Wajib Diketahui! Inilah 10 Keutamaan Bulan Ramadhan Beserta Hadisnya

Wajib Diketahui! Inilah 10 Keutamaan Bulan Ramadhan Beserta Hadisnya
keutamaan bulan Ramadhan

JAKARTA - Keutamaan bulan Ramadhan begitu istimewa karena pada masa ini setiap perbuatan baik memperoleh ganjaran berlipat ganda, doa memiliki peluang lebih besar untuk dikabulkan, dan pintu surga dibukakan seluas-luasnya bagi orang-orang yang beriman.

Selain meningkatkan pahala amal harian, umat Islam juga diberi kesempatan menjalankan ibadah khusus seperti salat tarawih, memperbanyak sedekah, hingga menunaikan umrah yang nilainya sangat dianjurkan. 

Untuk memahami lebih dalam tentang makna dan keistimewaannya, berikut penjelasan lengkap beserta hadis yang menjadi landasannya agar semakin jelas mengenai keutamaan bulan Ramadhan.

Makna Ramadhan dalam Kehidupan Muslim

Secara bahasa, istilah Ramadhan berasal dari kata Arab ramad yang memiliki arti panas yang membakar. 

Dalam pemaknaan ruhani, kata tersebut menggambarkan proses melebur kesalahan dan membersihkan jiwa dari berbagai noda dosa. 

Bulan ini menjadi waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi diri, menilai kembali perbuatan selama setahun terakhir, serta memperbaiki kekurangan yang ada.

Ibadah utama yang dijalankan pada periode ini adalah puasa, yang memiliki dimensi spiritual sangat dalam. 

Puasa berarti menahan diri dari makan, minum, serta segala hal yang dapat membatalkannya sejak terbit fajar hingga matahari terbenam. 

Lebih dari sekadar menahan kebutuhan fisik, praktik ini bertujuan melatih pengendalian diri, membersihkan hati, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam ajaran Islam, bulan ini memiliki kedudukan istimewa karena menjadi waktu diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup bagi seluruh manusia. Hal tersebut ditegaskan dalam firman Allah SWT:

“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah: 185)

Selain itu, umat Muslim diwajibkan menjalankan puasa sebagai bentuk ketaatan. Namun, makna yang terkandung di dalamnya tidak terbatas pada menahan lapar dan dahaga. 

Bulan ini juga mengajarkan nilai kepatuhan kepada perintah Tuhan, kesabaran dalam menghadapi ujian, serta kepedulian sosial terhadap sesama.

Keutamaan Bulan Ramadhan

Ramadhan senantiasa dinanti oleh umat Islam setiap tahun karena menyimpan berbagai keistimewaan yang patut dipahami. Berikut sejumlah keutamaan bulan Ramadhan yang perlu diketahui:

1. Bulan Kewajiban Menjalankan Puasa

Salah satu ciri utama bulan ini adalah diwajibkannya ibadah puasa bagi setiap Muslim yang telah baligh dan berakal. Kewajiban tersebut dijalankan selama kurang lebih satu bulan penuh.

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana melatih disiplin, mengendalikan hawa nafsu, serta memperkuat ketakwaan. 

Selain membentuk pribadi yang lebih sabar dan teratur, ibadah ini juga menjadi kesempatan besar untuk meraih ganjaran pahala.

2. Waktu yang Dipenuhi Pengampunan

Pada periode ini, umat Islam memiliki peluang luas untuk memperoleh ampunan dari Allah SWT, terutama bagi mereka yang sungguh-sungguh bertaubat dan memperbaiki diri. 

Momentum ini dianggap sangat tepat untuk mempererat kembali hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.

Hal tersebut ditegaskan dalam hadis berikut:

“Jarak antara salat lima waktu, salat Jumat dengan Jumat berikutnya dan puasa Ramadhan dengan Ramadhan berikutnya merupakan penebus dosa-dosa yang ada diantara-Nya, apabila tidak melakukan dosa besar.” (HR. Muslim)

Selain itu, terdapat pula riwayat yang menjelaskan bahwa pengampunan atas kesalahan masa lalu dapat diraih apabila seseorang menunaikan puasa dengan keimanan dan penuh keikhlasan:

“Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah SWT, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Masa Dikabulkannya Permohonan

Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa karena terdapat keistimewaan yang menjadikan permohonan lebih berpeluang dikabulkan. 

Waktu-waktu tertentu selama berpuasa diyakini sebagai momen yang sangat baik untuk menyampaikan harapan, baik untuk urusan dunia maupun akhirat.

Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ menjelaskan anjuran tersebut sebagai berikut:

“Disunahkan orang yang berpuasa untuk memperbanyak doa demi urusan akhirat dan dunianya, juga boleh ia berdoa untuk hajat yang ia inginkan, begitu pula jangan lupakan doa untuk kaum muslimin secara umum.” (Al-Majmu’, 6:273).

