Prabowo

Prabowo Kirim Pasukan TNI Ke Gaza Dalam Waktu Dekat

Prabowo Kirim Pasukan TNI Ke Gaza Dalam Waktu Dekat
Prabowo Kirim Pasukan TNI Ke Gaza Dalam Waktu Dekat

JAKARTA - Komitmen Indonesia dalam mendukung stabilitas global kembali ditegaskan di panggung internasional. 

 Pemerintah memastikan akan mengambil peran langsung dalam misi pemulihan pascakonflik di Gaza, Palestina. Langkah tersebut diumumkan langsung oleh Presiden saat menghadiri forum perdamaian tingkat tinggi di Amerika Serikat.

Presiden Prabowo Subianto menyatakan pasukan TNI akan dikirim ke Gaza dalam waktu 1–2 bulan ke depan. Pengiriman ini menjadi bagian dari kerja sama bersama Pasukan Stabilisasi Internasional atau ISF. Indonesia disebut siap berkontribusi signifikan dalam misi tersebut.

Di Gaza, sebanyak 8.000 pasukan TNI akan bertugas bersama ISF yang anggotanya merupakan gabungan dari negara anggota Dewan Perdamaian Gaza. Misi ini difokuskan pada pemulihan kondisi keamanan dan stabilitas setelah konflik. Pemerintah menilai peran tersebut selaras dengan komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia.

Pengumuman ini disampaikan setelah Konferensi Tingkat Tinggi Dewan Perdamaian Gaza digelar di Washington DC. Forum tersebut menjadi momentum penting bagi negara anggota untuk menyatukan langkah pemulihan wilayah terdampak perang. Indonesia termasuk negara yang dipercaya memegang peran strategis.

Rencana Pengiriman Dalam Waktu Satu Hingga Dua Bulan

"Mungkin tidak lama, 1–2 bulan lagi," kata Presiden Prabowo menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui setelah Konferensi Tingkat Tinggi Dewan Perdamaian Gaza perdana di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis 19 Februari 2026 siang waktu setempat. Pernyataan ini menegaskan kesiapan operasional yang tengah dipersiapkan.

Presiden juga menyebut kemungkinan ada tim advance yang akan dikirim lebih dulu ke Gaza. Tim ini berfungsi sebagai perintis sebelum pasukan utama diterjunkan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan kesiapan teknis dan keamanan.

Tim advance dikerahkan dalam jumlah anggota yang tidak terlalu besar. Misi mereka di antaranya memetakan wilayah dan menganalisis risiko selama nantinya pasukan dari TNI bertugas bersama ISF. Hasil pemetaan akan menjadi dasar strategi penugasan.

Pendekatan bertahap ini dilakukan guna meminimalkan risiko serta memastikan koordinasi berjalan efektif. Indonesia ingin memastikan kontribusinya berjalan profesional dan terukur. Kesiapan teknis menjadi prioritas sebelum pasukan utama diberangkatkan.

Indonesia Dipercaya Sebagai Wakil Komandan ISF

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menyampaikan kembali bahwa Indonesia dipercaya sebagai Wakil Komandan ISF. Kepercayaan tersebut diberikan oleh para anggota Dewan Perdamaian Gaza. Posisi ini menunjukkan pengakuan atas kapabilitas Indonesia dalam misi perdamaian.

"Mereka minta kita jadi deputy commander," ujar Presiden Prabowo. Penunjukan ini menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Indonesia akan terlibat dalam pengambilan keputusan strategis di lapangan.

Oleh karena itu, Presiden menegaskan Indonesia akan menunjuk perwira terbaik yang nantinya akan mewakili Indonesia sebagai Wakil Komandan ISF. Proses seleksi dilakukan secara cermat dan profesional. Pemerintah ingin memastikan figur yang dipilih memiliki pengalaman dan kapasitas mumpuni.

"Ya dipilih, ya kita cari yang bagus," kata Presiden Prabowo. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen menghadirkan representasi terbaik. Peran wakil komandan dinilai krusial dalam koordinasi lintas negara.

Komitmen Delapan Ribu Prajurit Untuk Gaza

Dalam KTT Board of Peace perdana yang digelar di Donald J Trump Institute of Peace, Washington DC, Kamis 19 Februari 2026 pagi waktu setempat, Presiden Prabowo menegaskan kembali kesiapan Indonesia mengirim 8.000 prajurit TNI untuk bertugas bersama ISF di Gaza, Palestina. Komitmen ini disampaikan langsung di hadapan para pemimpin dunia.

"Gencatan senjata di Gaza merupakan capaian yang riil terjadi. Kami memuji capaian ini dan untuk itu kami menegaskan kembali komitmen untuk berkontribusi mengirimkan prajurit kami dalam jumlah yang signifikan sebanyak 8.000, bahkan bisa lebih jika dibutuhkan," kata Presiden Prabowo saat berbicara dalam KTT Board of Peace.

Sementara itu, Komandan ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers yang berasal dari Angkatan Bersenjata AS menyatakan proyeksi ke depan ada 20.000 tentara dan 12.000 polisi yang akan bertugas bersama ISF untuk memulihkan situasi pascaperang di Gaza. Proyeksi ini menunjukkan skala besar misi internasional tersebut.

Mayjen Jeffers menyebut Rafah yang berada di wilayah selatan Gaza dan berbatasan dengan Mesir akan menjadi tujuan pertama ISF. Wilayah tersebut diprioritaskan sebagai titik awal stabilisasi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemulihan bertahap.

Keterlibatan Negara Lain Dalam Misi ISF

Sejauh ini, selain Indonesia, negara lain yang akan mengerahkan tentaranya untuk bertugas bersama ISF yaitu Kazakhstan, Albania, Maroko, dan Kosovo. Partisipasi berbagai negara menunjukkan dukungan luas terhadap stabilitas Gaza. Kolaborasi ini memperkuat legitimasi misi internasional.

Sementara itu, Mesir dan Maroko juga akan mengerahkan polisinya untuk memberi pelatihan kepada polisi di Gaza, Palestina. Pelatihan tersebut bertujuan membangun kapasitas keamanan lokal. Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang.

KTT Board of Peace yang dipimpin oleh Presiden Donald Trump berlangsung selama kurang lebih tiga jam. Seluruh perwakilan negara anggota serta tokoh kunci dari struktur inti BoP menyampaikan pandangan dan memaparkan rencana pemulihan.

Forum tersebut menegaskan pentingnya kerja sama internasional dalam membangun kembali Jalur Gaza. Indonesia melalui komitmen pengiriman pasukan TNI menunjukkan keseriusannya berkontribusi pada perdamaian global. Langkah ini sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai negara yang aktif dalam misi kemanusiaan dunia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index