Saham

IHSG Dibuka Melemah Pagi Ini, Simak Enam Rekomendasi Saham Trading Menjelang Akhir Pekan

IHSG Dibuka Melemah Pagi Ini, Simak Enam Rekomendasi Saham Trading Menjelang Akhir Pekan
IHSG Dibuka Melemah Pagi Ini, Simak Enam Rekomendasi Saham Trading Menjelang Akhir Pekan

JAKARTA - Perdagangan saham pada akhir pekan ini dibuka dengan tekanan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). 

Pada sesi awal perdagangan Jumat, 6 Maret 2026, pergerakan indeks langsung berada di zona merah sehingga menarik perhatian pelaku pasar. Kondisi tersebut terjadi di tengah berbagai sentimen global yang masih memengaruhi psikologi investor.

Berdasarkan data perdagangan yang tercatat pada pagi hari, IHSG memulai sesi di level 7.699,473. Namun tidak lama setelah pembukaan, indeks bergerak melemah cukup signifikan. Penurunan tersebut menandakan bahwa sebagian pelaku pasar melakukan aksi jual pada awal perdagangan.

Meski demikian, analis pasar tetap melihat adanya peluang trading jangka pendek pada beberapa saham tertentu. Sejumlah perusahaan sekuritas bahkan telah merilis daftar saham yang dinilai menarik untuk diperhatikan menjelang penutupan pekan ini.

Pergerakan IHSG pada Awal Perdagangan

Mengacu pada data RTI hingga pukul 09.20 WIB, IHSG tercatat melemah sebesar 75,368 poin atau sekitar 0,98 persen. Dengan penurunan tersebut, indeks berada di level 7.635,169. Pergerakan ini menunjukkan adanya tekanan jual yang muncul sejak sesi awal perdagangan.

Dalam rentang pergerakan pagi hari itu, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di angka 7.700,318. Sementara posisi terendah yang tercatat berada di level 7.604,293. Rentang pergerakan tersebut mencerminkan dinamika pasar yang masih cukup aktif di awal sesi perdagangan.

Meski indeks mengalami pelemahan, kondisi ini masih dianggap sebagai bagian dari fluktuasi normal pasar saham. Investor biasanya memanfaatkan pergerakan seperti ini untuk melakukan strategi trading jangka pendek sesuai dengan analisis teknikal yang mereka gunakan.

Kondisi Perdagangan IHSG Sehari Sebelumnya

Riset harian BNI Sekuritas mencatat bahwa IHSG pada perdagangan Kamis, 5 Maret 2026 justru berakhir di zona hijau. Pada sesi tersebut, indeks berhasil menguat sebesar 1,76 persen dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya.

Namun di tengah penguatan indeks tersebut, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih atau net sell. Nilai net sell asing pada perdagangan tersebut mencapai sekitar Rp293 miliar. Aktivitas ini menjadi salah satu faktor yang turut diperhatikan pelaku pasar.

Beberapa saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing antara lain BBRI, TLKM, CUAN, BBNI, dan INCO. Pergerakan dana asing ini sering kali menjadi indikator penting bagi pelaku pasar dalam membaca arah pergerakan indeks selanjutnya.

Sentimen Pasar Global Pengaruhi Investor

Selain faktor domestik, kondisi pasar global juga turut memberikan pengaruh terhadap pergerakan IHSG. Pada perdagangan Kamis, 5 Maret 2026, indeks saham utama di Amerika Serikat kompak mengalami pelemahan setelah sebelumnya sempat menguat.

Indeks Dow Jones Industrial Average tercatat turun sebesar 1,61 persen. Sementara itu indeks S&P 500 melemah 0,56 persen dan Nasdaq Composite juga terkoreksi sebesar 0,26 persen. Pelemahan ini terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi global.

Salah satu faktor yang memicu kekhawatiran tersebut adalah kenaikan harga minyak di tengah memanasnya konflik Iran. Kondisi geopolitik ini dinilai berpotensi memberikan dampak terhadap stabilitas ekonomi global serta aktivitas perdagangan internasional.

