iPhone 18 Pro Max Wajib Mode Prepare to Ship Sebelum Dikirim

Sabtu, 19 September 2026 | 10:01:00 WIB

BALANS.ID — Apple menambahkan fitur Prepare to Ship di iPhone 18 Pro Max karena kapasitas baterainya menembus 20Wh, ambang batas regulasi pengiriman udara internasional. Fitur ini menurunkan daya baterai secara otomatis sebelum perangkat dikirim untuk perbaikan, tukar tambah, atau keperluan lain. Pengguna yang rutin mengirim unitnya lewat kurir perlu memahami cara kerja dan batas waktunya.

Selama ini, unit iPhone 18 Pro Max yang masih tersegel di kotak sudah dibatasi daya baterainya lewat firmware. Pembatasan itu otomatis hilang begitu pengguna mengaktifkan perangkat, sehingga kapasitas penuh baterai baru bisa dipakai setelah setup selesai.

Mengapa Apple Membatasi Baterai di Bawah 20Wh

Regulasi pengiriman udara internasional menetapkan baterai lithium dengan kapasitas di atas 20Wh masuk kategori barang berbahaya. Apple menyiasatinya dengan solusi firmware yang menahan kapasitas baterai tetap di bawah ambang tersebut selama perangkat berada dalam rantai distribusi.

Menurut Apple, pendekatan ini disebut sebagai "innovative battery-firmware solution". Batas daya dilepas otomatis saat iPhone diaktifkan pertama kali oleh pemiliknya.

Unit yang belum diaktifkan atau masih dalam kemasan tidak memerlukan Prepare to Ship. Baterainya sudah terkunci di bawah 20Wh sejak keluar dari pabrik.

Kapan Pengguna Perlu Mengaktifkan Prepare to Ship

Fitur ini ditujukan untuk pelanggan yang harus mengirim iPhone 18 Pro Max-nya ke pihak lain. Misalnya saat mengajukan perbaikan ke Apple Service Center, mengikuti program tukar tambah, atau mengirim unit ke pembeli.

Prepare to Ship akan menguras daya baterai hingga di bawah 20Wh, lalu menetapkan batas pengisian agar kapasitas tetap di bawah ambang tersebut selama proses pengiriman berlangsung.

Cara Mengaktifkan dan Membatalkan Fitur

Opsi Prepare to Ship bisa diakses lewat menu Settings > General > Transfer or Reset iPhone > Prepare to Ship. Setelah proses selesai, layar Settings akan menampilkan status "Ready to Ship" sebagai penanda bahwa perangkat siap dikirim.

Apple mengingatkan bahwa iPhone bisa terasa "warmer than usual" atau lebih hangat dari biasanya selama proses pengurasan daya. Kondisi ini normal dan akan berhenti setelah baterai mencapai batas yang ditentukan.

Kalau pengguna berubah pikiran, ada opsi undo shipping preparation di menu yang sama. Bergantung pada alasan yang dipilih saat mengaktifkan fitur, proses pembatalan bisa memerlukan waktu tunggu hingga 14 hari sebelum batas daya bisa dinonaktifkan sepenuhnya.

Dampak ke Pengguna di Indonesia

Apple menegaskan iPhone 18 Pro Max tetap aman untuk pengiriman maupun penerbangan. Pembatasan daya ini murni untuk memenuhi persyaratan logistik, bukan karena masalah keselamatan baterai.

Prosedur serupa tidak diperlukan untuk model iPhone lain. Sampai saat ini, hanya iPhone 18 Pro Max yang memakai sel baterai tunggal dengan kapasitas di atas 20Wh.

Bagi pengguna di Indonesia yang membeli unit dari luar negeri atau mengirimnya kembali untuk klaim garansi, fitur ini akan muncul di menu pengaturan. Prosesnya memakan waktu karena perangkat harus menguras daya terlebih dahulu sebelum status Ready to Ship aktif.

Terkini