IHSG Tertekan Simak Lima Rekomendasi Saham Potensial Hari Ini

Rabu, 04 Maret 2026 | 11:54:51 WIB
IHSG Tertekan Simak Lima Rekomendasi Saham Potensial Hari Ini

JAKARTA - Tekanan di pasar saham domestik masih terasa hingga awal Maret 2026. 

Indeks Harga Saham Gabungan kembali menutup perdagangan di zona merah, mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar di tengah berbagai sentimen global dan domestik. Meski demikian, sejumlah saham justru menunjukkan daya tahan dan tetap menarik untuk dicermati pada perdagangan hari ini.

Pada penutupan Selasa, 3 Maret, IHSG terkoreksi 0,96 persen ke level 7.939,77. Pergerakan indeks sepanjang hari cenderung fluktuatif sebelum akhirnya berakhir di wilayah negatif. Kondisi ini menjadi cerminan dinamika pasar yang dipengaruhi arus dana, kinerja sektoral, hingga perkembangan global.

Di balik pelemahan indeks, terdapat beberapa saham yang mampu mencatat penguatan. BBCA naik 0,71 persen, AADI melonjak 6,82 persen, dan UNTR menguat 2,61 persen sehingga menjadi penopang utama indeks. Sebaliknya, tekanan datang dari AMMN yang turun 6,51 persen, BBRI melemah 1,31 persen, serta BREN terkoreksi 2,57 persen dan menjadi pemberat indeks.

Aliran Dana Dan Kinerja Sektoral

Dari sisi aliran dana, investor asing membukukan net sell sebesar Rp1,17 triliun di pasar reguler. Namun secara keseluruhan, asing masih mencatatkan net buy Rp3,45 triliun di seluruh pasar. Data ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi aksi jual di pasar reguler, minat terhadap aset domestik belum sepenuhnya surut.

Secara sektoral, sembilan dari sebelas sektor berakhir di zona merah. Sektor Basic Industry mencatat koreksi terdalam sebesar 3,85 persen. Sementara itu, sektor Industrial menjadi satu-satunya yang mencatat penguatan tertinggi dengan kenaikan 0,59 persen.

Tekanan juga merembet ke pasar global. Indeks utama Amerika Serikat kompak melemah, dengan Dow Jones turun 0,83 persen ke 48.501, S&P 500 terkoreksi 0,94 persen ke 6.816, dan Nasdaq melemah 1,02 persen ke 22.516. Kekhawatiran konflik berkepanjangan antara AS dan Iran turut memengaruhi sentimen pasar.

ETF EIDO dan MSCI Indonesia juga terdampak, masing-masing terkoreksi 2,11 persen dan 0,71 persen. Kondisi ini memperlihatkan bahwa sentimen global masih menjadi faktor dominan dalam membentuk arah pasar domestik.

Kabar Korporasi Chandra Asri Pacific

Di tengah tekanan pasar, kabar positif datang dari Chandra Asri Pacific Tbk yang memperoleh komitmen investasi sebesar US$200 juta atau sekitar Rp3,37 triliun. Dana tersebut berasal dari Danantara Indonesia dan Indonesia Investment Authority.

Komitmen tersebut ditegaskan melalui penandatanganan Conditional Share Subscription Agreement untuk mendukung pembangunan pabrik Chlor Alkali Ethylene Dichloride di Cilegon, Banten. Proyek ini merupakan bagian dari total investasi senilai US$800 juta yang akan dikelola oleh entitas Chandra Asri Alkali.

Proyek yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2027. Pada tahap awal, kapasitas produksi dirancang mencapai 400.000 ton Caustic Soda dan 500.000 ton Ethylene Dichloride per tahun. Selain mendorong kapasitas industri, proyek ini berpotensi menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja saat konstruksi dan 250 tenaga kerja saat operasional.

Rencana Rights Issue Royaltama Mulia

Sementara itu, Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk berencana melaksanakan rights issue dengan menerbitkan maksimal 512 juta saham baru atau setara 29,06 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Rencana ini masih menunggu persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB pada 8 April mendatang.

Seluruh dana hasil penawaran umum terbatas ini, setelah dikurangi biaya emisi, akan dialokasikan sebagai modal kerja. Langkah tersebut bertujuan memperkuat struktur permodalan dan mendukung pengembangan usaha perseroan.

Pelaksanaan rights issue akan dilakukan paling lambat dua belas bulan sejak persetujuan RUPSLB. Strategi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga likuiditas di tengah kondisi pasar yang menantang.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Di tengah tekanan IHSG, sejumlah saham dinilai masih memiliki potensi teknikal. HUMI direkomendasikan buy di rentang 240 hingga 244 dengan target price 252 sampai 260 dan stop loss 224. Saham ini dinilai memiliki peluang rebound jangka pendek.

GTSI direkomendasikan buy pada kisaran 308 hingga 312 dengan target 324 sampai 332 dan stop loss 290. Sementara STAA disarankan buy di area 1205 hingga 1220 dengan target 1250 sampai 1310 dan stop loss 1140.

ACES juga masuk dalam daftar dengan rekomendasi buy di rentang 396 sampai 400, target 408 hingga 410, dan stop loss 380. Terakhir, LEAD direkomendasikan buy pada 181 sampai 183 dengan target 190 hingga 198 dan stop loss 171.

Meski IHSG masih tertekan, peluang tetap terbuka bagi investor yang disiplin menerapkan manajemen risiko. Memantau sentimen global, arus dana asing, serta perkembangan korporasi menjadi kunci dalam menentukan strategi pada perdagangan hari ini.

Terkini