Mobil Listrik

Cara Menghemat Daya Mobil Listrik Saat Mudik Lebaran

Cara Menghemat Daya Mobil Listrik Saat Mudik Lebaran
Cara Menghemat Daya Mobil Listrik Saat Mudik Lebaran

JAKARTA - Perjalanan mudik Lebaran sering kali menempuh jarak yang cukup jauh, sehingga membutuhkan perencanaan yang matang bagi para pengemudi. 

Hal ini juga berlaku bagi pengguna mobil listrik yang perlu memperhatikan konsumsi energi kendaraan agar perjalanan tetap lancar hingga tujuan.

Salah satu hal yang kerap menjadi perhatian utama dalam perjalanan jauh menggunakan mobil listrik adalah daya jelajah kendaraan. Pengemudi perlu memastikan bahwa energi baterai dapat digunakan secara efisien agar jarak tempuh kendaraan tetap optimal selama perjalanan.

Berbeda dengan kendaraan konvensional, mobil listrik memiliki karakteristik penggunaan energi yang sangat dipengaruhi oleh cara berkendara. Oleh karena itu, pengemudi perlu memahami teknik berkendara yang tepat untuk menjaga efisiensi daya kendaraan.

Dengan menerapkan kebiasaan berkendara yang lebih stabil serta memanfaatkan teknologi yang tersedia pada kendaraan, perjalanan jarak jauh menggunakan mobil listrik dapat dilakukan dengan lebih nyaman dan efisien.

Daya jelajah menjadi salah satu tantangan yang sering diperhatikan pengguna mobil listrik saat melakukan perjalanan jauh, termasuk ketika mudik Lebaran 2026. Oleh karena itu, pengemudi perlu menerapkan cara berkendara yang tepat supaya konsumsi energi tetap efisien dan jarak tempuh kendaraan bisa lebih optimal.

Head of Product Jaecoo Indonesia, Ryan Ferdiean Tirto, mengatakan efisiensi energi sangat dipengaruhi oleh gaya berkendara pengemudi. Salah satu cara paling efektif adalah menjaga kecepatan tetap stabil.

Menjaga Kecepatan Berkendara Tetap Stabil

“Cara mengoptimalkan jarak tempuh mobil listrik adalah dengan berkendara pada kecepatan konstan. Hindari akselerasi mendadak dan pengereman yang terlalu sering,” ujar Ryan di Jakarta, Minggu (8/3/2026).

Menurutnya, kebiasaan mempercepat kendaraan secara tiba-tiba dapat membuat energi baterai lebih cepat terkuras. Begitu pula dengan pengereman yang terlalu sering karena kendaraan harus kembali menggunakan energi tambahan untuk berakselerasi.

Ia menjelaskan, untuk perjalanan di jalan tol, pengemudi dapat menjaga kecepatan rata-rata di kisaran 80 hingga 90 kilometer per jam agar konsumsi energi lebih efisien. Cara ini dapat membantu menjaga kestabilan penggunaan daya kendaraan.

Dengan menjaga kecepatan yang konsisten, kendaraan dapat menggunakan energi secara lebih hemat. Hal ini juga membantu memperpanjang jarak tempuh kendaraan selama perjalanan.

Selain itu, gaya berkendara yang lebih halus juga memberikan kenyamanan bagi pengemudi maupun penumpang. Perjalanan jarak jauh pun dapat dilakukan dengan lebih santai dan aman.

Memanfaatkan Fitur Bantuan Berkendara

Selain teknik berkendara, pengemudi juga dapat memanfaatkan fitur bantuan berkendara seperti Adaptive Cruise Control. Fitur ini membantu kendaraan mempertahankan kecepatan tetap stabil sekaligus menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan.

Teknologi tersebut dirancang untuk membantu pengemudi dalam mengatur kecepatan kendaraan secara otomatis. Dengan demikian, kendaraan dapat tetap melaju dengan stabil tanpa perlu sering melakukan penyesuaian kecepatan secara manual.

Menurut Ryan, penggunaan fitur tersebut tidak hanya membantu menjaga efisiensi energi, tetapi juga dapat mengurangi kelelahan pengemudi saat menempuh perjalanan jarak jauh. Hal ini tentu sangat membantu ketika perjalanan mudik membutuhkan waktu yang lama.

Fitur bantuan berkendara juga dapat meningkatkan keselamatan selama perjalanan. Kendaraan dapat menjaga jarak aman dengan kendaraan lain sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalkan.

Dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia pada kendaraan, pengemudi dapat mengoptimalkan penggunaan energi sekaligus meningkatkan kenyamanan selama perjalanan.

Memperhatikan Kondisi Teknis Kendaraan

Pengemudi juga perlu memperhatikan beberapa faktor teknis yang memengaruhi konsumsi energi kendaraan, seperti tekanan ban serta pengaturan suhu pendingin kabin.

“Pengemudi juga perlu memperhatikan tekanan ban dan pengaturan suhu AC di kendaraan. Tidak perlu khawatir mengenai perbedaan mobil bensin dengan mobil listrik," kata Ryan.

"Pada mobil bensin, mesin menghasilkan panas sehingga membuat kerja AC jadi lebih berat. Sementara pada mobil listrik tidak ada panas dari mesin seperti itu, sehingga penggunaan AC bisa disesuaikan dengan kebutuhan saat berkendara,” tambahnya.

Tekanan ban yang sesuai dapat membantu kendaraan melaju dengan lebih efisien karena hambatan terhadap permukaan jalan menjadi lebih kecil. Hal ini berpengaruh langsung terhadap penggunaan energi baterai kendaraan.

Sementara itu, pengaturan suhu AC yang tepat juga dapat membantu menghemat daya baterai. Pengemudi disarankan menyesuaikan suhu kabin dengan kebutuhan agar konsumsi energi tidak berlebihan.

Memaksimalkan Teknologi Regenerative Braking

Selain itu, mobil listrik umumnya juga dilengkapi fitur Regenerative Braking yang dapat membantu meningkatkan efisiensi energi. Teknologi ini memungkinkan energi yang muncul saat kendaraan melambat diubah kembali menjadi listrik untuk membantu mengisi baterai.

Ryan menjelaskan, pengaturan regenerative braking dapat disesuaikan dengan kondisi perjalanan agar penggunaannya lebih optimal.

“Untuk J5 ada pengaturan regenerative braking yaitu low, mid, dan high. Saat jalanan panjang atau perjalanan jauh bisa memilih mid atau high. Tetapi saat berkendara konstan di jalan tol atau tanjakan, sebaiknya menggunakan pengaturan low untuk mengurangi beban dari motor listrik,” ujar Ryan.

Teknologi ini menjadi salah satu keunggulan mobil listrik karena dapat membantu memanfaatkan energi yang sebelumnya terbuang saat pengereman. Dengan cara tersebut, baterai kendaraan dapat memperoleh tambahan daya selama perjalanan.

Dengan menjaga kecepatan kendaraan tetap stabil, memanfaatkan fitur bantuan berkendara, serta mengatur fitur kendaraan secara tepat, pengguna mobil listrik dapat menjaga konsumsi energi tetap efisien. Hal ini tentu sangat penting terutama ketika melakukan perjalanan jauh seperti mudik Lebaran.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index