Aksi jual di bursa Amerika Serikat juga dipimpin oleh beberapa saham perusahaan besar. Saham Boeing dan Caterpillar disebut sebagai emiten yang paling terdampak karena dianggap sensitif terhadap perlambatan ekonomi global.

Pergerakan Bursa Asia Pasifik

Berbeda dengan pasar saham Amerika Serikat, sejumlah bursa di kawasan Asia-Pasifik justru menunjukkan penguatan pada perdagangan Kamis, 5 Maret 2026. Penguatan tersebut terjadi setelah sebelumnya beberapa indeks mengalami pelemahan dalam beberapa hari terakhir.

Salah satu penguatan signifikan terjadi pada indeks Korea Selatan. Indeks Kospi tercatat melonjak sebesar 9,6 persen sementara Kosdaq naik lebih tinggi lagi dengan kenaikan mencapai 14,10 persen.

Selain itu, indeks Nikkei 225 Jepang bersama Topix juga mencatatkan kenaikan sekitar 1,9 persen. Indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 0,44 persen, Hang Seng Hong Kong naik 0,28 persen, dan Taiex Taiwan meningkat sebesar 2,57 persen.

Investor di kawasan Asia juga memperhatikan perkembangan dari Tiongkok. Negara tersebut sedang menggelar pertemuan kebijakan penting yang dikenal sebagai “Two Sessions”, yang secara resmi dimulai pada Rabu. Agenda tersebut sering menjadi perhatian karena dapat memengaruhi arah kebijakan ekonomi negara tersebut.

"Menyikapi beragam kondisi tersebut di atas, IHSG berpotensi kembali koreksi hari ini. Diperkirakan support IHSG: 7.650-7.680 dan resistance IHSG: 7.740-7.780," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman dalam risetnya.

Rekomendasi Saham untuk Trading Hari Ini

Di tengah potensi koreksi pasar, analis BNI Sekuritas juga memberikan sejumlah rekomendasi saham yang dapat dipertimbangkan oleh pelaku pasar untuk aktivitas trading. Saham-saham tersebut dinilai memiliki peluang pergerakan menarik dalam jangka pendek.

Salah satu saham yang direkomendasikan adalah ELSA dengan strategi Buy on Weakness. Area beli disarankan berada pada kisaran Rp845 hingga Rp860, dengan cutloss di bawah Rp810. Sementara target harga terdekat berada pada kisaran Rp875 hingga Rp895.

Rekomendasi berikutnya adalah saham ARCI dengan strategi Spec Buy. Area beli yang disarankan berada pada rentang Rp1.765 hingga Rp1.785. Adapun cutloss disarankan berada di bawah Rp1.760 dengan target harga terdekat di kisaran Rp1.810 hingga Rp1.880.

Selain itu terdapat saham BIPI yang juga mendapat rekomendasi Spec Buy. Area beli berada pada kisaran Rp268 hingga Rp272 dengan cutloss di bawah Rp266. Target harga terdekat diperkirakan berada pada kisaran Rp286 hingga Rp290.

Saham HRUM juga masuk dalam daftar rekomendasi dengan strategi Spec Buy. Area beli disarankan pada kisaran Rp1.100 hingga Rp1.110 dengan cutloss di bawah Rp1.100. Target harga terdekat berada pada kisaran Rp1.140 hingga Rp1.170.

Untuk saham CDIA, analis memberikan rekomendasi Sell on High. Area jual yang disarankan berada pada kisaran Rp915 hingga Rp935 dengan cutloss di bawah Rp890.

Sementara itu saham BULL direkomendasikan dengan strategi Spec Buy. Area beli disarankan berada pada kisaran Rp468 hingga Rp478 dengan cutloss di bawah Rp468. Target harga terdekat diperkirakan berada pada kisaran Rp500 hingga Rp510.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index