Selain itu, terdapat hadis yang menyebutkan tiga golongan yang doanya tidak tertolak:

“Tiga orang yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa hingga ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizalimi.” (HR. Ahmad 2:305)

4. Kesempatan Menggandakan Pahala

Bulan ini juga menjadi waktu istimewa untuk memperbanyak amal ibadah karena setiap kebaikan yang dilakukan akan dilipatgandakan balasannya. 

Setiap bentuk ketaatan, baik yang bersifat wajib maupun sunah, memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan bulan lainnya.

Namun demikian, perbuatan buruk pun tetap membawa konsekuensi. Oleh sebab itu, penting untuk menjaga sikap, ucapan, serta niat agar tetap berada dalam koridor yang benar selama menjalani ibadah.

5. Waktu Pelaksanaan Salat Tarawih

Salah satu ibadah khas yang hanya ada pada bulan ini adalah salat tarawih. Ibadah sunah tersebut menjadi momen yang sangat dinantikan karena tidak dapat dijumpai di bulan-bulan lainnya.

Bagi siapa pun yang melaksanakannya dengan penuh keikhlasan dan keimanan, terdapat janji ampunan atas kesalahan yang telah lalu. 

Hal ini menjadikan tarawih sebagai salah satu amalan yang memiliki nilai istimewa dalam memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

6. Momentum Terbaik untuk Berbagi

Pada bulan ini, umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak sedekah kepada sesama. Memberi bantuan, baik dalam bentuk harta maupun kebaikan lainnya, memiliki nilai yang lebih utama dibandingkan waktu-waktu lain. Anjuran ini disebutkan dalam sebuah hadis:

“Rasulullah SAW pernah ditanya, ‘Sedekah apakah yang paling mulia?’ Beliau menjawab: ‘Yaitu sedekah di bulan Ramadhan.’” (HR. Tirmidzi)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa berbagi di bulan ini memiliki kedudukan istimewa dan menjadi kesempatan besar untuk menambah amal kebajikan.

7. Waktu yang Dianjurkan untuk Menunaikan Umrah

Bagi yang memiliki kemampuan dan kesempatan, melaksanakan umrah pada bulan ini sangat dianjurkan. Terdapat keutamaan besar yang menyertainya, sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut:

“Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan sama dengan pahala haji.” (HR. Bukhari)

Hal ini menunjukkan betapa besar ganjaran yang dijanjikan bagi mereka yang menunaikan ibadah tersebut pada waktu yang penuh keberkahan ini.

8. Masa yang Dipenuhi Syafaat

Bulan ini juga dikaitkan dengan limpahan syafaat, yaitu pertolongan yang diberikan Allah melalui perantara tertentu seperti para nabi, malaikat, atau orang-orang saleh. Ibadah yang dilakukan dengan tulus diyakini dapat menjadi penolong kelak di hari akhir.

Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa dan Al-Quran akan memberi syafaat bagi seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata, ‘Ya Rabbi, aku telah mencegahnya dari makan dan minum di siang hari,’ sedangkan Al-Quran berkata, ‘Aku telah mencegahnya dari tidur di malam hari.’ Maka keduanya diberi izin untuk memberi syafaat.” (HR. Ahmad)

Hadis ini menggambarkan betapa ibadah puasa dan interaksi dengan Al-Qur’an memiliki peran penting sebagai penolong bagi seorang hamba di akhirat nanti.

9. Bulan Diturunkannya Al-Qur’an pada Malam Lailatul Qadar

Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat dinantikan karena pada saat itulah wahyu pertama Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. 

Peristiwa agung ini menjadikan malam tersebut memiliki kedudukan yang luar biasa dalam ajaran Islam.

Karena keutamaannya, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca dan mengkaji Al-Qur’an, bahkan berusaha menuntaskan bacaan hingga 30 juz sebagai bentuk kesungguhan dalam beribadah.

Pada malam yang penuh kemuliaan ini, rahmat dan ampunan Allah tercurah dengan luas. Doa-doa yang dipanjatkan memiliki peluang besar untuk dikabulkan, dan setiap amal kebajikan diberi nilai yang berlipat. 

Lailatul Qadar juga disebut lebih baik daripada seribu bulan, sehingga sangat merugi bagi siapa pun yang tidak memanfaatkannya dengan maksimal.

10. Terbukanya Pintu Surga dan Tertutupnya Pintu Neraka

Di bulan ini, Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka, sementara para setan dibelenggu. 

Keadaan tersebut menggambarkan suasana yang penuh keberkahan dan kemudahan bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah.

Hal ini ditegaskan dalam sabda Rasulullah SAW:

“Telah datang bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu. Saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat, dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.” (HR. Ahmad)

Hadis tersebut menunjukkan betapa istimewanya bulan ini sebagai kesempatan emas untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Sebagai penutup, semoga kita dapat memanfaatkan setiap momen dan meraih seluruh keutamaan bulan Ramadhan dengan ibadah yang tulus dan penuh kesungguhan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index