JAKARTA - Bulan Ramadhan bukan hanya menjadi waktu untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian sosial.
Dalam ajaran Islam, ibadah puasa tidak berdiri sendiri, melainkan disempurnakan dengan kewajiban lain yang memiliki makna spiritual dan sosial. Salah satunya adalah zakat fitrah yang wajib ditunaikan sebelum Hari Raya Idul Fitri.
Pesan tersebut disampaikan Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia IPARI Sulawesi Barat, KH Namru Asdar dalam siaran Renungan Ramadan RRI Mamuju, Jumat 7 Maret 2026. Ia menegaskan bahwa zakat fitrah memiliki peran penting dalam menyempurnakan ibadah puasa yang dijalankan umat Islam selama bulan Ramadhan.
Dalam renungan tersebut, KH Namru Asdar mengingatkan bahwa zakat fitrah bukan sekadar kewajiban formal, melainkan bagian dari nilai keimanan dan kepedulian terhadap sesama. Melalui zakat, umat Islam diajak untuk membersihkan diri sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan.
Ia juga mengajak masyarakat agar tidak menunda kewajiban tersebut, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh kaum fakir dan miskin. Dengan menunaikan zakat fitrah, kebahagiaan Idul Fitri diharapkan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Kewajiban Zakat Fitrah Bagi Setiap Muslim
KH Namru Asdar menjelaskan bahwa zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap muslim tanpa memandang usia maupun jenis kelamin. Kewajiban ini berlaku bagi laki laki maupun perempuan, anak anak maupun orang dewasa selama mereka memenuhi syarat yang telah ditetapkan.
Menurutnya, seseorang diwajibkan menunaikan zakat fitrah apabila memiliki kelebihan makanan pada hari raya Idul Fitri. Artinya, selama kebutuhan pokoknya terpenuhi dan masih memiliki kelebihan, maka ia berkewajiban mengeluarkan zakat fitrah.
Hal tersebut sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW yang telah menetapkan kewajiban zakat fitrah bagi umat Islam sejak masa awal perkembangan Islam. Kewajiban ini menjadi bentuk kepedulian sosial yang melekat dalam ibadah umat Islam.
“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah bagi setiap muslim, baik yang merdeka maupun hamba sahaya, laki-laki maupun perempuan, anak-anak maupun orang dewasa.” Ungkap Kiyai Namru.
Zakat Fitrah Sebagai Penyempurna Puasa
Selain sebagai kewajiban, zakat fitrah juga memiliki makna spiritual yang sangat penting dalam ibadah Ramadhan. KH Namru Asdar menegaskan bahwa zakat fitrah berfungsi menyempurnakan ibadah puasa yang telah dijalankan selama sebulan penuh.
Selama menjalankan puasa, manusia tidak lepas dari kemungkinan melakukan kesalahan baik dalam perkataan maupun perbuatan. Karena itu, zakat fitrah menjadi sarana untuk membersihkan kekurangan yang mungkin terjadi selama menjalankan ibadah puasa.
Dengan menunaikan zakat fitrah, umat Islam diharapkan dapat menutup kekurangan tersebut sehingga ibadah Ramadhan menjadi lebih sempurna. Nilai penyucian diri inilah yang menjadi salah satu hikmah utama dari kewajiban zakat fitrah.
“Zakat fitrah diwajibkan sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin.”
Membantu Kaum Fakir dan Miskin
Selain memiliki makna spiritual, zakat fitrah juga memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. KH Namru Asdar menegaskan bahwa zakat fitrah bertujuan membantu kaum fakir dan miskin agar mereka dapat merasakan kebahagiaan pada hari raya Idul Fitri.
Melalui zakat fitrah, kebutuhan makanan bagi masyarakat kurang mampu dapat terpenuhi. Dengan demikian, mereka tidak lagi merasa kekurangan ketika merayakan hari kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama Ramadhan.
Nilai kepedulian ini menjadi salah satu bentuk nyata ajaran Islam yang mengajarkan keseimbangan antara ibadah kepada Allah dan kepedulian terhadap sesama manusia. Zakat fitrah menjadi jembatan untuk mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Karena itu, umat Islam diharapkan menunaikan zakat fitrah tepat waktu agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh mereka yang membutuhkan.
Membersihkan Jiwa Dan Mempererat Persaudaraan
KH Namru Asdar juga menambahkan bahwa zakat memiliki hikmah besar dalam membersihkan jiwa manusia dari berbagai penyakit hati. Sifat seperti kikir, egois, dan kurang peduli terhadap sesama dapat dikikis melalui kebiasaan berbagi.
Ketika seseorang mengeluarkan zakat dengan penuh keikhlasan, ia tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga membersihkan hatinya sendiri. Nilai spiritual ini menjadi bagian penting dari ajaran zakat dalam Islam.
Selain itu, zakat juga berperan mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat. Ketika orang yang mampu membantu yang kurang mampu, maka tercipta rasa persaudaraan yang kuat dalam kehidupan sosial.
Melalui zakat fitrah, semangat kebersamaan dan kepedulian antar umat Islam dapat terus terjaga, terutama dalam momentum bulan Ramadhan yang penuh berkah.
Ajakan Menunaikan Zakat Dengan Ikhlas
Dalam kesempatan tersebut, KH Namru Asdar mengajak seluruh umat Islam agar menunaikan zakat fitrah dengan penuh keikhlasan. Menurutnya, keikhlasan menjadi kunci agar ibadah yang dilakukan dapat memberikan manfaat spiritual yang maksimal.
Ia menegaskan bahwa zakat fitrah bukan hanya kewajiban, tetapi juga kesempatan bagi umat Islam untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama. Dengan niat yang tulus, zakat akan menjadi ibadah yang membawa keberkahan.
Karena itu, masyarakat diharapkan menunaikan zakat fitrah sesuai dengan ketentuan yang telah diajarkan dalam Islam. Dengan demikian, ibadah puasa yang dijalankan selama Ramadhan dapat mencapai kesempurnaan.