PLN Indonesia Power Siapkan 268 Proyek Pembangkit Baru Tambah Kapasitas 30,2 GW

Jumat, 13 Maret 2026 | 09:50:07 WIB
PLN Indonesia Power Siapkan 268 Proyek Pembangkit Baru Tambah Kapasitas 30,2 GW

JAKARTA - Upaya memperkuat ketahanan energi nasional terus dilakukan pemerintah melalui pengembangan infrastruktur kelistrikan di berbagai wilayah Indonesia. 

Salah satu langkah strategis dilakukan melalui rencana pembangunan pembangkit listrik baru yang akan menambah kapasitas energi nasional dalam beberapa tahun ke depan.

Melalui anak usaha pembangkitan listrik milik negara, yaitu PLN Indonesia Power, pemerintah menyiapkan rencana pengembangan ratusan proyek pembangkit listrik yang tersebar di berbagai daerah. Program tersebut diharapkan mampu mendukung kebutuhan listrik nasional yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi.

Pengembangan proyek pembangkit listrik ini juga menjadi bagian penting dalam agenda transformasi energi nasional menuju sistem kelistrikan yang lebih ramah lingkungan. Selain meningkatkan kapasitas listrik, proyek ini juga diarahkan untuk mempercepat penggunaan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Langkah tersebut sekaligus mendukung program yang dijalankan oleh PT PLN (Persero) dalam memperkuat sistem kelistrikan nasional melalui pembangunan pembangkit baru dan peningkatan efisiensi pembangkit yang sudah beroperasi.

Rencana Besar Pengembangan Pembangkit Nasional

PLN Indonesia Power menyiapkan sebanyak 268 proyek pengembangan pembangkit listrik dengan total kapasitas tambahan mencapai 30.276,2 megawatt atau sekitar 30,2 gigawatt. Proyek-proyek tersebut dirancang tersebar di berbagai wilayah Indonesia untuk mendukung pemerataan infrastruktur energi.

Program pengembangan pembangkit tersebut merupakan bagian dari implementasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik 2025-2034 yang menjadi acuan pengembangan sektor kelistrikan nasional dalam jangka menengah.

Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, mengatakan rencana pembangunan pembangkit ini merupakan bagian dari transformasi strategis perusahaan dalam menghadirkan sistem pembangkitan yang semakin ramah lingkungan.

"PLN Indonesia Power berkomitmen untuk menjadi salah satu penggerak utama transisi energi nasional. Melalui pengembangan pembangkit baru yang semakin didominasi energi baru terbarukan serta upaya dekarbonisasi pembangkit eksisting," kata Bernadus dalam keterangan resminya, Kamis.

Sebaran Proyek Pembangkit Di Berbagai Wilayah

Dalam rencana pengembangan tersebut, sebagian besar proyek pembangkit berasal dari alokasi dalam RUPTL 2025. Dari total rencana pengembangan yang disiapkan, sekitar 28 gigawatt merupakan proyek yang tercantum dalam dokumen perencanaan tersebut.

Sementara itu sekitar 2,2 gigawatt lainnya merupakan proyek yang telah mendapatkan penugasan sebelumnya dan kini dilanjutkan dalam tahap pengembangan lebih lanjut.

Secara keseluruhan terdapat 255 proyek pembangkit yang masuk dalam alokasi RUPTL 2025. Selain itu terdapat 13 proyek pembangkit yang sebelumnya telah mendapatkan penugasan untuk dikembangkan.

Seluruh proyek tersebut dirancang tersebar di berbagai wilayah Indonesia untuk mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.

Target Transformasi Menuju Sistem Energi Bersih

Dalam peta jalan menuju Net Zero Emission 2060, PLN Indonesia Power menargetkan transformasi kapasitas pembangkit secara bertahap dalam beberapa dekade ke depan.

Perusahaan menargetkan kapasitas pembangkit yang saat ini sekitar 23 gigawatt pada tahun 2025 dapat meningkat hingga sekitar 107 gigawatt pada tahun 2060.

Transformasi tersebut akan dilakukan melalui dua inisiatif utama yang menjadi fokus pengembangan perusahaan dalam mendukung transisi energi nasional.

Langkah pertama adalah pengembangan pembangkit baru dengan tingkat emisi rendah hingga nol karbon. Inisiatif ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap energi berbasis fosil dalam jangka panjang.

Strategi Dekarbonisasi Pembangkit Eksisting

Selain membangun pembangkit baru, perusahaan juga melakukan berbagai langkah dekarbonisasi terhadap pembangkit listrik yang telah beroperasi saat ini. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menurunkan emisi karbon dari sektor pembangkitan listrik.

Beberapa langkah yang dilakukan antara lain penerapan teknologi cofiring biomassa pada pembangkit listrik tenaga uap. Teknologi ini memungkinkan penggunaan bahan bakar biomassa sebagai campuran pengganti batu bara dalam proses pembangkitan listrik.

Selain itu, perusahaan juga mulai memanfaatkan hidrogen dan biofuel sebagai alternatif energi yang lebih ramah lingkungan dalam sistem pembangkitan.

PLN Indonesia Power juga mengembangkan teknologi Carbon Capture Utilization and Storage atau CCUS untuk menangkap dan memanfaatkan kembali emisi karbon yang dihasilkan dari proses pembangkitan listrik.

"Dengan pendekatan ini, transisi energi dapat dilakukan secara bertahap tanpa mengurangi keandalan sistem kelistrikan," tambah Bernadus.

Fokus Energi Terbarukan Dan Kolaborasi Mitra

Dalam rencana pengembangan pembangkit hingga tahun 2034, energi baru terbarukan menjadi salah satu fokus utama pengembangan portofolio pembangkit PLN Indonesia Power.

Beberapa jenis pembangkit yang akan dikembangkan antara lain pembangkit listrik tenaga surya, tenaga air, tenaga bayu, serta panas bumi. Pengembangan pembangkit tersebut diharapkan mampu meningkatkan kontribusi energi bersih dalam sistem kelistrikan nasional.

Selain itu perusahaan juga mengembangkan teknologi penyimpanan energi melalui sistem Battery Energy Storage System atau BESS untuk mendukung integrasi energi terbarukan dalam jaringan listrik nasional.

Menurut Bernadus Sudarmanta, keberhasilan program pengembangan pembangkit ini juga sangat bergantung pada kolaborasi dengan berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar negeri.

"Kami membuka peluang kerja sama yang luas dengan berbagai mitra strategis, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk mempercepat realisasi proyek-proyek pembangkit ini. Kolaborasi menjadi kunci untuk menghadirkan sistem kelistrikan yang andal, berkelanjutan, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," tutupnya.

Melalui berbagai langkah strategis tersebut, PLN Indonesia Power optimistis dapat memperkuat perannya sebagai perusahaan pembangkitan yang adaptif terhadap tantangan transisi energi sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan di Indonesia.

Terkini