Tarawih

Niat Salat Tarawih Sendiri Ramadan 2026 Lengkap Tata Cara Witir

Niat Salat Tarawih Sendiri Ramadan 2026 Lengkap Tata Cara Witir
Niat Salat Tarawih Sendiri Ramadan 2026 Lengkap Tata Cara Witir

JAKARTA - Ramadan 2026 menjadi momen istimewa untuk memperbanyak ibadah, termasuk salat Tarawih. 

Namun tidak semua orang memiliki kesempatan menunaikannya secara berjamaah di masjid. Kesibukan kerja, perjalanan, atau kondisi tertentu membuat sebagian umat Muslim memilih melaksanakannya sendiri di rumah maupun kantor.

Di Ramadan 2026 ini, bagi yang tak sempat melaksanakan salat tarawih di masjid karena kesibukan, umat Muslim bisa melakukannya di rumah atau kantor. Asalkan tempat tersebut bersih, salat tarawih sah dilakukan sendiri dimana saja tanpa harus ke masjid. Kemudahan ini menjadi solusi agar ibadah tetap terjaga.

Tentunya untuk salat tarawih ini tata caranya berbeda dengan berjamaah. Meski demikian, dari sisi gerakan dan bacaan tetap mengikuti ketentuan salat sunnah pada umumnya. Perbedaannya lebih terletak pada niat serta pelaksanaannya yang dilakukan seorang diri tanpa imam.

Untuk salat tarawih biasanya terdapat 11 dan 23 rakaat, yang dimana 8 atau 20 rakaat adalah salat tarawih dan tiga rakaat diantaranya salat witir. Jumlah ini lazim diamalkan umat Islam, baik secara berjamaah maupun sendiri. Setelah Tarawih selesai, rangkaian ibadah malam ditutup dengan witir.

Tata Cara Salat Tarawih Sendiri di Rumah

Untuk tata caranya salat tarawih sendiri, yang pertama membaca niat salat tarawih untuk sendiri. Niat ini dibaca dalam hati atau dilafalkan sebelum takbiratul ihram. Dengan niat yang benar, salat sunnah Tarawih menjadi sah dan bernilai ibadah.

Lalu, takbiratul ihram dilanjut membaca surah Al Fatihah, lalu dilanjutkan dengan surah Al Quran. Setelah itu rukuk, iktidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, duduk istirahat sebelum beranjak ke rakaat kedua. Urutannya sama seperti salat sunnah dua rakaat pada umumnya.

Bangkit dari duduk untuk mengerjakan rakaat kedua dengan urutan masih sama. Gerakan salat ini akan tetap sama sampai rakaat akhir ke-8. Setelah dua rakaat selesai, ditutup dengan salam, kemudian berdiri lagi untuk dua rakaat berikutnya hingga genap delapan rakaat.

Setelah selesai di rakaat ke-8, tutup dengan salam, kemudian membaca doa kamilin. Doa ini biasa dibaca setelah menyelesaikan rangkaian salat Tarawih sebelum melanjutkan witir. Dengan demikian, pelaksanaan Tarawih sendiri tetap mengikuti kebiasaan yang umum dilakukan.

Bacaan Niat Salat Tarawih Sendiri

Niat menjadi pembeda utama antara salat berjamaah dan sendiri. Berikut bacaan niat salat tarawih sendiri yang dapat diamalkan:

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat tarawihi rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa an lillahi ta'ala.

Artinya:

Aku berniat salat tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah ta'ala.

Niat tersebut dibaca setiap akan memulai dua rakaat Tarawih. Karena pelaksanaannya dua rakaat satu salam, maka niat pun diperbarui setiap kali berdiri untuk dua rakaat berikutnya. Dengan begitu, ibadah berjalan sesuai tuntunan.

Niat Salat Witir Satu dan Dua Rakaat

Setelah menyelesaikan Tarawih, salat ditutup dengan witir. Berikut niat salat witir satu rakaat:

أُصَلِّيْ سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatan minal witri rak’atan lillahi ta’âlâ

Artinya:

“Aku niat shalat sunnah Witir satu rakaat karena Allah ta’ala.”

Adapun niat salat witir dua rakaat adalah sebagai berikut:

أُصَلِّيْ سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatan minal witri rak’ataini lillahi ta’âlâ

Artinya:

“Aku niat shalat sunnah Witir dua rakaat karena Allah ta’ala.”

Pelaksanaan witir dua rakaat dilakukan seperti salat sunnah biasa dengan satu kali salam. Jika ingin menambah satu rakaat lagi agar menjadi tiga, maka dilakukan terpisah sesuai niat yang dibaca.

Niat Salat Witir Tiga Rakaat

Bagi yang ingin langsung melaksanakan witir tiga rakaat, berikut bacaan niatnya:

أُصَلَّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِل َّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal witri tsalâtsa rakaʻâtin mustaqbilal qiblati ada'an lillahi taʻâlâ.

Artinya:

“Aku berniat salat sunnah Witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta'ala.”

Dengan memahami niat dan tata cara ini, umat Muslim tetap dapat menghidupkan malam Ramadan meski tidak berjamaah di masjid. Salat Tarawih sendiri tetap sah dan bernilai ibadah selama memenuhi syarat dan rukun yang telah ditetapkan. Semoga Ramadan 2026 menjadi kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah yang khusyuk dan istiqamah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index