IHSG Tertinggal Tiga Sentimen Global Saham Komoditas Layak Dicermati Investor Pasca Lebaran

Rabu, 25 Maret 2026 | 12:04:49 WIB
IHSG Tertinggal Tiga Sentimen Global Saham Komoditas Layak Dicermati Investor Pasca Lebaran

JAKARTA - Perdagangan saham domestik kembali aktif setelah libur panjang Lebaran 2026. 

Namun, pembukaan kembali pasar tidak sepenuhnya berjalan mulus. Sejumlah sentimen global yang berkembang selama masa libur memberikan dampak. Kondisi ini membuat IHSG harus mengejar ketertinggalan.

Periode penutupan IHSG saat libur Lebaran 2026 yang dimulai sejak 18 Maret lalu telah usai. Aktivitas perdagangan kembali berlangsung pada Rabu 25 Maret 2026. Pelaku pasar langsung mencermati dinamika global. Perubahan sentimen menjadi perhatian.

Selama periode libur tersebut, dinamika global tetap berlangsung. Konflik di Timur Tengah menjadi gejolak utama. Pergerakan komoditas ikut terpengaruh. Dampaknya terasa pada minyak, batu bara, hingga CPO.

"Banyak variabel yang terakumulasi selama libur Lebaran," tulis tim riset Stockbit Sekuritas. Catatan tersebut menyoroti kompleksitas sentimen. Investor harus menyesuaikan strategi. Pasar menjadi lebih dinamis.

Setidaknya ada tiga sentimen utama yang terlewatkan selama libur Lebaran. Ketiganya berkaitan dengan konflik geopolitik dan komoditas. Dampaknya langsung terasa. IHSG harus menyesuaikan arah.

Konflik AS Iran Masih Membayangi Pasar

Perang AS Iran memasuki pekan keempat selama periode libur. Eskalasi berlanjut dengan serangan AS Israel ke Iran. Iran membalas dengan rudal dan drone. Serangan menyasar beberapa wilayah.

Selat Hormuz tetap terganggu secara de facto. International Maritime Organization mencatat lebih dari 3.000 kapal terjebak. Kondisi ini mengganggu jalur energi global. Pasar merespons cepat.

Pada Senin 23 Maret, Trump mengumumkan penundaan serangan. Penundaan terhadap infrastruktur energi Iran berlangsung lima hari. Trump mengklaim adanya pembicaraan produktif. Namun Iran membantah negosiasi.

Ketidakpastian geopolitik membuat pasar bergejolak. Investor mencermati perkembangan konflik. Risiko meningkat. Sentimen komoditas ikut berubah.

Harga Minyak Sangat Volatil

Harga minyak bergerak fluktuatif selama libur Lebaran. Brent bergerak dalam rentang US$97 hingga US$118 per barel. Volatilitas tinggi terjadi. Pelaku pasar merespons perkembangan konflik.

Per Rabu pagi 25 Maret, harga berada di level US$98,54 per barel. Nilai ini turun 5,7 persen. Sebelumnya minyak sempat anjlok lebih dari 10 persen. Penurunan terjadi setelah penundaan serangan.

Meski turun, ketidakpastian masih tinggi. Iran membantah adanya de eskalasi. Harga minyak kembali stabil tinggi. Investor mencermati pergerakan selanjutnya.

"Kenaikan harga minyak secara historis kerap diikuti oleh kenaikan harga batu bara dan CPO," tutur tim riset. Korelasi tersebut menjadi perhatian. Saham komoditas mendapat sorotan.

Harga Emas Terkoreksi Tajam

Emas mencatatkan penurunan mingguan terburuk sejak 1983. Penurunan mencapai 11 persen pada pekan lalu. Koreksi terjadi setelah reli panjang. Investor melakukan profit taking.

Tekanan berasal dari ekspektasi suku bunga The Fed. Inflasi meningkat akibat harga minyak. Dolar AS menguat. Likuidasi posisi juga terjadi.

Pada Rabu pagi 25 Maret, harga emas rebound 2,1 persen. Harga mencapai sekitar US$4.570 per ons. Pemulihan ini masih terbatas. Pasar tetap berhati-hati.

"Banyak variabel yang terakumulasi selama libur Lebaran. Setelah eskalasi konflik sempat berlanjut, pengumuman penundaan serangan oleh Trump memberikan sinyal de eskalasi yang mendorong penurunan harga minyak dan pemulihan parsial di beberapa pasar, meski sinyal tersebut masih rapuh mengingat Iran membantah adanya negosiasi."

Saham Batu Bara CPO Migas Layak Dicermati

Mempertimbangkan kondisi tersebut, sejumlah saham sektor komoditas dapat dicermati. Harga minyak yang volatil memberi peluang. Saham batu bara menjadi pilihan. Investor melihat potensi.

Saham batu bara seperti PT Adaro Andalan Indonesia Tbk AADI dapat menjadi perhatian. PT Indo Tambangraya Megah Tbk ITMG juga menarik. Keduanya berkorelasi dengan harga energi. Momentum bisa dimanfaatkan.

Di sektor CPO, saham PT Triputra Agro Persada Tbk TAPG dapat dipantau. PT Dharma Satya Nusantara Tbk DSNG juga menarik. Pergerakan minyak mempengaruhi CPO. Investor mencermati.

Pada sektor migas, saham PT Medco Energi Internasional Tbk MEDC layak diperhatikan. PT Energi Mega Persada Tbk ENRG juga menarik. Volatilitas minyak memberi peluang. Sentimen global menjadi kunci.

Saham Emas Juga Menjadi Sorotan

Stockbit juga menyoroti fluktuasi harga emas selama libur. Penurunan mingguan mencapai 11 persen. Koreksi terjadi setelah reli panjang. Investor memantau.

Ekspektasi suku bunga tinggi memengaruhi harga. Inflasi akibat minyak juga berdampak. Profit taking dan likuidasi mempercepat penurunan. Pasar emas bergejolak.

Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk EMAS dapat dicermati. PT Bumi Resources Mineral Tbk BRMS juga menarik. PT Archi Indonesia Tbk ARCI masuk radar. Investor memperhatikan.

Market Vectors Index Solutions mengumumkan evaluasi indeks global. Saham EMAS ARCI dan PSAB masih masuk GDXJ. Evaluasi berikutnya diumumkan 11 September 2026. Tanggal efektif 18 September 2026.

Pergerakan IHSG Usai Libur Lebaran

Pada pembukaan perdagangan pertama usai libur, IHSG sempat melemah. Indeks turun ke level 7.057. Tekanan awal terjadi. Investor menyesuaikan posisi.

Namun pada pukul 9.20 WIB, IHSG rebound. Indeks naik ke level 7.165,2. Kenaikan mencapai 0,83 persen. Sentimen mulai membaik.

Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan nilai perdagangan Rp4,88 triliun. Volume mencapai 8,45 miliar saham. Frekuensi transaksi sekitar 400 ribu kali. Aktivitas cukup tinggi.

Tercatat ada penguatan 388 saham. Sebanyak 206 saham melemah. Sisanya 142 saham stagnan. Pergerakan ini mencerminkan dinamika pasar.

Terkini