Memahami Bunga Tabungan Bank Mandiri Untuk Nasabah 2026

Memahami Bunga Tabungan Bank Mandiri Untuk Nasabah 2026
bunga tabungan bank mandiri

Jakarta - Bagi banyak orang, menabung di bank bukan sekadar menyimpan uang — tetapi juga untuk memperoleh imbal hasil dari simpanan tersebut. 

Salah satu pertanyaan paling sering muncul adalah mengenai bunga tabungan Bank Mandiri dan bagaimana nasabah bisa memahami serta memanfaatkannya secara optimal. 

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara tuntas mulai dari konsep suku bunga Tabungan Bank Mandiri, tabel suku bunga terbaru, tips memilih produk yang tepat, hingga strategi meningkatkan hasil tabungan Anda di Bank Mandiri.

Apa Itu Bunga Tabungan?

Secara sederhana, bunga tabungan adalah persentase imbal hasil yang diberikan bank kepada nasabah sebagai penghargaan atas uang yang disimpan di rekening. 

Semakin besar saldo dan jenis produk yang dipilih, biasanya semakin tinggi pula besaran bunga yang diterima. 

Namun perlu diingat bahwa pada beberapa produk tabungan, suku bunga dapat sangat rendah atau bahkan nol tergantung pada ketentuan masing-masing jenis rekening.

Struktur Suku Bunga Tabungan Bank Mandiri 2026

Bank Mandiri menyediakan berbagai produk tabungan dengan struktur bunga yang berbeda-beda tergantung pada jenis rekening dan jumlah saldo. 

Berikut adalah gambaran terbaru mengenai suku bunga tabungan Bank Mandiri (rupiah) berdasarkan tier saldo yang tersedia: 

Mandiri Tabungan Investor Rupiah

0 – Rp1 juta: 0%

Rp1 juta – Rp50 juta: 0%

Rp50 juta – Rp500 juta: 0,05%

Rp500 juta – Rp1 miliar: 0,25%

Rp1 miliar: 0,40%

Mandiri Tabungan NOW & Mandiri Tabungan Payroll

0 – Rp1 juta: 0%

Rp1 juta – Rp50 juta: 0%

Rp50 juta – Rp500 juta: 0,05%

Rp500 juta – Rp1 miliar: 0,35%

Rp1 miliar: 0,40%

Mandiri Tabungan Rencana / Simuda Rumahku

1–3 tahun: 0,90%

4–9 tahun: 1,15%

10–14 tahun: 1,40%

?15 tahun: 1,65%

Mandiri TabunganKu

Rp0 – Rp500.000: 0%

Rp500.001 – Rp1.000.000: 0%

Rp1.000.000: 0,01%

Mandiri Tabungan SiMakmur – Laku Pandai

Rp0 – Rp500.000: 0,01%

Rp500.001 – Rp1.000.000: 0,05%

Rp1.000.000: 0,10% 

Beberapa jenis tabungan seperti Mandiri Business Savings Lite memiliki suku bunga 0% di semua tier saldo, sehingga imbal hasilnya dari bunga sangat minimal atau nihil untuk simpanan rata-rata. 

Dari struktur di atas dapat kita lihat bahwa bunga yang ditawarkan untuk tabungan reguler memang relatif kecil, terutama jika dibandingkan dengan bunga deposito. 

Hal ini merupakan hal umum pada produk tabungan bank besar yang fokus pada likuiditas dan kemudahan transaksi.

Perbedaan Tabungan Reguler dan Tabungan Berencana

Bank Mandiri menyediakan berbagai jenis tabungan yang dapat dipilih sesuai tujuan finansial Anda. Dua kategori yang sering dibedakan adalah:

1. Tabungan Reguler

Jenis ini biasanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti menerima gaji, menabung dana darurat, atau transaksi harian. 

Contoh produknya adalah Mandiri Tabungan Investor Rupiah, Mandiri NOW, dan Mandiri Payroll. 

Meski mudah diakses dan fleksibel, suku bunga tabungannya cenderung rendah seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. 

2. Tabungan Berencana

Produk seperti Mandiri Tabungan Rencana atau Simuda Rumahku menawarkan struktur bunga yang lebih tinggi jika Anda bersedia menahan dana untuk tujuan jangka panjang. 

Semakin lama periode menabung, semakin tinggi persentase bunga yang Anda dapat. Hal ini menarik bagi nasabah yang menabung untuk tujuan jangka panjang seperti pendidikan anak atau pembelian rumah.

Hal yang Perlu Dipahami Nasabah Perihal Suku Bunga Terhadap Inflasi

Salah satu realitas yang sering dihadapi para penabung adalah bahwa suku bunga tabungan sering kali lebih rendah dibanding tingkat inflasi tahunan. 

Ketika inflasi lebih tinggi dari suku bunga tabungan, nilai riil simpanan Anda justru bisa turun dari waktu ke waktu.

Untuk menghadapi ini, banyak nasabah yang menggunakan strategi diversifikasi alat simpanan, seperti menjaga sebagian dana di deposito atau instrumen investasi lainnya guna mengejar imbal hasil yang lebih kompetitif.

