JAKARTA - Upaya memperluas akses energi bersih di Indonesia terus dilakukan melalui pengembangan infrastruktur gas bumi.
Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah memperkuat jaringan distribusi gas agar dapat menjangkau lebih banyak wilayah dan sektor pengguna. Infrastruktur energi yang memadai dinilai menjadi kunci dalam mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga ketahanan energi nasional.
Dalam beberapa tahun terakhir, pengembangan jaringan gas bumi menjadi fokus utama berbagai perusahaan energi nasional. Hal ini sejalan dengan kebutuhan energi domestik yang terus meningkat serta upaya pemerintah mendorong pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan.
Perluasan jaringan distribusi gas juga berperan penting dalam mendukung berbagai sektor industri dan masyarakat. Dengan jaringan yang semakin luas, gas bumi dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak rumah tangga, pelaku usaha, hingga sektor pelayanan publik.
Salah satu perusahaan yang berperan besar dalam pengembangan infrastruktur gas nasional adalah PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN. Perusahaan ini terus memperkuat jaringan distribusi gas bumi untuk memastikan pasokan energi yang andal dan berkelanjutan.
Pengembangan jaringan pipa gas bumi nasional
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk selaku Subholding Gas Pertamina terus mempertegas komitmennya dalam memperluas akses energi bersih di Indonesia. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan infrastruktur gas bumi nasional yang menjadi bagian penting dari sistem energi nasional.
PGN saat ini mengelola lebih dari 95 persen infrastruktur gas bumi nasional. Pengelolaan ini mencakup berbagai jaringan pipa distribusi yang tersebar di sejumlah wilayah strategis di Indonesia.
Sepanjang tahun 2025, perusahaan berhasil menambah lebih dari 230 kilometer jaringan pipa distribusi gas bumi. Penambahan jaringan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas jangkauan layanan gas kepada masyarakat.
Pertumbuhan jaringan pipa tersebut juga mendorong PGN untuk memperkuat integrasi antara infrastruktur pipa dan non pipa. Integrasi ini bertujuan memastikan layanan gas bumi dapat menjangkau lebih banyak pelanggan dengan tingkat keandalan yang lebih tinggi.
Penyaluran gas bumi terus meningkat
Perluasan jaringan distribusi gas bumi turut mendorong peningkatan penyaluran energi kepada berbagai segmen pelanggan. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan gas bumi di dalam negeri terus berkembang.
Sepanjang tahun 2025, PGN mencatat penyaluran gas bumi sebesar 836 BBTUD ke berbagai sektor pelanggan. Penyaluran tersebut mencakup sektor rumah tangga, industri, hingga berbagai layanan publik.
Selain peningkatan penyaluran gas, jumlah pelanggan juga mengalami pertumbuhan yang signifikan. Hingga akhir tahun 2025, jumlah pelanggan PGN tercatat telah mencapai lebih dari 830.300 pelanggan.
Integrasi antara infrastruktur pipa dan non pipa dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan tersebut. Sistem ini memungkinkan distribusi gas bumi dapat dilakukan secara lebih fleksibel dan efisien.
Dengan jaringan yang semakin luas, perusahaan dapat menjangkau lebih banyak wilayah sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Strategi PGN memasuki tahun operasional baru
Memasuki tahun 2026, PGN menargetkan penguatan infrastruktur gas bumi sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Tahun tersebut dipandang sebagai fase strategis dalam mengoptimalkan jaringan infrastruktur yang telah dibangun sebelumnya.
Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman menyampaikan bahwa optimalisasi infrastruktur terintegrasi menjadi salah satu fokus utama perusahaan pada periode tersebut.
Langkah ini juga bertujuan memperkuat jaringan pipa distribusi gas bumi yang dalam tiga tahun terakhir terus mengalami pertumbuhan.
Menurut Fajriyah, integrasi jaringan pipa dan non pipa akan menjadi kunci untuk memperluas jangkauan layanan gas bumi ke wilayah baru.
