Menu Buka Puasa Sehat Dengan Rumus Piring Ideal Agar Tubuh Tetap Bugar

Kamis, 12 Maret 2026 | 10:35:33 WIB
Menu Buka Puasa Sehat Dengan Rumus Piring Ideal Agar Tubuh Tetap Bugar

JAKARTA - Bulan Ramadan identik dengan momen berbuka puasa yang sering kali dinanti setelah seharian menahan lapar dan haus. 

Tidak sedikit orang yang langsung menyantap berbagai makanan tanpa mempertimbangkan keseimbangan nutrisi ketika waktu berbuka tiba.

Kebiasaan tersebut sebenarnya perlu dihindari karena tubuh membutuhkan penyesuaian setelah berpuasa dalam waktu yang cukup lama. Jika makanan yang dikonsumsi tidak seimbang, kondisi tubuh justru bisa menjadi lemas, cepat lapar, bahkan mengantuk.

Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa berbuka puasa sebaiknya tidak sekadar menghilangkan rasa lapar. Asupan makanan yang dikonsumsi perlu memperhatikan keseimbangan nutrisi agar tubuh tetap bugar selama menjalani ibadah di bulan Ramadan.

Salah satu cara sederhana yang dapat diterapkan adalah dengan menggunakan pola pembagian piring makan yang ideal. Dengan cara tersebut, tubuh tetap memperoleh energi tanpa menimbulkan lonjakan gula darah yang berlebihan.

Pentingnya Memperhatikan Komposisi Makanan Saat Berbuka

Momen berbuka puasa seringkali menjadi ajang "balas dendam" dengan mengonsumsi makanan apa saja yang tersaji di meja. Padahal, sembarangan menyantap hidangan saat perut kosong setelah seharian berpuasa dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Head of Medical Check Up Siloam Hospitals Yogyakarta dr Tiva Ismadyanti Christine Prabowo menekankan pentingnya memerhatikan komposisi nutrisi saat membatalkan puasa.

Ia menjelaskan bahwa tubuh memerlukan asupan yang seimbang agar energi dapat kembali secara bertahap tanpa menimbulkan gangguan kesehatan.

Selain itu, pola makan yang tepat juga dapat membantu tubuh tetap berenergi hingga waktu sahur keesokan harinya.

Karena itu, pemilihan makanan saat berbuka tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

Rumus Piring Makan Ideal Saat Berbuka Puasa

Untuk membantu masyarakat menjaga keseimbangan nutrisi saat berbuka, Tiva membagikan rumus porsi ideal yang dapat diterapkan dengan mudah.

Bukan sekadar kenyang, Tiva menyarankan pembagian piring makan saat berbuka dengan rumus 1/2, 1/4, dan 1/4.

Baca Juga: 3 Waktu yang Tepat untuk Berolahraga Saat Bulan Puasa

Arti dari rumus ideal tersebut adalah setengah bagian piring harus diisi oleh buah-buahan atau sayuran yang tinggi serat, seperempat bagian diisi sumber protein seperti telur, daging, ikan, tahu, atau tempe, dan seperempat sisanya barulah diisi oleh asupan karbohidrat.

"Jadi, setengahnya itu serat, yaitu buah atau sayur yang memang tinggi serat. Seperempatnya protein, dan seperempatnya lagi baru karbohidrat," jelas Tiva pada Senin 9 Maret.

Dengan pembagian porsi tersebut, tubuh dapat memperoleh nutrisi yang lengkap sekaligus menjaga keseimbangan energi.

Pilih Karbohidrat Kompleks untuk Energi Stabil

Meskipun tubuh membutuhkan asupan manis untuk mengembalikan glukosa yang hilang selama puasa, Tiva memberikan catatan penting mengenai jenis makanan yang dipilih.

Ia sangat menyarankan untuk memilih karbohidrat kompleks dibandingkan gula sederhana.

Karbohidrat kompleks memiliki kemampuan untuk melepaskan energi secara lebih stabil sehingga tubuh tidak mengalami lonjakan gula darah secara tiba-tiba.

Asupan yang disarankan untuk mengembalikan energi dengan aman antara lain kurma, buah-buahan segar, serta nasi merah.

Jenis makanan tersebut dapat membantu tubuh mendapatkan energi secara bertahap setelah berpuasa sepanjang hari.

Batasi Minuman Manis Berlebihan Saat Berbuka

Di sisi lain, masyarakat juga diingatkan untuk tidak mengonsumsi minuman manis secara berlebihan ketika berbuka puasa.

Sebaliknya, Tiva meminta masyarakat membatasi konsumsi permen, es teh manis, atau es buah yang mengandung gula tambahan tinggi.

Baca Juga: Kurang Serat Saat Puasa Bukan Cuma Memicu Sembelit, tetapi Juga Masalah Mental

Minuman yang terlalu manis memang sering menjadi pilihan favorit saat berbuka karena memberikan sensasi segar.

Namun konsumsi gula tambahan yang tinggi dapat menimbulkan efek yang kurang baik bagi tubuh.

Karena itu, memilih makanan dan minuman yang lebih sehat menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan energi.

Dampak Lonjakan Gula Darah Pada Tubuh

Mengapa minuman manis yang populer justru tidak disarankan saat berbuka puasa. Tiva menjelaskan bahwa asupan tersebut dapat memicu lonjakan gula darah yang sangat cepat.

Ketika kadar gula darah meningkat secara drastis, tubuh akan merespons dengan cara yang tidak stabil.

"Kenapa tidak disarankan? Karena itu akan menyebabkan pelonjakan gula dengan cepat. Efeknya, tubuh akan cepat merasa lapar lagi, lemas, dan mengantuk," tambahnya.

Lonjakan gula darah yang terjadi secara tiba-tiba dapat membuat energi tubuh cepat turun setelahnya.

Akibatnya seseorang dapat merasa kembali lapar meskipun baru saja selesai berbuka puasa.

Menjaga Energi Tubuh Selama Ibadah Ramadan

Dengan menerapkan pola makan yang benar, tubuh tidak hanya mendapatkan energi kembali setelah berpuasa sepanjang hari.

Keseimbangan nutrisi juga membantu tubuh tetap segar saat menjalankan berbagai aktivitas ibadah di malam hari.

Salah satu manfaatnya adalah mengurangi rasa kantuk berlebihan ketika akan melaksanakan salat tarawih.

Tubuh yang memperoleh asupan nutrisi secara seimbang akan lebih mampu mempertahankan stamina hingga waktu istirahat malam.

Karena itu, memperhatikan komposisi makanan saat berbuka puasa menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan selama menjalani ibadah Ramadan.

Terkini