JAKARTA - Industri pergadaian nasional memasuki fase baru setelah regulator memberi ruang legalisasi lebih luas kepada pelaku usaha.
Kebijakan ini memicu lonjakan perusahaan berizin sekaligus memperketat kompetisi pasar. Di tengah perubahan tersebut, pelaku industri dituntut beradaptasi cepat. Perusahaan yang mampu menjaga kepercayaan publik dinilai akan bertahan. Momentum ini juga menjadi penanda penataan sektor jasa keuangan yang lebih tertib.
Otoritas Jasa Keuangan memberikan relaksasi pengajuan perizinan bagi perusahaan gadai yang belum mendapatkan izin untuk menjadi legal. Adapun batas waktu perizinan dapat dilakukan pada periode 1 Desember 2025 sampai 12 Januari 2026. Kebijakan ini membuka jalan bagi pelaku usaha informal. Regulator ingin seluruh operasional berada dalam koridor hukum. Penataan dilakukan demi perlindungan konsumen dan stabilitas industri.
Regulator mencatat respons pelaku usaha tergolong tinggi selama masa relaksasi tersebut. OJK menyatakan sebanyak 165 pelaku usaha telah mengajukan izin usaha pergadaian menjadi legal pada periode 1 Desember 2025 hingga 12 Januari 2026. Dengan demikian, total perusahaan pergadaian berizin sebanyak 223 perusahaan hingga Januari 2026. Angka tersebut menunjukkan antusiasme legalisasi. Industri bergerak menuju tata kelola yang lebih baik.
PT Gadai ValueMax Indonesia melihat secara positif perkembangan dari makin bertambahnya perusahaan gadai yang legal. Perusahaan menilai peningkatan jumlah pelaku resmi mencerminkan iklim usaha yang semakin sehat. Transparansi dinilai menjadi fondasi penting pertumbuhan jangka panjang. Kepercayaan publik juga diyakini meningkat. Situasi ini membuka peluang kolaborasi sekaligus kompetisi.
Legalitas Dorong Industri Lebih Sehat dan Transparan
Direktur Utama Gadai ValueMax Indonesia Brian Wiraatmadja mengatakan makin banyaknya pelaku usaha yang mengurus izin menjadi legal, industri pergadaian di Indonesia justru menjadi makin sehat dan transparan. Penegasan tersebut menyoroti dampak positif regulasi. Legalitas membuat standar operasional lebih jelas. Perlindungan nasabah pun semakin kuat. Praktik usaha ilegal dapat ditekan.
Dia juga menilai, langkah OJK tersebut juga menunjukkan komitmen regulator untuk menata industri agar seluruh perusahaan menjalani usaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penataan menyeluruh dinilai penting bagi stabilitas sektor keuangan. Kepastian hukum memberi rasa aman bagi investor. Pengawasan yang konsisten memperkuat kredibilitas industri. Regulasi menjadi fondasi keberlanjutan usaha.
Meskipun demikian, Brian tak memungkiri bahwa bertambahnya jumlah perusahaan pergadaian, membuat tingkat persaingan di industri akan menjadi lebih ketat. Pertumbuhan jumlah pemain berarti perebutan pasar semakin intens. Perusahaan harus meningkatkan kualitas layanan. Diferensiasi produk menjadi kunci utama. Efisiensi operasional juga semakin penting.
"Di sisi lain, hal itu juga memperluas edukasi kepada masyarakat mengenai layanan pergadaian yang legal, aman, dan diawasi regulator," katanya kepada Kontan, Minggu (8/3/2026). Pernyataan ini menekankan sisi edukatif dari kompetisi. Masyarakat semakin paham memilih layanan resmi. Keamanan transaksi menjadi pertimbangan utama. Literasi keuangan publik ikut terdorong.
Potensi Pasar Pergadaian Masih Terbuka Lebar
Selain faktor persaingan, perusahaan juga melihat peluang pasar yang masih luas. Brian juga melihat bahwa potensi pasar pergadaian di Indonesia masih sangat besar. Pertumbuhan sektor ini dinilai belum mencapai titik jenuh. Permintaan layanan pembiayaan cepat tetap tinggi. Kebutuhan masyarakat terus berkembang.
Dia bilang tingkat inklusi keuangan yang masih rendah meski tingkat literasi sudah tinggi, menunjukkan besarnya potensi pasar yang belum dijangkau oleh perusahaan pergadaian. Kondisi ini mencerminkan kesenjangan layanan keuangan. Banyak masyarakat memahami produk finansial namun belum terlayani. Celah tersebut menjadi ruang ekspansi bisnis. Industri pergadaian dapat menjangkau segmen baru.
"Dengan demikian, industri masih memiliki ruang pertumbuhan yang luas. Jadi, tetap ada peluang besar bagi perusahaan yang mampu memberikan layanan terbaik," ujar Brian. Pernyataan ini menegaskan optimisme terhadap prospek sektor gadai. Kualitas layanan menjadi faktor pembeda. Kecepatan dan kemudahan transaksi semakin krusial. Kepercayaan nasabah menjadi prioritas utama.
Strategi ValueMax Menjaga Kinerja dan Daya Saing
Untuk menyikapi makin banyaknya perusahaan gadai legal yang bermunculan, Gadai ValueMax akan menerapkan sejumlah strategi guna menjaga kinerja pada tahun ini. Langkah strategis difokuskan pada penguatan fundamental bisnis. Perusahaan menargetkan pertumbuhan berkelanjutan. Adaptasi dilakukan di berbagai lini operasional. Fokus utama tetap pada kepuasan nasabah.
Dia bilang, beberapa strategi yang dilakukan adalah memperkuat layanan kepada nasabah dan meningkatkan kepercayaan, menjaga daya saing nilai pinjaman dan bunga, memperketat tata kelola dan kepatuhan perusahaan, serta efisiensi operasional dan perkembangan teknologi. Strategi ini menyeimbangkan aspek layanan dan manajemen risiko. Inovasi teknologi mendukung kecepatan proses. Kepatuhan menjaga reputasi perusahaan.
"Kami juga terus membuka cabang-cabang baru di lokasi strategis untuk mempermudah nasabah bertransaksi dengan dekat," tuturnya. Ekspansi jaringan menjadi bagian penting strategi pertumbuhan. Akses yang lebih dekat meningkatkan kenyamanan nasabah. Kehadiran fisik tetap relevan di tengah digitalisasi. Distribusi layanan diperluas secara bertahap.
Komitmen Kehati-hatian dan Target Pertumbuhan Pembiayaan
Brian juga mengatakan pihaknya akan terus menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian, karena kepercayaan dan reputasi menjadi faktor yang sangat menentukan keberlanjutan usaha untuk jangka panjang di industri pergadaian. Prinsip prudensial menjadi landasan operasional perusahaan. Reputasi dinilai sebagai aset paling berharga. Pengelolaan risiko dilakukan secara disiplin. Keberlanjutan usaha menjadi orientasi utama.
Berdasarkan data pada 2025, Gadai ValueMax mencatatkan pembiayaan tumbuh sampai 250 persen. Kinerja tersebut mencerminkan ekspansi bisnis yang agresif. Permintaan pembiayaan menunjukkan tren positif. Strategi perusahaan dinilai efektif mendorong pertumbuhan. Fondasi bisnis semakin kuat.
Adapun perusahaan tersebut menargetkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 227 persen pada 2026. Target ini menunjukkan optimisme manajemen menghadapi persaingan industri. Perusahaan menyiapkan strategi ekspansi berkelanjutan. Inovasi layanan akan terus dikembangkan. Fokus tetap pada pertumbuhan yang sehat dan terukur.