Indovest Sekuritas
AADI
ANTM
PGAS
ELSA
Daftar tersebut menunjukkan adanya beberapa saham yang direkomendasikan lebih dari satu broker, seperti ANTM, PSAB, dan HRUM. Hal ini dapat menjadi indikasi meningkatnya perhatian analis terhadap saham saham tersebut.
Meski demikian, investor tetap disarankan melakukan analisis tambahan dan menyesuaikan keputusan dengan profil risiko masing masing. Pergerakan pasar yang dinamis menuntut disiplin dalam manajemen risiko agar strategi investasi tetap terjaga dengan baik.