JAKARTA - Perdagangan saham domestik kembali menjadi sorotan pelaku pasar pada Selasa, 10 Maret 2026.
Pergerakan indeks acuan menunjukkan dinamika yang perlu dicermati investor sejak awal sesi. Sejumlah analis memproyeksikan risiko koreksi masih membayangi laju indeks. Rekomendasi saham unggulan pun mulai disiapkan.
Sejumlah analis memperkirakan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan hari ini berisiko koreksi dan memberi rekomendasi saham unggulan pada perdagangan, Selasa 10 Maret 2026. Berdasarkan data IDX Mobile, Senin 9 Maret 2026, IHSG ditutup pada level 7.337. Posisi tersebut turun 248,31 basis poin atau sebesar 3,27 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Mayoritas Saham Melemah Dan Sektor Tertekan
Mayoritas saham atau sebanyak 744 saham melemah, 71 saham menguat, dan 141 saham stagnan. Tekanan jual terlihat mendominasi hampir seluruh papan perdagangan. Sentimen negatif menyebar luas ke berbagai sektor. Aktivitas transaksi menunjukkan kecenderungan defensif investor.
Secara sektoral seluruh indeks ditutup melemah, dengan indeks transportasi mencatatkan koreksi terdalam sebesar 5,22 persen. Penurunan tajam juga terjadi pada sektor properti yang terkoreksi 4,57 persen. Pelemahan merata ini menandakan tekanan pasar yang cukup kuat. Kondisi tersebut menjadi perhatian utama pelaku pasar.
Daftar Saham Pemberat Dan Penahan Pelemahan
Dari Indeks LQ 45, saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk dengan kode PGAS mencatatkan koreksi terdalam hingga sebesar 13,5 persen ke level Rp2.050. Disusul saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk berkode JPFA anjlok 7,66 persen ke level Rp2.170. Selanjutnya saham PT Indosat Tbk dengan kode ISAT turun 7,41 persen ke level Rp2.000.
Berikutnya adalah saham PT Amman Mineral Internasional Tbk berkode AMMN ambles sebesar 6,94 persen ke level Rp5.700. Saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk berkode NCKL melemah sebesar 6,62 persen ke level Rp1.270. Deretan saham tersebut menjadi pemberat utama indeks.
Sebaliknya, sejumlah saham yang mampu menahan laju penurunan lebih dalam adalah PT Indo Tambangraya Megah Tbk berkode ITMG yang menguat 4,91 persen ke level Rp28.300. Disusul saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk berkode AADI menguat 1,46 persen ke level Rp10.450. Kinerja positif keduanya memberi penopang terbatas.
Berikutnya ada saham PT Bank Negara Indonesia Tbk berkode BBNI naik tipis 0,47 persen ke level Rp4.290. Serta saham PT AKR Corporindo Tbk berkode AKRA naik 0,40 persen ke level Rp1.260. Kenaikan ini membantu meredam tekanan indeks secara keseluruhan.
Proyeksi Teknis Dan Rentang Pergerakan IHSG
Tim Analis MNC Sekuritas memperkirakan posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave y dari wave empat atau dari wave dua pada label merah. Hal tersebut berarti perlu dicermati area 7.140 sebagai area koreksi berikutnya. Adapun area penguatan IHSG berada pada rentang 7.391 hingga 7.421.
IHSG diproyeksikan bergerak pada rentang support 7.071 dan 7.226. Sementara itu, batas resistance berada pada level 7.481 dan 7.712. Rentang ini menjadi acuan penting dalam menentukan strategi perdagangan. Investor disarankan mencermati pergerakan teknikal secara disiplin.
Rekomendasi Saham Dan Strategi Investor
MNC Sekuritas memberikan rekomendasi agar investor mempertimbangkan opsi buy on weakness untuk saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk berkode ADRO. Selain itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk berkode BBRI juga masuk dalam daftar rekomendasi. Strategi ini dinilai relevan dalam kondisi pasar terkoreksi.
Rekomendasi berikutnya mencakup saham PT Sentul City Tbk berkode BKSL serta PT Energi Mega Persada Tbk berkode ENRG. Keempat saham tersebut dinilai memiliki potensi teknikal yang menarik. Investor tetap perlu menyesuaikan dengan profil risiko masing masing.
Disclaimer, berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Pergerakan Awal Sesi Perdagangan Pagi
Pada pukul 09.15 WIB, IHSG dibuka melaju ke level 7.446. Berdasarkan data RTI Infokom, pada pukul 09.00 WIB IHSG dibuka menguat pada posisi 7.446,55. Indeks lalu terus bergerak menguat hingga 1,49 persen sesaat setelah pembukaan. Pergerakan awal menunjukkan respons positif pasar.
Tercatat, 397 saham menguat, 93 saham melemah, dan 144 saham diam di tempat. Kapitalisasi pasar IHSG terpantau menjadi Rp13.380 triliun. Aktivitas transaksi menunjukkan minat beli mulai meningkat. Pelaku pasar memanfaatkan momentum pembukaan.
Saham PT Petrosea Tbk berkode PTRO menguat 8,22 persen pagi ini ke level Rp5.400 per saham. Demikian juga saham PT Aneka Tambang Tbk berkode ANTM menguat 3,40 persen ke level Rp3.950 per saham. Kenaikan ini menarik perhatian investor.
Lalu saham PT Timah Tbk berkode TINS juga menguat pada sesi pagi. Saham TINS naik 5,26 persen ke level Rp3.600 per saham. Penguatan saham berbasis komoditas menopang laju indeks. Sentimen sektor tambang memberi dorongan tambahan.