DSSA Lakukan Stock Split Rasio 1 Banding 25 Saham Lebih Terjangkau Investor

Kamis, 12 Maret 2026 | 09:11:42 WIB
DSSA Lakukan Stock Split Rasio 1 Banding 25 Saham Lebih Terjangkau Investor

JAKARTA - Perusahaan yang tergabung dalam Grup Sinar Mas kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah mengumumkan rencana aksi korporasi penting. 

Langkah ini dinilai dapat memberikan dampak terhadap likuiditas perdagangan saham serta membuka peluang lebih luas bagi investor untuk memiliki saham perusahaan tersebut.

Dalam dunia pasar modal, aksi korporasi seperti stock split sering dilakukan oleh perusahaan yang memiliki harga saham relatif tinggi. Tujuan utamanya adalah membuat harga saham menjadi lebih terjangkau sehingga dapat menarik minat investor yang lebih luas.

Kebijakan ini juga sering dianggap sebagai strategi untuk meningkatkan aktivitas perdagangan saham di bursa. Dengan harga yang lebih rendah per lembar, saham biasanya menjadi lebih likuid karena dapat dijangkau oleh lebih banyak investor.

Langkah serupa kini akan dilakukan oleh salah satu emiten besar di Bursa Efek Indonesia yang berasal dari kelompok usaha Sinar Mas.

Rencana stock split emiten DSSA

Emiten Grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk atau DSSA segera melakukan stock split atau pemecahan nominal saham.

Stock split tersebut dilakukan dengan rasio 1 banding 25.

Dengan rasio tersebut, setiap satu saham lama akan dipecah menjadi 25 saham baru.

Konsekuensinya, nilai nominal saham baru DSSA akan berubah menjadi Rp1 dari sebelumnya Rp25 per saham.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menyesuaikan struktur harga saham di pasar.

Perubahan nominal tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perdagangan saham perusahaan di Bursa Efek Indonesia.

Persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB

Rencana aksi korporasi tersebut telah mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham.

Persetujuan diberikan melalui rapat umum pemegang saham luar biasa yang diselenggarakan pada 11 Maret 2026.

Dalam rapat tersebut, investor menyatakan persetujuan secara bulat terhadap rencana pemecahan saham tersebut.

Keputusan tersebut didukung oleh 100 persen suara dari total 5,51 miliar pemegang suara.

Tingkat kuorum kehadiran dalam rapat tersebut tercatat mencapai 89,12 persen.

Dengan dukungan penuh dari para pemegang saham, perusahaan dapat melanjutkan rencana pelaksanaan stock split sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Keputusan ini menunjukkan bahwa investor memiliki keyakinan terhadap langkah strategis yang diambil oleh perusahaan.

Perubahan harga saham setelah stock split

Jika mengacu pada harga saham perseroan pada penutupan perdagangan sebelumnya, saham DSSA berada di level Rp77.750 per saham.

Setelah pelaksanaan stock split, harga saham perseroan diperkirakan akan berubah secara proporsional.

Dengan rasio pemecahan 1 banding 25, harga saham baru diperkirakan menjadi sekitar Rp3.110 per saham.

Perubahan tersebut tidak mempengaruhi nilai kapitalisasi pasar perusahaan secara keseluruhan.

Namun harga yang lebih rendah per lembar saham dapat memberikan peluang bagi lebih banyak investor untuk membeli saham tersebut.

Selain itu, jumlah saham yang beredar di pasar juga akan meningkat secara signifikan.

Jumlah saham beredar setelah stock split diperkirakan mencapai 192,63 miliar lembar dari sebelumnya sekitar 7,7 miliar saham.

Alasan perusahaan melakukan stock split

Stock split dilakukan dengan sejumlah pertimbangan strategis oleh manajemen perusahaan.

Salah satu alasan utama adalah karena harga saham perseroan saat ini tergolong relatif tinggi di pasar.

Kondisi tersebut menyebabkan nilai pembelian untuk satu lot saham menjadi cukup besar bagi sebagian investor.

Akibatnya, hanya sebagian kecil investor yang mampu menjangkau saham tersebut.

Keterbatasan akses tersebut dapat berdampak terhadap likuiditas perdagangan saham di pasar.

Dengan melakukan stock split, perusahaan berharap harga saham menjadi lebih terjangkau bagi berbagai kalangan investor.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan minat investor untuk berpartisipasi dalam perdagangan saham DSSA.

Harapan perusahaan terhadap likuiditas saham

Melalui pelaksanaan stock split, perusahaan berharap dapat meningkatkan jumlah lembar saham yang beredar di pasar.

Dengan jumlah saham yang lebih banyak, aktivitas perdagangan diharapkan menjadi lebih aktif.

Harga saham yang lebih rendah juga memungkinkan investor ritel untuk memiliki saham perusahaan dengan nilai investasi yang lebih kecil.

Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat menjangkau basis investor yang lebih luas.

Dengan semakin banyak investor yang memiliki saham perusahaan, struktur kepemilikan saham dapat menjadi lebih kuat dan tersebar.

Perusahaan juga berharap langkah ini dapat meningkatkan daya tarik saham di pasar modal.

Melalui peningkatan likuiditas dan partisipasi investor, saham perusahaan diharapkan dapat diperdagangkan secara lebih aktif di Bursa Efek Indonesia.

Langkah strategis tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat posisi di pasar modal sekaligus memberikan kesempatan yang lebih besar bagi investor untuk berpartisipasi dalam kepemilikan saham perusahaan.

Terkini