"Integrasi jaringan pipa dan non pipa akan terus dilanjutkan PGN untuk menjangkau wilayah baru sekaligus meningkatkan keandalan penyaluran gas bumi kepada pelanggan. Penguatan infrastruktur sekaligus menjadi fondasi untuk memperluas akses energi yang lebih bersih dan meningkatkan daya saing nasional," ujar Fajriyah dalam siaran persnya, dikutip Jumat (13/3/2026).
Melalui strategi ini, PGN berharap dapat terus memperkuat perannya dalam mendukung pengembangan energi bersih di Indonesia.
Fondasi bisnis PGN semakin kuat
Selain memperluas jaringan infrastruktur, PGN juga terus memperkuat fondasi operasional perusahaan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan seluruh aktivitas bisnis berjalan secara berkelanjutan dan efisien.
Selama tahun 2025, perusahaan fokus memperkuat berbagai aspek penting dalam operasionalnya. Beberapa di antaranya meliputi penerapan standar HSSE yang kuat, peningkatan keandalan operasi, serta pengelolaan keuangan yang sehat.
PGN juga memperkuat sistem manajemen risiko serta tata kelola perusahaan yang disiplin. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas bisnis di tengah dinamika sektor energi.
Secara fundamental, bisnis inti PGN di sektor midstream dan downstream juga tetap menunjukkan kinerja yang kuat. Kinerja operasional dan keuangan perusahaan tercatat tetap stabil dengan peningkatan pendapatan.
Selain itu, arus kas operasional perusahaan juga tetap berada dalam kondisi positif, menunjukkan ketahanan bisnis yang baik.
Sinergi dengan anak usaha memperluas layanan
Penguatan infrastruktur gas bumi tidak dilakukan PGN secara sendiri. Perusahaan juga melakukan integrasi dan sinergi dengan sejumlah entitas anak usaha yang berada dalam jaringan bisnisnya.
Beberapa perusahaan yang terlibat dalam penguatan infrastruktur ini antara lain Pertagas, PGN LNG Indonesia, Gagas Energi Indonesia, serta Nusantara Regas.
Sinergi antar perusahaan ini memungkinkan optimalisasi layanan gas bumi di berbagai sektor. Jaringan distribusi gas dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan, mulai dari rumah tangga hingga industri besar.
Selain itu, layanan gas juga menjangkau sektor usaha kecil dan menengah, transportasi, serta berbagai layanan publik seperti rumah sakit dan fasilitas sosial.
Melalui kolaborasi tersebut, PGN dapat memperluas jangkauan distribusi gas bumi secara lebih efektif dan efisien.
Keamanan infrastruktur menjadi prioritas utama
Pengelolaan infrastruktur gas bumi merupakan kegiatan yang memiliki tingkat risiko tinggi. Oleh karena itu, perusahaan menempatkan aspek keselamatan dan keamanan sebagai prioritas utama dalam setiap operasionalnya.
PGN terus mengintegrasikan teknologi modern dalam pengelolaan jaringan gas bumi. Teknologi tersebut membantu meningkatkan pengawasan sistem distribusi serta memastikan penyaluran gas berjalan dengan aman.
Selain itu, perusahaan juga menerapkan berbagai standar keselamatan yang ketat dalam pengelolaan infrastruktur energi.
"Pengelolaan infrastruktur gas bumi memiliki risiko tinggi, sehingga integrasi teknologi dan penerapan standar keselamatan menjadi prioritas utama. Dengan fondasi infrastruktur yang kuat dan terintegrasi, PGN optimistis dapat terus memperluas akses gas bumi bagi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan energi nasional," tutup Fajriyah.
Dengan penguatan infrastruktur yang berkelanjutan, PGN berharap dapat terus mendukung pengembangan energi bersih di Indonesia. Jaringan gas bumi yang semakin luas diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.