Bunga Deposito vs Bunga Tabungan

Jika dibandingkan dengan bunga tabungan di Bank Mandiri, bunga deposito umumnya lebih tinggi karena jenis produk ini mensyaratkan dana disimpan untuk jangka waktu tertentu tanpa bisa ditarik kapan saja tanpa penalti. 

Berdasarkan data terbaru, deposito Bank Mandiri menawarkan suku bunga sekitar 2,25% hingga 2,50% per tahun tergantung tenor dan jumlah simpanan. 

Misalnya, jika Anda menyimpan dana di deposito selama 12 bulan, suku bunga yang berlaku adalah sekitar 2,50% per tahun. 

Angka ini jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan suku bunga tabungan reguler yang hanya berkisar antara 0,05% hingga 0,40% per tahun untuk banyak produk tabungan Mandiri.

Perbedaan ini mencerminkan tujuan produk simpanan: tabungan untuk keperluan likuiditas jangka pendek, sedangkan deposito untuk simpanan jangka menengah atau panjang dengan imbal hasil lebih tinggi.

Cara Memilih Produk Tabungan Bank Mandiri yang Tepat

Memilih produk tabungan yang sesuai dengan kebutuhan Anda sangat penting agar simpanan tidak hanya aman, tetapi juga memberikan hasil optimal. Berikut beberapa tips yang bisa membantu:

1. Tentukan Tujuan Menabung

Jika tujuan Anda adalah menabung untuk biaya harian atau dana darurat, produk tabungan reguler seperti Mandiri NOW mungkin lebih cocok meskipun bunganya kecil karena likuiditasnya tinggi. 

Namun jika Anda menabung untuk tujuan jangka panjang, pertimbangkan produk berencana yang menawarkan bunga lebih tinggi. 

2. Perhatikan Tingkat Bunga dan Ketentuan Saldo

Meskipun produk seperti Mandiri TabunganKu hanya memberikan suku bunga yang sangat kecil, produk ini bisa cocok untuk mahasiswa, pelajar, atau orang yang baru mulai menabung karena setoran awalnya relatif rendah. 

Agar mendapatkan bunga maksimal pada beberapa produk, perhatikan ketentuan saldo minimum yang ditetapkan. 

3. Evaluasi Fasilitas Tambahan

Selain bunga, perhatikan juga fasilitas yang ditawarkan seperti bebas biaya administrasi, akses e-banking, fitur tanpa saldo minimum, atau bonus poin dari aktivitas transaksi tertentu. 

Fasilitas ini bisa memberikan nilai tambah lebih besar dibanding sekadar bunga semata.

Cara Mengoptimalkan Hasil dari Tabungan

Karena suku bunga tabungan biasa relatif rendah, strategi tertentu bisa membuat hasil simpanan Anda lebih optimal:

Gunakan Tabungan Berencana untuk Dana Jangka Panjang

Seperti sudah dibahas sebelumnya, produk tabungan berencana seperti Mandiri Tabungan Rencana menawarkan suku bunga yang lebih tinggi dibanding tabungan biasa. 

Jika tujuan Anda adalah menabung untuk jangka panjang, produk ini bisa lebih menguntungkan.

Sisihkan Secara Konsisten

Penambahan dana yang konsisten tiap bulan akan membantu meningkatkan saldo Anda, sehingga potensi bunga yang diterima pun lebih besar seiring waktu.

Manfaatkan Deposito untuk Dana yang Tidak Dibutuhkan Segera

Untuk dana yang tidak akan digunakan dalam beberapa bulan atau tahun ke depan, pertimbangkan menempatkannya di deposito untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi dibanding tabungan biasa.

Suku Bunga Tabungan Mandiri di Bandingkan dengan Bank Lain

Jika dibandingkan dengan bank lain, suku bunga tabungan Bank Mandiri umumnya berada di kisaran yang sama atau sedikit lebih rendah dibanding beberapa bank swasta atau bank digital yang sering menawarkan suku bunga lebih tinggi untuk menarik nasabah baru. 

Namun, Bank Mandiri memiliki keuntungan sebagai bank BUMN dengan jaringan luas, layanan yang lengkap, dan integrasi dengan berbagai layanan finansial lainnya.

Sebagai penutup, memahami bunga tabungan Bank Mandiri adalah langkah penting bagi siapa saja yang ingin mengelola keuangan dengan cerdas di tahun 2026. 

Suku bunga tabungan reguler umumnya rendah, tetapi produk berencana dan deposito bisa menawarkan hasil yang lebih kompetitif. 

Dengan menentukan tujuan menabung, memahami struktur suku bunga setiap produk, serta memilih jenis tabungan yang tepat, Anda dapat memaksimalkan manfaat dari simpanan di Bank Mandiri.

Terakhir, selalu pertimbangkan kondisi finansial pribadi dan tujuan jangka panjang saat memilih produk simpanan — bunga hanyalah satu dari banyak faktor yang perlu diperhatikan dalam perencanaan keuangan yang matang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index