Puasa Ramadan

Cara Menjaga Kulit Tetap Sehat dan Lembap Selama Puasa Ramadan

Cara Menjaga Kulit Tetap Sehat dan Lembap Selama Puasa Ramadan
Cara Menjaga Kulit Tetap Sehat dan Lembap Selama Puasa Ramadan

JAKARTA - Perubahan rutinitas selama Ramadan sering kali terasa pada tubuh, termasuk kondisi kulit. 

Pola makan yang bergeser, jam tidur yang berubah, serta asupan cairan yang terbatas membuat kulit harus beradaptasi dengan cepat. Dalam situasi ini, menjaga hidrasi menjadi kunci agar kulit tetap sehat dan tidak tampak kusam sepanjang bulan puasa.

Banyak perempuan merasakan kulit menjadi lebih kering, terasa kencang, bahkan mudah iritasi saat berpuasa. Kondisi tersebut muncul karena tubuh tidak memperoleh cairan selama lebih dari setengah hari. Ketika hidrasi berkurang, kulit sebagai lapisan terluar tubuh menjadi salah satu bagian yang terdampak paling nyata.

Oleh sebab itu, perawatan kulit selama Ramadan tidak bisa disamakan dengan hari biasa. Diperlukan perhatian lebih, baik melalui asupan cairan saat sahur dan berbuka maupun penggunaan produk skincare yang tepat. Salah satu brand yang menawarkan solusi hidrasi selama puasa adalah Wondermis dengan rangkaian perawatan yang diformulasikan khusus menjaga kelembapan kulit.

Kulit Rentan Kering Saat Asupan Cairan Berkurang

Selama kurang lebih 12–14 jam, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan sama sekali. Dalam kondisi tersebut, sistem tubuh akan memprioritaskan distribusi air ke organ vital seperti jantung dan otak. Kulit yang berada di lapisan terluar akhirnya menerima hidrasi dalam jumlah yang lebih sedikit.

Ketika kadar air dalam tubuh menurun, produksi minyak alami kulit ikut berkurang. Dampaknya, kulit terasa lebih kering, tampak kusam, dan garis halus terlihat semakin jelas. Pada sebagian orang, kondisi ini juga memicu meningkatnya sensitivitas kulit hingga muncul jerawat akibat melemahnya skin barrier.

Kebiasaan minum dalam jumlah besar sekaligus saat berbuka juga tidak selalu efektif. Tubuh membutuhkan distribusi cairan yang merata agar sel-sel, termasuk sel kulit, tetap terhidrasi optimal. Tanpa pola hidrasi yang tepat, kulit bisa terlihat lelah dan kehilangan elastisitasnya selama Ramadan.

Perubahan Waktu Tidur Turut Memengaruhi Kondisi Kulit

Selain asupan cairan, perubahan pola tidur juga memberi dampak signifikan. Aktivitas sahur dan ibadah malam sering membuat waktu istirahat berkurang atau tidak teratur. Kurang tidur diketahui dapat meningkatkan hormon stres atau kortisol yang berpengaruh pada kemampuan kulit mempertahankan kelembapan.

Peningkatan hormon stres juga dapat memperlambat proses regenerasi sel kulit. Akibatnya, kulit tampak lebih pucat dan tidak segar. Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus selama Ramadan, tanda-tanda kelelahan pada wajah akan semakin terlihat jelas.

Karena itu, menjaga kualitas tidur tetap penting meskipun jadwal berubah. Kombinasi istirahat yang cukup, pola minum teratur saat malam hari, dan perawatan kulit yang konsisten dapat membantu meminimalkan dampak negatif selama berpuasa.

Pentingnya Topical Hydration dalam Rutinitas Skincare

Saat asupan cairan dari dalam terbatas, perawatan dari luar menjadi semakin krusial. Pendekatan ini dikenal sebagai topical hydration, yakni memberikan kelembapan langsung melalui produk skincare. Metode ini membantu menjaga kadar air di permukaan kulit agar tidak mudah menguap.

Kandungan humektan berfungsi menarik air ke dalam kulit, sementara emolien membantu mengunci kelembapan tersebut. Penggunaan produk secara berlapis seperti toner, essence, dan pelembap dapat meningkatkan efektivitas hidrasi. Dengan cara ini, kulit tetap terasa nyaman meski tubuh sedang beradaptasi dengan puasa.

Selain menjaga kelembapan, hidrasi topikal juga berperan memperkuat skin barrier. Lapisan pelindung yang sehat akan membuat kulit lebih tahan terhadap iritasi, kemerahan, maupun breakout yang kerap muncul ketika kondisi tubuh kurang prima.

Rangkaian Wondermis untuk Menunjang Hidrasi Kulit

Memilih produk dengan formula yang efektif sekaligus lembut menjadi langkah penting selama Ramadan. Wondermis menghadirkan teknologi STARENOL™, formula hasil paten teknologi Korea yang pertama dan satu-satunya di Indonesia. Kandungan ini berasal dari ekstrak kulit kayu pohon magnolia yang telah melalui uji klinis.

STARENOL™ diklaim mampu meningkatkan produksi kolagen dan elastin hingga 97%. Selain itu, kandungan tersebut membantu mengurangi garis halus hingga 19%, meningkatkan kelembapan kulit sampai 40%, serta meningkatkan elastisitas sebesar 10%. Formulanya dirancang aman untuk berbagai jenis kulit, termasuk sensitif dan acne-prone.

Salah satu produknya adalah Bubble Burst Brightening Essence yang menawarkan manfaat perawatan dalam satu langkah. Produk ini membantu memudarkan noda hitam, meratakan warna kulit, serta memberikan hidrasi intens agar kulit terasa lebih lembap. Formulanya juga menenangkan kulit iritasi dan melindungi dari paparan radikal bebas.

Produk berikutnya adalah Pure Geranium Booster Toner yang membantu membersihkan pori-pori sekaligus menenangkan kulit sensitif. Toner ini diklaim mampu memberikan hidrasi hingga 72 jam, membantu mencerahkan kulit, dan menyamarkan noda hitam agar warna kulit tampak lebih merata.

Untuk tahap akhir, STARENOL™ Soothing Moisturizer hadir dengan tekstur ringan yang nyaman digunakan sehari-hari. Dengan Cerapresso™ Technology, bahan aktifnya terserap lebih optimal hingga ke lapisan kulit. Pelembap ini memberikan hidrasi intens hingga 72 jam, membantu meningkatkan elastisitas, serta meremajakan tampilan kulit.

Menjalani ibadah puasa tidak harus membuat kondisi kulit menurun. Dengan strategi hidrasi yang tepat, pola istirahat terjaga, serta dukungan skincare yang sesuai, kulit tetap dapat terasa lembap, sehat, dan nyaman sepanjang Ramadan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index