BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Mulai April Puncak Juli Agustus

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:30:08 WIB
BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Mulai April Puncak Juli Agustus

JAKARTA - Perubahan pola cuaca tahunan kembali menjadi perhatian menjelang pertengahan tahun. 

Masyarakat di berbagai daerah mulai bersiap menghadapi peralihan dari musim hujan menuju kemarau. Informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menjadi acuan utama dalam membaca arah kondisi iklim nasional.

BMKG memprediksi sejumlah daerah di Indonesia akan memasuki musim kemarau mulai April 2026. Pergeseran musim ini tidak berlangsung serentak, melainkan bertahap sesuai karakteristik zona masing-masing. Wilayah timur Indonesia disebut menjadi titik awal peralihan tersebut.

Musim kemarau diawali di Nusa Tenggara dan kemudian bergerak secara bertahap ke wilayah lain. Pola ini sesuai dengan dinamika angin monsun dan distribusi curah hujan tahunan. Proses transisi tersebut diperkirakan berlangsung selama beberapa bulan.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan proyeksi tersebut dalam konferensi pers. Penjelasan disampaikan di Kantor BMKG di Jakarta pada Rabu, 4 Maret 2026. Paparan ini menjadi panduan bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam menyusun langkah antisipasi.

Gambaran Awal Musim Kemarau

"Awal musim kemarau, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi masuk musim kemarau pada periode April, yaitu ada 114 zona musim atau sekitar 16,3 persen dari seluruh zona musim yang ada di Indonesia, sebanyak 699," kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani dalam konferensi pers di Kantor BMKG di Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026, melansir Antara.

Data tersebut menunjukkan bahwa peralihan musim dimulai secara terbatas pada April. Dari total 699 zona musim, sebanyak 114 zona akan lebih dulu mengalami kemarau. Angka ini mencerminkan tahapan awal sebelum meluas ke daerah lain.

Kemudian, pada Mei 2026, terdapat 184 zona musim yang diperkirakan memasuki kemarau. Jumlah itu menunjukkan peningkatan signifikan dibanding April. Artinya, cakupan wilayah terdampak akan semakin luas.

Selanjutnya pada Juni 2026 sebanyak 163 zona musim yang akan memasuki musim kemarau. Distribusi ini memperlihatkan proses transisi bertahap sepanjang kuartal kedua tahun tersebut. Masyarakat di berbagai daerah diimbau menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca.

Pergerakan Musim Dari Timur Ke Barat

"Nantinya diawali dari wilayah Nusa Tenggara dengan bergerak ke barat secara bertahap ke wilayah Indonesia lainnya," ungkap dia. Pernyataan ini menegaskan pola umum pergerakan musim kemarau di Indonesia. Wilayah timur menjadi titik awal sebelum merambat ke barat.

Pergerakan bertahap tersebut mengikuti karakteristik geografis Indonesia yang luas dan beragam. Setiap zona musim memiliki waktu mulai kemarau yang berbeda. Karena itu, informasi detail per wilayah menjadi sangat penting.

Tidak hanya itu, dia memperingatkan bahwa durasi musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia yang berada di 400 zona musim akan lebih panjang dibandingkan normal. Kondisi ini berpotensi berdampak pada sektor pertanian dan ketersediaan air.

Durasi yang lebih panjang dari biasanya menuntut kesiapsiagaan lebih dini. Pemerintah daerah perlu memperkuat manajemen sumber daya air. Sementara masyarakat diharapkan lebih bijak dalam penggunaan air bersih.

Puncak Kemarau Pada Juli

Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Juli 2026 untuk sebagian Sumatra, Kalimantan bagian tengah dan utara, sebagian kecil Jawa, sebagian kecil Nusa Tenggara Barat dan Timur, Sulawesi Barat bagian utara, Sulawesi Tengah bagian barat, Sulawesi Utara bagian barat, sebagian kecil Maluku, Papua Barat bagian tengah dan Papua bagian timur.

Wilayah-wilayah tersebut diperkirakan mengalami kondisi paling kering pada pertengahan tahun. Curah hujan akan berada pada titik terendah dibanding bulan lainnya. Dampaknya bisa terasa pada sektor pertanian dan kehutanan.

Pada fase puncak ini, potensi kebakaran hutan dan lahan biasanya meningkat. Oleh karena itu, langkah mitigasi perlu diperkuat sejak awal musim. Pengawasan di daerah rawan menjadi prioritas.

Selain itu, masyarakat juga disarankan menjaga kesehatan di tengah suhu udara yang cenderung lebih panas. Asupan cairan dan perlindungan dari paparan sinar matahari langsung menjadi hal penting. Antisipasi dini membantu mengurangi risiko dampak kemarau.

Sebaran Puncak Kemarau Agustus Dan September

Puncak kemarau pada Agustus 2026 adalah Sumatera bagian tengah dan selatan, Jawa bagian tengah hingga timur, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, sebagian Maluku, Maluku Utara dan Pulau Papua. Sebaran ini menunjukkan cakupan yang semakin luas pada bulan tersebut.

Agustus menjadi periode dengan wilayah terdampak paling banyak. Sebagian besar kawasan Indonesia diprediksi berada pada fase kering maksimum. Hal ini sejalan dengan pola klimatologis tahunan.

Sementara itu, BMKG memprakirakan daerah yang mengalami puncak musim kemarau pada September, yaitu sebagian Lampung, sebagian kecil Jawa, sebagian besar NTT, Sulawesi bagian utara dan timur, sebagian besar Maluku Utara, sebagian Maluku dan sebagian kecil Pulau Papua. Wilayah tersebut cenderung mengalami puncak lebih lambat.

Dengan proyeksi ini, masyarakat diimbau terus memantau pembaruan informasi resmi dari BMKG. Perencanaan kegiatan, terutama di sektor pertanian dan pengelolaan air, perlu disesuaikan dengan prediksi musim. Kesiapan sejak dini menjadi kunci menghadapi musim kemarau 2026.

Terkini